Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
27. Bahagia bersama mereka


__ADS_3

Banyak hal yang harus kita perlajari dalam hidup ini, mulai dari cara kita bertahan, cara kita mencintai juga cara kita mengobati luka kita sendiri. Hidup itu banyak proses yang terjadi sebelum akhirnya kita sampai pada setiap tahap yang akan kita lewati, tidak ada yang mudah, dan memang seperti itulah kehidupan.


Setelah tau apa yang di alami Elia Luara jadi sedikit mengerti tentang luka kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup. Namun tidak ada luka yang tidak sembuh, walaupun butuh proses dan pasti akan meninggalkan bekas luka, tapi itu pasti akan sembuh. Akan lama bila kita membiarkanya sembuh dengan sendirinya tapi akan sangat cepat bila kita sendiri ikut menyembuhkan.


Pagi ini sama seperti kemaren, dirumah Elia masih rame karena keluarga Laura masih menginap. Karena ada yang dari desa, jadi sarapan mereka hari ini adalah nasi goreng.


"Hmm... Nasi gorengnya enak bangat, ini siapa yang masak" tanya Oma Siti sambil menikmati nasi gorengnya.


"Ini Mona yang masak sama ibu, benarkah sangat enak Oma? " tanya Moma tidak percaya kalau nasi goreng sangat enak.


"Iya sayang ini sangat enak, ternyata Mona pinter masak juga ya" puji bu Andine karena kenyataanya emang enak.


"Mama dan Oma udah mutusin kapan pulang ke kota J" tanya Elia


"Kalau mama sih maunya secepatnya, kasihan papamu sendiri" jawab bu Andine.


"Bilang aja mama sudah sangat merindukan papa, padahal belum juga tiga minggu gak ketemu" kata Elia yang berhasil membuat sang mama jadi malu di depan keluarga Laura.


"Suami istri itu tidak baik berjauhan lama lama, kalau urusan disini sudah selesai lebih baik bu Andine segera menyusul tuan Alvin" kata bu Ririn bijaksana agar bu Andine tidak terlalu malu sama mereka.


"Iya benar itu, nanti akan kami pikirkan lagi kapan kami akan ke kota J" ucap Oma.


"Oh ya, hari ini kalian akan kemana aja" tanya bu Andine.


"Hari ini kami akan keliling sampai malam tante, karena besok siang kami akan balik ke kota B" jawab paisal


"Apa gak terlalu buru buru kalian balik, nginaplah lebih lama lagi disini" kata Oma berharap agar mereka bisa tinggal lama disini.


"Tidak bisa Oma, karena kami kan sekolah" jawab Rahmad.

__ADS_1


"Cepatan habisin sarapanya biar kita bisa cepet betangkat, kalau kalian telat nanti tidak bisa keliling ke semua tempat. Hari ini Kakak lagi baik jadi Kakak akan belikan kalian barang yang paling kalian inginkan" kata Elia dengan sungguh sungguh.


"Benarkah Kak Lia?, boleh aku minta di beliin samrtphone, tidak perlu yang mahal banget sih asal kalau selfi aku jadi tambah ganteng" kata Rahmad tanpa pikir panjang dan membuat yang lain tertawa.


Dan akhirnya di plototin sama ibu dan ayahnya.


"Ingat ya kalian itu jagan ngerepotin Kakak Elia, kalau tidak nurut nanti akan ada hukumanya" kata pak Ahmad pada anaknya.


Semua mereka tau kalau ayah sudah bilang begitu. Mereka adalah anak yang baik dan penurut, walau kadang mereka membantah dan itu adalah hal yang wajar untuk anak seumuran mereka.


Hari ini mereka semua sangat bahagia karena bisa pergi ke berbagai tempat yang ada di kota L, mereka juga makan semua makanan yang belum pernah mereka makan sebelumnya, tentu saja itu karena Elia yang menuruti semua yang mereka mau. Ya begitulah Elia yang akan melakukan apapun untuk orang disekitarnya selama mereka bisa Membuat Elia nyaman dan bahagia.


"Ada lagi yang ingin kalian makan? atau ada tempat yang ingin kalian datangi lagi" tanya Elia yang masih sangat semangat bahkan tidak terlihat capek sama sekali.


"Ada kak, aku mau makan di pinggir pantai" ucap Dani yang tiba saja ikut berkomentar padahal biasanya dia hanya diam saja.


SETUJU.... Jawab mereka serempak.


