
"Kita makan apa, dan dimana? " tanya Elia saat mereka sudah di dalam mobil
"Apa aja boleh asal enak, dan tempatnya nyaman" jawab Laura
"Oke, ayo kita cari tempat yang sekalian bisa buat santai" Elia
Mobil terus melaju dengan kecepatan pelan karena mereka sambil melihat ke kiri dan kanan mencari tempat makan.
"Kayanya itu resto yang baru buka deh" kata Laura sambil menunjuk ke papan promosi yang ada di pinggir jalan.
"Kamu benar, kita coba mampir ya" kata Elia sambil membelokan mobilnya ke arah resto. "Kalau dilihat dari luar sih tempat enak banget dan luas semoga aja makananya juga enak" ungkap Elia yang memang sedang lapar.
begitu masuk mereka langsung disapa sangat ramah oleh pelayan yang berdiri di depan pintu.
"Selamat siang, selamat datang, sudah reservasi?, punya kartu member?" tanya sang pelayan yang ramah dan cantik.
"Siang juga, kami belum reservasi, ini baru pertama kali kami kesini jadi belum punya member" jawab Elia
"Mau duduk dimana. Kami punya beberapa tipe untuk tempat duduk yaitu VIP, lesehan dan yang biasa" jelas pelayan.
"Kami mau yang biasa aja, dan kalau bisa agak pojokan ya" jawab Laura
"Ayo mari silahkan biar saya antar" ajak sang pelayan sangat ramah
Mereka masuk dan duduk di meja paling belakang dekat tembok dan jendela besar, pelayan yang mengantar mereka pun izin permisi setelah mempersilahkan mereka duduk.
"Enak banget ya tempatnya, sangat nyaman adem dan juga luas, kalau makanan disini enak aku akan daftar member" kata Elia yang sangat menyukai tempat ini.
Tidak lama mereka duduk datang pelayan lain datang dan membawa daftar menu.
"Permisi, ini menunya, mau pesan sekarang atau mau lihat lihat dulu" tanya pelayan sambil menyerahkan buku menu ke mereka
"Terima kasih, kami lihat lihat dulu ya, nanti kalau kami mau pesan akan kami panggil" kata Laura yang juga sopan.
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu, kalau sudah ada pilihan yang mau di pesan segera panggil saya" kata pelayan, dan langsung pergi dari meja mereka.
"Kamu mau pesan apa? aku mau cumi goreng tepung, cah brokoli, dan ikan gurami bakar" kata Elia sambil Laura mencatan pilihan Elia.
Makanan disini lebih mahal sedikit dari pada restoran yang kami makan saat di pantai, apa disini lebih enak atau karena tempatnya mewah begini. Batin Laura
"Aku pesan paket ayam penyet dan cah kangkung serta es teh manis aja" ucap Laura sambil menulis pesananya
"Cuma pesan itu aja" tanya Elia heran, si tukang makan mesan dikit banget dan paket lagi yang di pesan.
Sepertinya Laura meratiin harga di menu deh, makanya dia pesan nasi paket karena dia tau kalau makanan disini lebih mahal dari tempat biasa kami makan. Dasar ini anak bikin kesel aja, kenapa dia tidak pesan banyak seperti biasanya, atau dia kira aku gak punya uang. Karena memang biasanya yang bayar dan pesan makanan kak Deni atau mama, batin Elia sambil tersenyum jahil karena tiba tiba tibul ide licik di pikiranya.
__ADS_1
"Kamu kenapa senyam senyum sendiri dengan muka aneh begitu, dan ngapain juga dari tadi kamu mengang handphone terus" tanya Laura yang heran dengan tingkah Elia tiba tiba berubah. "Ini kamu minumnya belum ada, kamu mau pesan apa" tanya Laura.
"Catatin lagi ya, aku mau nambah makanan. Sop iga, udang goreng mentega, dan daging asam manis, es jeruk, teh botol dan es campur" kata Elia yang dicatat sama Laura.
"Hei...Kamu gak salah, mesan banyak begini"
"Hehehe... itu tambahan buat lo" kata Elia sambil nunjuk muka Laura.
