Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
28. bersama


__ADS_3

"Jadi sepi lagi" ucap Oma sedih


"Kan masih ada aku Oma" jawab Laura sambil memeluk Oma.


"Terus kita ini bukan orang gitu.. " sewot Elia sambil melihat kearah mereka bergantian


Merekapun tertawa bersama.


"Laura kapan kamu mulai kuliah? tanya bu Andine


"Belum ada kabar terbaru tante, mungkin baru aktif satu bulan lagi. Paling nanti persiapan untuk orientasi aja dulu" jawab Laura yang memang belum dapat kabar apa apa dari kampus barunya.


"Tanten kapan nyusul ke kota J" tanya Laura


"Mungkin minggu depan, tapi kami masih khawatir sama kalian disini" jawab bu Andine yang memang sangat berat harus meninggalkan dua gadis muda ini.


Waktu terus berlalu, hari ini Oma dan bu Andine akan pulang ke kota J, Elia dan Laura mengantarkan mereka ke bandara. Cukup lama drama perpisahan terjadi, dengan segala macam nasehat yang diberikan sambil bercucran air mata hingga membuat Elia kesel sendiri.


"Ampun deh Oma, Mama kenapa lebay banget sih, nanti juga aku akan nyusul kenapa banyak banget wajenganya sih, bikin pusing tau" ketus Elia.


Plaaak!!


"Aau... Aduh! sakit mama!" teriah Elia karena kepalanya di pukul sang mama


"Lagian kamu itu ya, di bilangin malah begitu. Kamu iya akan nyusul kami tapi Laura kan tidak" kata bu Andine yang kesel sama anaknya.


"Udah sana buruan masuk, sudah ada panggilan tuh pesawatnya mau berangkat" kata Elia yang memang benar ada pengumuman kalau pesawat yang mereka tumpangi akan segera berangkat, dan mereka harus segara menuju ke pesawat.


"Sayang jaga dirimu ya, hiks.. Oma yakin kita akan segera bertemu lagi hiks" ucap sambil memeluk Laura dan menngis


"Iya Oma Laura akan baik baik saja" ucap Laura yakin agar kedua orang di hadapanya tidak sedih.


"Sayang tente mohon tolong sering sering telfon tante ya, dan kalau ada apa apa langsung telpon tante, Om Atau Deni ya" kata bu Andine sambil terus memeluk dan mencium pipi Laura


"Iya Tante itu pasti" Laura


"Selama ada aku di sini Laura akan baik baik aka Ma" Elia

__ADS_1


Bu Andine dan bu Siti masuk ke ruang tunggu dan akan segera menuju pesawat yang mereka tumpangi.


"Ayo kita pulang, terus kita ke kampus kamu ya" ajak Elia dan di iyakan oleh Laura.


Mereka keparkiran menuju mobil yang masih ditunggui sopir tuan Alvin.


"Pak kita kerumah ya, dan setelah hari ini bapak balik ke kantor aja, bawa juga mobil papa" kata Elia


Sampai dirumah Elia dan Laura duduk di meja makan sambil makan es crem


"Sepi banget, rumah ini jadi serem karena gede banget" Kata Laura dengan pandangan mata mengelilingi seluruh isi rumah


"Makanya sekarang kita keluar aja, dan nanti pulang malam, tidur deh jadi kita ngak akan merasa kesepian karena mereka" ucap Elia yang tidak begitu peduli.


Selesai menikmati es crem merekapun bersiap keluar. Laura menggunakan kaos lengan panjang dan celana bahan serta sepatu sportnya. Elia menggunakan dres tanpa lengan dan flat shoes, Elia tanpak cantik dan anggun.


"Kalau aku saranin kamu ganti baju lain aja kamu mau? " tanya Elia


"Gak aku tidak mau, aku nyaman begini. Kalau kamu malu dengan penampilanku aku bisa pergi ke kampus sendiri" jawab Laura kesel karena hampir setiap hari Laura pake baju akan selalu di suruh ganti sama Elia, walau Laura sendiri tidak pernah mau.


"Aku ke kampus buat nyari ilmu bukan nyari teman, bodoh amat ama penampilan yang penting aku nyaman dan tidak memperlihatkan tubuhku diluaran sana" jawab Laura yang kesel


Tanpa Laura sadari percakapan mereka di videoin sama Elia dan pastinya langsung dikirim ke sang Kakak.