Ya begitulah cara mereka bahagia bersama, dengan saling mengerti dan menyayagi dengan tulus mereka bisa saling melengkapi dan bahkan hal itu menjadi obat untuk mereka sendiri tanpa mereka menyadarinya.


Dirumah Laura dan ibunya masih di dapur mereka membuat kue bolu untuk mereka nikmati sambil ngeteh di sore hari. Kue pun jadi mereka membuat teh dan membawanya ke halaman belakang rumah untuk dinikmati bersama.


"Wah sepertinya enak banget teh dan kue hari ini" ungkap Oma bahagia


"Tentu Oma sudah pasti itu, karena ini dibuat dengan penuh cinta dan kasih sayang" jawab Laura dengan riang gembira karena di kelilingi oleh orang yang menyayaginya.


Deni semoga kamu berjodoh dengan Laura, mama sangat bahagia selama dia ada bersama kita, seandainya kamu disini kamu pasti akan lebih bahagia dari mama. Gadis yang suka dia begitu tulus, polos dan sederhana serta selalu bahagia. Batin bu Andine.


"Tante, ayo ngelamunin apa? kangen sama Om ya, tante balik aja secepatnya gak apa apa. Aku akan tetep disini nemanin Elia sampai nanti Elia berangkat nyusul tante" jelas Laura yang mengira bi Andine memikirkan suaminya.

__ADS_1


"Laura walau nanti kami pergi dari sini tante sangat berharap agar kamu tetap tinggal disini selama kamu kuliah, kan disini ada bibi juga. Mau ya? " tanya bu Andine seperti setengah memaksa.


"Tante itu nanti aja urusan Laura sama Elia, tante tenang aja ya" jawab Laura yang tidak ingin membuat bu Andine khawatir.


Mereka saling bercerita dan ngobrol, banyak hal yang dibahas tanpa terasa hari sudah magrip. Tapi yang pergi jalan jalan belum juga pulang, ibu jadi khawatir karena takutnya anak anaknya ngerepotin Elia.


Waktu hampir jam 21.00 tapi yang jalan jalan belum juga pulang.


"Ibu tenang aja mereka baik baik saja, Laura sudah telfon Elia bentar lagi mereka sampai" jelas Laura karena sang ibu terlihat sangat cemas.


Tak lama yang ditunggu akhirnya pulang juga, dan betapa terkejut pak Ahmad dan bu Ririn karena anaknya belanja sangat bayak.


"Kenapa kalian belanja banyak baget, itu uang dari mana?" tanya ibu dan ayah Laura.


"Gak apa apa Om, ini aku yang beli dan uangnya Kak Deni yang kirim tadi, Kak Deni mau bikin mereka senang dan bahagia,Kak Deni juga nitip salam buat Om dan Tante " kata Elia.


Karena tidak mau berdebat akhinya mereka pasrah dengan semua yang di beli Elia untuk anak mereka, dan mereka sangat berterima kasih. Karena sangat lelah merekapun langsung tidur setelah mandi dahulu.


Pagi hari ini terasa lebih ramai dari karen, karena hari ini mereka sangat berisik karena semuanya ingin mencerita pengalaman yang mereka lalui kemaren. Hal ini membuat Oma dan bu Andine sangat bahagia karena rumah mereka ramai dan riuh, hal ini yang bahkan tidak dapat mereka beli dengan uang.


Hari ini mereka tidak keluar jalan jalan lagi karena nanti siang mereka akan balik ke kota B, sangat banyak barang yang mereka akan bawa pulang. Paisal bahkan mengambil jaket Deni yang disukai dan tentu saja sudah bertanya dulu sama Deni di telfon dan dibolehkan.


Selalu saja ada cerita lucu dari ke empat biang kerok yang membuat semua orang yang mendengarnya tertawa. Tanpa terasa hari sudah siang, setelah makan siang bersama untuk terkhir kalinya baru mereka pamit pulang.


"Oma, bu Andine terima kasih banyak untuk semuanya selama kami disini, itu anak anak mereka sangat bahagia dan kenangan indah ini pasti akan mereka ingat selamanya" kata bu Ririn sambil pamit dan berpelukan.


Oma sangat keberatan melepaskan mereka pulang, Oma sangat menyukai mereka, Oma yang terbiasa kesepian kita bisa merasakan berisiknya rumah dengan bangak orang dan itu sangat membuat Oma bahagia.


Perpisahan selalu disertai air mata, saat ini mereka berpisah dan tidak akan pernah tau kapan mereka akan bertemu lagi, atau mungkin bahkan tidak akan pernah bertemu lagi.

__ADS_1


__ADS_2