"Lia, kamu gak liat harga makanan disini lebih mahal, emang uang kamu cukup. Aku pesan sedikit karena yang bayar ini bukan Kak Deni atau tante Andine" jawab Laura yang memang begitu adanya.
"Hahahahaha... Dasar lo ya itu namanya penghinaan buat aku tau" kata Elia sambil tertawa dan memukul jidatnya sendiri karena tidak ngerti dengan pikiran Laura.
"Apa aku salah, kitakan tidak bekerja, jadi uang jajan kita pasti terbatas. Kenapa kamu pesan banyak makanan yang harganya mahal" ungkap Laura kesel dengan suara yang tinggi
"Hahahahaha.... Kak... Kamu dengar tuh apa kata gadis bodoh di depanku" kata Elia sambil terus memengang handphone sambil terus tertawa sampai air matanya keluar
"Hei!...Dasar licik lo ya! siniin handphonenya! awas lo ya!" teriak Laura yang baru ngeh kalau kejadian tadi pasti di videoin sama Elia dan dikirim ke Kak Deni.
Teriakan Laura menarik semua perhatian orang yang ada di dalam ruangan itu. Laura ingin bagun dan merebut handphone Elia untuk menghapus rekaman video barusan. Baru saja pantatnya mau bangun terdengar suara seorang Pria menyapa Elia, begitu Laura berpaling dan melihat sekitar baru tau kalau semua orang melihat ke arahnya.
"Maaf, silahkan lanjutkan makanya" ucap Laura dengan kedua tangan menyatu kedepan dan sedikit membungkuk meminta maaf.
"Elia kan? kok masih disini bukanya keluarga kamu sudah di kota J semua" ucap pria itu sambil berdiri di antara Elia dan Laura.
"Iya Kak Ian ini Elia, apa kabar Kak, sudah lama banget kita gak ketemu ya" ucap Elia sambil bersalaman dan tersenyum ramah
"Kenalin kak ini sahabat sekaligus kelurgaku, Laura shinta, dan Laura kenalin ini Kak Ian Wijaya anaknya Om Riko Wijaya orang kepercyaan keluarga kita yang mengurus perusahaan di sini" jelas Elia
Ian dan Laura pun bersalaman dan saling tersenyum. Laura mentap tajam pada Elia dengan isyarat 'awas lo ya, urusan kita tadi belum selesai ' Elia hanya tersenyum sambil menjulurkan lidahnya dan memberi isyarat 'sudah telat, rekamannya sudah ku kirim ke Kak Deni' Laura mau marah saat itu juga tapi tidak mungkin karena ada orang asing diantara mereka.
"Emba... Aku mau pesan, Kak Ian sudah makan, kalau belum biar sekalian" ucap Elia
"Aku tadi sudah pesan tapi makanannya belum diantar, kalian pesan aja. Kalau boleh nanti pesananku ku bawa kesini biar bisa makan bareng kalian" tanya Ian dan di iyakan sama Elia
"Apa tidak masalah dengan teman Kak Ian bila Kakak ikut makan bersama kita" ucap Laura yang memang merasa tidak nyaman dengan adanya pria asing diantara mereka.
"Tidak apa apa, tadi aku sudah bilang ama mereka, kalau kalian benar orang yang aku kenal maka aku akan makan bersama kalian" ucap Ian santai yang tidak mengerti maksud ucapan Laura barusan
"Aku lihat barusan kalian seperti mau ribut, emanya ada apa?" tanya Ian penasaran
"Heheheh... itu tadi aku merekam Laura dan mengirimnya ke Kak Deni, tapi Laura marah" jelas Elia apa adanya.
"Oh... aku kira ada apa" jawab Ian
Tadi Elia bilang sahabat sekaligus keluarga, dan kata kita, rekaman Laura dikirim ke Kak Deni, apa jangan jangan ini calon istrinya Kak Deni. Tapi tidak mungkin karena gadis sangat biasa aja, penampilanya juga sangat sederhana, apa benar Kak Deni suka seperti ini, tapi kan bisa aja. Gadis ini jugan sangat cantik walau baju yang dipake seadanya. Batin Ian
__ADS_1
"Elia kamu ya! awas nanti sampai dirumah habis kamu sama aku" ucap Laura sambil menatap tajam ke arah Elia karena memberi tau masalah rekaman ke Ian.