Laura langsung turun dan menunggu Elia dibawah. Elia turun dengan kunci mobil Deni ditanganya sambil tersenyum puas


"Ayo masuk, kita pake mobil kak Deni" kata Elia sambil tersenyum


"Kamu bisa nyetir?, punya SIM?, emang gak apa apa kita pake mobil kak Deni" tanya Laura yang baru tau kalau Elia bisa nyetir.


"Aku bisa tapi tidak punya SIM, dan ini aku sudah izin sama kak Deni" jawab Elia. Sebenarnya Deni terpaksa mengizinkan sang adik memakai mobilnya, kalau tidak di izinkan Deni tidak akan mandapat kiriman foto Laura lagi


"Gila kamu ya, kalau ada razia bagaimana"


"He... kita itu mau ke kampus kamu, bukan mau keliling indonesia...Jadi tenang aja oke" jawab Elia yang males melanjutkan penjelasan karena akan tetap salah di mata Laura.


Bagitu sampai dikampus Elia langsung memarkirkan mobilnya, semua mata yang ada disitu melihat ke arah mobilnya. Saat Elia turun semua para pria menatapnya tak berkedip.

__ADS_1


"Hei... Ayo cepat turun, kamu mau ke kampus atau tetep didalam mobil" tanya Elia kesel sama Laura


Sebenarnya Laura males turun, apa lagi diluar sana sangat banyak orang yang nantinya akan menjadi senior dirinya. Apa lagi saat ini dia naik mobil mewah Deni. Dengan tepaksa Laura keluar dan langsung di gandeng sama Elia. Mereka berdua berjalan menuju ke ruangan ekonomi, karena Laura mengambil jurusan itu dengan tujuan agar nanti Bisa membantu warga desa dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di desa agar warnga menjadi lebih maju.


Semua mata melihat mereka, dari segi busana yang mereka kenakan sudah menarik perhatian orang sekitar karena perbedaan yang sangat mencolok. Dan juga karena mereka memang sangat cantik, Elia cantik dengan wajah indonesia bercampur bule dengan kulit yang putih, Lura dengan khas wajah cantik asli indonesia dengan warna kulitnya kuning langsat. Diluar perbedaan busana yang mereka pakai, siapapun yang melihat mereka pasti akan kagum.


"Kita keruangan dosenkan" tanya Elia


"Iya, nanti sekalian aku mau ke TU mau ngasih berkas untuk beasiswaku" jawab Laura


Setelah mengetuk pintu mereka langsung masuk.


"Mahasiswa baru? langsung kesana ya". Kata salah satu dosen wanita paruh baya


"Baik terima kasih Bu" jawab Laura sambil mengangguk pelan memberi hormat, sedangkan Elia disebelahnya cuek aja sambil terus berjalan mengikuti Laura.


"Permisi... Siang pak" sapa Laura sopan


"Silahkan duduk, kalian siswi baru? umum atau beasiswa?" tanya dosen muda berumur sekitar 30 tahun sambil memperhatin mekera berdua dari kaki sampai kelapa.


"Aku gak, yang mau kuliah disini temanku, dan jalur beasiswa" jawab Elia sambil merangkul bahu Laura


"Oh... Namanya siapa?" tanya sang dosen sambil mencari berkas


"Laura Shinta pak" kata Laura sopan


"Selamat karena sudah lulus" sambil menyalami Laura. "Ini berkas yang harus kamu ini, dan kembalikan satu hari sebelum acara orientasi, untuk jadwal dan apa saja yang harus dipersiapkan ada disana. Baca dengan teliti sebelum mengisinya. Karena dapat beasiswa kamu harus ke bagian TU sekarang". Kata sang dosen


"Baik pak terima kasih bayak, dan permisi" jawab Laura dengan sopan sambil sedikit mengangguk penuh hormat dan izin keluar


Saat diluar "Kamu itu kenapa sih sepertinya manut banget, bikin aku kesel aja" ucap Elia yang kesel karena menurutnya sikap Laura tadi itu terlalu berlebihan


"Kamu itu ya... Aku hanya menghormati mereka yang lebih tua dan mereka juga bakal jadi dosenku" ucap Laura yang juga kesel sama Elia karena semua sikap Laura selalu saja salah di mata Elia.


Saat sampai di TU Laura langsung masuk ke dalam dan tentunya Elia juga ikut ngekor di belakangnya. Banyak penjelasan yang di beritau oleh TU dan juga mengharuskan Laura membuka no rekening sendiri atas namanya dan di bank yang di tunjuk oleh kampus.


Selesai dari kampus mereka keluar nyari makan siang.

__ADS_1


__ADS_2