
Hari minggu siang Laura sedang bersiap siap untuk balik ke asrama. Karena absen balik dimulai habis magrip Laura tidak mau telat karena takut akan di hukuman.
"Ibu apa ini, kenapa banyak banget lauknya" tanya Laura heran karena banyak banget barang yang harus di bawa ke asrama, belum lagi makanan dan cemilan dan jajanan lainnya penuh satu kardus besar. Ibu aku ini mau balik asrama bu... Bukan pergi merantau yang belum tau tujuan.
"Udah bawa aja, atau kamu mau Ayahmu marah karena kamu tidak mau bawa itu semua? Ibu hanya nurutin semua yang ayahmu bilang, dan inilah semuanya" jawab ibu biasa aja.
"Kak ini buat kakak" ungkap Paisal si adik laki laki sambil membawa satu dus kecil barang.
"Apa lagi iniiiii?!....Teriak Laura dengan muka sangat kesel karena banyak banget barang yang harus dibawa.
"Hehehehe..... ini dari om Budi, katanya makanan buat Kakak balik ke asrama" jawab si adik tanpa rasa berdosa.
"Oh ya kak, kata Om Budi harus Kakak bawa ke asrama, karena Om Budi ngawasin Kakak katanya. Dan kalau kakak tidak mau bawa nanti aku dijitak ama om Budi, karena tadi aku minta upah dulu baru mau ngasih ini buat kakak.
Dasaaaaaarrr kamu ya! ... Adik tidak ada akhlak, itu sama aja kamu jual Kakak kamu sendiri, kamu tau!....Teriak Laura dengan muka murka
__ADS_1
"Emang iya... Mana ku tau" jawab Paisal sambil lari keluar, karena kalau tidak lari dia tau pasti kakaknya akan mukuli dia.
"Ibu aku berangkat ya" sambil melihat bawaan yang banyak banget, ada tas ransel, tas selempang, satu kardus besar dan satu kardus kecil. Yang mana dia sendiri tidak begitu tau apa saja isi dari kardus kecil itu, ini pasti akan sangat merepotkan, gumam Laura sembil menarik nafas berat
Seteh menghabiskan waktu ± 3 jam perjalan akhirnya sampai di asrama juga, sudah bayak yang balik dan tentunya hanya barang Laura yang paling banyak, sampai ia harus minta tolong sama Pak satpam untuk bawa barangnya keatas
Habis magrip setelah absen, dan ibu asrama pulang kamar mulai heboh, heboh karena semuanya mulai bercerita. Dan tentu saja semua bercerita tentang mereka yang bertemu pacar dan saling melepas rindu, bahkan mereka tanpa rasa malu bercerita mereka berciuman, berpelukan dan ada diantara mereka yg bermalam sama pacarnya.
"Elia, emang beneran kamu tidur ama pacar kamu" tanya Laura dengan muka tidak percaya.
Yang lain semuanya malah melihat kearah Laura degan muka heran dan aneh
"Kenapa kalian smua pada ngeliatin aku sih, emang pertanyaan aku aneh ya? Dengan heran dan merasa aneh karena mereka semuanya melihat ke Laura dengan mimik muka yang berbeda beda
"Laura, jangan bilang kalau kamu belum pernah pacaran ya, " tanya Linda dan Sekar hampir berbarengan
__ADS_1
Heheheh.... sambil tersenyum dengan manis Laura mengangguk perlahan, "kan aku masih anak anak ngapain juga aku pacaran. Umurku kan belum genap 17 tahun, makanya aku belum pacaran" jawab Laura santai, karena menurutnya itu wajar
Hampir serempak semua temanya pada tepuk jidat dan geleng geleng kepala.
"Emang lhoe tinggal dibelahan bumi mana sih, zaman gini tidak pacaran, atau jangan jangan tidak ada laki laki yang suka ama lhoe?" tanya Intan dengan muka terlihat syok karena tidak percaya orang secantik Laura belum pernah pacaran.
Dengan muka biasa aja Laura menjawab. "Banyak sih yang suka sama aku di desa, dan dari daerah yang lain juga ada yang ngajak aku pacaran, tapi aku tidak mau" jawab Laura cuek.
"Emang siapa aja yg suka am akamu" tanya Sri karena berpikir mungki yang suka sama Laura laki laki yang biasa, jelek atau mungkin pengangguran di kampungnya.
Sambil tersenyum malu Laura menjawab. "Ada bebera yang suka, ada teman Kakak sepupuku yang sekarang masuk kuliah Tehnik dikota ini, ada juga tetanggaku yang jadi Polisi, dan ada juga kakak kelas aku waktu smp sekarang dia sekolah di SMK di kotaku. Tapi aku sama sekali tidak suka sama mereka, dan saat mereka ngajakin aku pacaran aku bilang aja aku tidak mau dan tidak suka sama mereka.
"Gilaaaa lhoe ya... jangan jangan lhoe tidak normal" celetuk Intan dan di iyakan sama semua temanya. Dan tanpa sadar mereka sudah duduk melingkari Laura, bahkan mereka saja terkejut dengan apa yang terjadi, kenapa mereka semua sampai duduk begitu.
"Ra... kamu tenang aja ya, nanti aku akan ajarin kamu pacaran" jawab linda yang tanpa diminta oleh Laura, bahkan smuanya setuju untuk ngajarin Laura pacaran, bahkan mereka sangat kompak untuk hal ini.
__ADS_1
Laura hanya bengong tampa mengerti apa yang sedang di bicarak oleh teman teman sekamarnya. Tapi yang pasti kalau untuk pacaran Laura tidak akan mau untuk saat ini