Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
5. Mulai


__ADS_3

Katanya masa transisi antara remaja dan dewasa itu sangat rentan, karena apa bila disaat itu seseorang tidak punya cukup pengetahuan dan prinsip dalam hidupnya, maka orang itu akan salah langkah dan menjadi hancur. Itulah yang paling di takutkan oleh semua orang tua, karena bila saat ini anak tidak di bentengi dengan akidah dan ilmu agama yang memadai maka akan terjadi penyesalan dikemudian hari.


Laura tau kalau saat ini dia sedang dalam masa transisi itu, karena itu dia sangat berhati hati, apa lagi setelah mendengar cerita teman temanya tentang lawan jenis, dan cara mereka bergaul membuat Laura ngeri sendiri. Tapi Laura punya prinsip kesucian, setia hanya untuk suami. Karna dia percaya, seorang wanita yang sudah menikah syurganya ada disuaminya. Karena itulah dia tidak begitu peduli dengan pacaran. Harus jaga hati pacar biar tidak cemburu, harus menunurut sama pacar, itu adalah hal yang sangat tidak perlu dan masuk alal menurut Laura. Makanya Laura tidak mau pacaran karena itu tidak penting, dan seharusnya itu semua kita alami nanti saat punya seorang suami, bukan sama pacar


Tentu saja pendapat itu banyak tidak di setujui oleh teman teman lainya, karena menurut temanya mumpung masih muda, ya pacaran saja puas puasin biar nanti saat menikah tidak akan selingkuh. Dan pastinya kesucian (peraw**) tetap untuk suami, dan bersama pacar selain dari itu masih boleh boleh saja. Menurut pendapat mereka. Tapi itu tidak berlaku untuk Laura dan beberapa teman lainya.


"Minggu besok pulang kerumahku ayo?" ajak Elia sangat berharap agar Laura mau ikut karena mau dikenalin sama teman pacarnya.


"Bukanya kita tidak ada izin menginap? jadi bagaiman mau kerumah kamu?" tanya Laura berfikir tidak mungkin.


"Tenang saja rumah Elia dekat, cuma 15 menit naik taxi juga sampai" kata Sri, karena memang mereka tinggal dikota ini dan saling kenal.


"Oh...aku tidak ikut ya karena mau mencuci baju dulu, dan lagi males keluar juga" jawab Laura sebagai alasan karena memang merasa tidak nyaman diajak kerumah orang lain


"Kalau alasan cuci baju tidak masalah, bawa aja baju kotor lhoe cuci dirumah gua, ikut saja disana seru dan rame lhoe pasti akan suka" ajak Elia berfikir kalau Laura cewe yg suka ngumpul ngumpul bareng sama cowo


Akhirnya Laura ikut juga kerumah Elia dan ternyata Sri juga ikut. Selama perjalana Sri sangat heboh karena dia tau dirumah Elia banyak teman kakaknya, dan ganteng ganteng lagi, kalau hari minggu mereka memang pada ngumpul dirumah Elia, karena mama dan papanya sangat suka kalau teman anak anaknya pada main dirumahnya, dari pada anaknya main ke tempat yang tidak jelas.


"Ayo masuk, anggap aja rumah sendiri ya" ajak Elia sambil bejalan masuk, sambil celingak cilinguk nyari mama dan papannya yang tidak terlihat.


"Mama dan papaku lagi dikamar mungki, nanti saja ya kita ketemu mereka" kata Elia sambil berjalan menuju kekamarnya dilantai dua.

__ADS_1


Sri dan Laura bengong ngeliat rumah yang sangat besar dan mewah dengan segala perabotan yang terlihat sangat mahal. "ini rumah atau hotel ya, mewah dan banyak kamar" gamam Sri.


"Ini kamarku silahkan masuk" ajak Elia dengan tangan terbuka lebar menyeruh kedua temanya masuk, sambil berjalan sampai ditempat tidur Elia langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur sambil tengkurep.


Dalam hati Laura bergumam "ya ampun ini kamar seperti kamar tuan putri, sangat mewah, sungguh sangat nyaman tinggal dikamar seperti ini.


Diluar para lelaki sedang heboh karena penasaran sama dua cewe yang pulang bareng Elia.


"Deni lhoe kenal am cewe yang sama adek lhoe?, kenalin sama gue dong" minta Arpat dengan tangan di satukan didada sambil memohon


"Lhoe kira aku kenal? ngeliat juga baru sekarang, itukan teman baru adekku diSMA asramanya. Lhoe jangan macam macam ya am teman adekku, karena bagiku teman Elia ya berati adek aku jg" tegas Deni karena dia tau kalau Arpat adalah buaya darat paling bahaya untuk semua gadis.


"Hei... cewe kenalin Gua Arpat, teman kakaknya Elia" dengan pede nya mendekat dan memberika tanganya untuk berkenalan.


Dengan gugup dan takut, sambil mundur selangkah Laura mengulurkan tangan menyambut tangan Arpat dengan gemetaran.


"Namaku Laura Shinta"


PLAK...


"Aduuuuh Auw!... Sakit" teriak Arpat karena kepalanya ditabok Deni dari belakang.

__ADS_1


"gapain sih lhoe tabokin gue" keluh Arpat sambil mengigit giginya karena kesel.


"Dasar lhoe ya, gk liat tuh anak orang sudah gemetar ketakutan dengan tikah lhoe" ucap Deni sambil melirik ke arah Laura yang sudah gemetar takut karena tiba tiba ada laki kali asing yang mendekat.


"Kenalin aku kakaknya Elia... Deni, panggil aja Kak Deni sama seperti Elia, dan ini teman kakak yang kuliah di kota J juga, dan sekarang kami lagi liburan disini. Jangan di ambil kehati ya tingkah pria itu, kalau melihat cewe cantik dia memang seperti srigala kelaparan satu tahun belum makan. "jelas Deni sambil tersenyum.


"Ii-iya Kak gak apa apa, Laura cuma kaget aja tiba tiba ada orang" aku Laura dengan muka merah karena malu di bilang cantik sama Deni.


"Ada apa ini? "tanya mama Deni sambil melihat ke arah Laura karna merasa asing dan tidak kenal.


"Ini teman Elia ma.. namanya Laura. "jelas Deni


"Tante... "sabut Laura sambil menyalami dan kencium pungung tangan mama Laura dan senyum manis.


"Mana itu anak pembuat anak onar, liburan kemren dia nginap di mana? mama lihat di kamarnya tengah malam dia tidak ada" kesel sang mama sambil berjalan ke kamar Elia dengan muka marah dan kesel.


"Hei.... jangan bengong dan takut begitu, mama kita orangnya memang begitu tapi, aslinya sangat baik dan lembut" jelas Deni sama Laura


hehehe.... Laura cegegesan sambil mengangguk tanda mengerti.


Di atas bu Andine sedang marah sala Elia hingga membuat Sri takut, Elia yang di marahi cuek aja. Dan mengatakan kalau kemaren dia memang tidak dirumah, Elia menginap dirumah teman SMP nya.

__ADS_1


__ADS_2