Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
61. Recana Rangga


__ADS_3

Seminggu berlalu. Minggu ini terasa sangat lama bagi Rangga, apalagi atas permintaan Laura kalau mereka tidak boleh bertemu di kantor dan harus merahasiakan hubungan mereka pada semua orang di kantor. Hal itu malah membuat emosi Rangga tidak stabil.


Dan yang selalu jadi sasaran adalah paman Edi dan sekretarisnya.


"Kamu bisa ngetik gak sih, lihat ini ada satu huruf yang tertinggal. Kamu kerja udah lama ini, tapi ini aja gak becus bla bla bla" Rantri sang sekretaris hanya meminta maaf dan akan mencetak ulang berkasnya.


"Huff pasti itu hatinya lagi gak tenang. Ini pasti ada hubungannya dengan anak baru itu. Ada apa ya?" guman Rantri pada diri sendiri.


Rantri sudah hampir tujuh tahun berkerja dengan Rangga. Dari awal Rangga mengambil alih perusahaan sanga ayah. jadi sudah tau semua sifat Rangga dan sudah bisa memakluminya.


Laura bekerja seperti biasa, Ia selalu bisa mengerjakan semua tugasnya tepat waktu. Bu Ane selelu memperhatikan Laura.


"Tidak ada yang berbeda, apa tidak terjadi apa apa ya? ampun.... Kenapa aku jadi kepo begini sih..." gumam Bu ane sendiri sambil geleng gelang kepala.


Di ruaganya Rangga sudah tidak sabaran ingin bertemu Laura, ingin memeluknya dan menghirup oroma tubuhnya. Sampai akhirnya Rangga tersenyum sinis sendiri, senang karena muncul ide licil di dalam otaknya.


Rangga menghubungi ibunya dan meminta di bawakan makan siang, tapi Rangga mau mamanya juga mengajak Laura untuk makan siang bersama mereka, dan Ia mau itu di kantin kantor.


Bu Aisyah yang mengerti maksud anaknya sangat setuju. Apa lagi Rangga sudah cerita kalau Ia pacaran dengan Laura, tapi Laura malah gak mau orang kantor tau hubungan mereka.


Bu Aisyah begitu semangat menyiapan makan siang untuk anak dan calon menantu yang sangat di hatapkan.


Sebelum jam makan siang Bu Aisyah sudah menghubungi Laura dan mengatakan niatnya untuk makan denganya di kantin. Tanpa curiga Laura mengiyakan ajakan bu Aisyah.


"Telpon dari siapa?" tanya rekan kerja Laura.


"Itu... Bua Aisyah ngajak makan siang bareng di kantin" jawab Laura jujur


"Oh.... " jawab rekan kerja Laura yang tidak tahu Bu Aisyah yang di maksud Luara.


Jam makan siang tiba.


Laura turun dengan rekan kerjanya, Saat di lobby Laura sudah melihat bu aisyah yang baru datang, dan langsung mendekat salaman cium tangan dan cipika cipiki. Membuat semua yang ada di lobby membulatkan mata karena kaget.


Mereka berjalan ke kantin umum, baru saja menarik bangku untuk duduk


"Hai ibu, hai sayang" sapa Rangga dengan suara lantang sambil tertawa kecil karena bahagia. Rencanya berhasil


Tentu saja tingkah Rangga jadi perhatian seluruh penggunjung kantin.

__ADS_1


Laura menatap tajam ke arah Rangga seakan berkata apaan sih, maulu tahu, awas ya!.


Rangga pura pura tidak melihat dengan segera mengalihkan pandangan matanya ke arah bu Aisyah.


"Ibu hari ini masak apa? kenapa tiba tiba begini, ibu kenapa tidak kabarin mau datang" ucap Rangga seakan ini semua kebetulan.


Laura jenggah dengan mendengar omangan Rangga. Karena sudah yakin ini pasti rencara Rangga.


"Kenpa makananya banyak banget bu" tanya Laura heran.


"Kan untuk kita bertiga. Bsok bsok kalian pulang makan siang di rumah aja ya" perintah Bu Aisyah.


"Ngga sih setuju aja ma bu, kalau lagi gak sibuk. Tapi calon mantu ibu ini gak mau kita dekat dekat di kantor, jadi gimana mau keluar makan bareng" ngadu Rangga pada sang ibu.


Ya ampun itu orang ngomonga apa sih? jangan dekat dekat. Iya aku ngomong begitu, tapi ini apa?. Yang ada semua makhluk hidup di kantor ini jadi tahu. Dasar pria gak sabaran. Batin Laura ngedumel.