Makanan yang di pesan Ian datang dan meminta pelayan membawanya ke meja Elia. Tak lama makanan Elia dan Laura juga datang, Ian kaget melihat makanan yang mereka bedua pesan banyak banget.
ini makanan untuk empat orang, mereka cuma berdua apa mereka bisa menghabiskan ini semua. Apa lagi ada aku disini, biasanya kan cewe itu kalau makan bareng cowo pasti jaim, batin Ian.
Karena sedang kesel sama Elia Laura melampiaskan keselnya ke makanan, Laura makan dengan sangat lahap karena memang mereka sedang lapar saat ini. Ian yang melihat cara makan Elia dan Laura kagum, karena cara mereka makan tidak ada jaim jaimnya di depan cowo seganteng dirinya.
Setelah menghabiskan nasinya Laura beralih ke lauk yang masih ada dan menikmati dengan santai dan lahap, bahkan mereka merebutkan udang goreng mentega yang tersisa dan akhirnya Elia mengalah. Dan udang terakhirpun ludes semua di santap Laura. Ian yang melihat tersenyum dan berguman kecil 'para gadis yang unik'
"Elia pesanin es cream dong" pinta Laura Manja dengan mengedipkan kedua matanya
"Iya tunggu bentar, kamu itu ya kalau ada maunya aja lembut" kata Elia
"Emang kamu gak" jawab Laura kesel
Elia berjalan untuk memesan dan sekalian ngambil es cream. Tinggal Ian dan Laura, Ian benar baru kali ini melihat cewe makan seperti itu, karena setiap cewe yang dia ajak makan mereka semua makanya dikit dan terkesan tidak berani membuka mulut dan menguyah di depanya.
"Kamu belum kenyang" tanya Ian pesaran karena Laura masih mau es cream
"Sudah sih Kak, tapi belum banget dan aku masih ingin es cream" jawab Laura santai dan cuek walau melihat keterkejutan di wajah Ian.
"Kak... jangan heran makhluk cewe ini makanya memang banyak, apa lagi makanan disini itu enak enak. Jadi Kak Ian jangan pernah ngajak dia makan nanti uang jajan Kakak habis untuk sekali dia makan" ucap Elia sambil menyerahkan es cream untuk Laura
"Gak Kak bohong itu, aku akan makan banyak kalau tau yang ngajak aku makan itu punya bayak duit, ini tadi aku pesan dikit karena ku kira Lia gak punya uang. Tapi dia tetap mesanin aku makanan yang banyak, berhubung aku lagi kesel juga sama Lia, ya aku habiskan aja semuanya" jawab Laura yang memang seperti itu adanya.
"Kamu gak kuliah Lia" tanya Ian
"Sekarang belum, tapi aku pasti akan kuliah" jawab Elia
"Pasti di Paris ya" tanya Ian
"Iya benar Kak, masih ingat ya ama cita citaku" Elia
"Iya, kamu tidak kuliah Laura" tanya Ian
Laura yang ditanya kaget dan langsung menelan buru buru sesendok es cream yang baru masuk ke mulutnya ingin menjawab.
"Laura baru masuk Kak di kampus UNM jurusam ekonomi" jawab Elia dan di iyakan oleh Laura
"Benarkah..Kakak juga kuliah disana dan ini masuk tahun ke tiga Kakak, berati Laura adik kelas Kakak dong dan kita beda dua tahun" ucap Ian senang karena akan sering bertemu Laura nanti di kampus.
"Wah kebetulan sekali ya, Kak Ian nanti bantu aku ya. aku belum ngerti apa apa Kak dan aku masuk jalur beasiswa" kata Laura jujur
"Berati kamu pinter dong" tanya Ian
__ADS_1
"Gak kak itu kebetulan aja dan Kak Deni yang ngajarin aku selama ini" kata Laura apa adanya
"Iya Kak dia memang pinter, cantik tapi dia tidak tau diri, dia bahkan tidak mengenal siapa dirinya sendiri. Jadi nanti tolong Kakak bantu ya" jelas Elia pada Ian