"Insya Allah nanti kalau lagi gak bayak kerjaan" jawab Laura


"Apa mereka ngasih kerjaan yang banyak buat kamu yang, mereka pasti sengaja itu. Awas aja mereka ya!" ucap Rangga kesel.


"Kak gak begitu juga" ucap Laura sambil tanganya mencubit paha Rangga dengan kencang


Laura sangat malu, ingin rasanya Ia menghilang saat itu juga.


"Sudah...Sudah, kalian ini seperti anak anak aja. Ni cepetan makan" Seru bu Aisyah yang sudah jenggeh dengan tingkah dua manusia yang sedang di mabuk cinta di depanya.


"Hem.... kelihatanya sangat enak bu" ucap Laura


"Yang... kamu kalau lihat makanan pasti kamu bilang enak. ada gak sih makanan yang gak enak menurut kamu?" tanya Rangga menggoda Laura.


"Untuk saat ini tidak ada, karena semua makanan yang aku makan enak semua" jawab Laura apa adanya.


Mereka bertiga menikmati makan siang dengan bahagia, apa lagi Laura yang selalu bisa memakan apa saja yang ada di depanya tanpa tersisa.


"Ibu senang melihat kamu makan, ibu yakin siapa saja ikut makan bareng, pasti selera makanya akan bertambah apa lagi melihat cara dirimu makan sayang" ungkap bu Aisyah sambil mengelus punggung Laura


"Benar itu bu, ni barusan kita juga makanya banyak" sahut Rangga gak mau kalah


Laura hanya tersenyum malu. Entah kenapa dirinya tidak bisa menaham diri bila melihat makanan. Entah kapan dirinya tidak akan tergoda dengan makanan.

__ADS_1


Selesai makan bu Aisyah kembali ke rumah, Rangga menarik Laura ke ruanganya. Tentu saja hal itu di lihat semua karyawa, Laura sudah sangat kesel tapi tidak bisa berbuat apa apa. Karena dirinya juga sudah sangat merindukan pria ini.


Kebetulan sekretaris Rangga tidak ada di mejanya. Jadi ini kesempatan untuk mereka berduaan.


Begitu masuk keruaganya Rangga langsung menarik Laura ke dalam pelukanya.


Laura berusaha melepaskan diri dari pelukan Rangga. "Kak malu kak, ini kantor" rengek Laura


"Sayang.... Sebentar aja, tolong diam ya. Aku ingin menghirup aroma tubuh kamu sebanyak banyaknya" pinta Rangga setengah memohon.


Laura hanya diam saja, dan membalas pelukan pria yang sangat di rindukanya selama ini.


Aroma ini sungguh menenangkan. Ya ampun kamu junior, kenapa ikutan bangun sih. Kamu sabar ya aku akan segera menghalalkan gua love itu untukmu. Batin rangga.


Laura yang dalam pelukan Rangga dapat merasakan kalau ada sesuatu yang keras menyentuh perutnya. Otomatis laura melonggarkan pelukanya dan menoleh ke arah bawah dan


AUWWWWWY!


Teriak Laura dengan suara tinggi sambil mendorong tubuh Rangga menjauh darinya, dan kedua tanganya menyilang menututupi dadanya.


Rangga terhuyung ke belakang beberapa langkah. Ia sangat kaget dengan reaksi Laura yang menurutnya berelebihan.


"Kak... hiks... hiks" panggil Laura sambil menagis


"Hei sayang, kamu kenapa? aku salah ya, maaf ya sayan" beleum selesai Rangga berucap terdengar


Tok... Tok... Tok...


"Rangga ada apa?, siapa di dalam, kamu apain itu anak orang." tanya paman di depan pintu.


Laura masih menangis Rangga benar benar bigung dengan situasi ini.


"Tidak paman tidak apa apa, ada cicak jadi Laura ketakutan" teriak Rangga.


Paman dan sekretaris pun kembali meja mereka.


Rangga mendekat, tapi Laura mundur karena takut dan melihat ke arah junior Rangga.


"Sayang jangan takut, aku tidak akan menyakiti kamu. Dia bangun sendiri tapi aku bisa menahan dia agar tidak macam macam padamu" ucap Rangga, yang seakan si junior itu bukan bagian dari dirinya.

__ADS_1


Laura masih juga belum tenang, Rangga mengambil air putih dan memberikan pada Laura. Laura mengambil dan meminumnya.


__ADS_2