Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
21. Awal Mula


__ADS_3

Bahagia yang tadi diharapkan berubah menjadi durja yang sangat menyakitkan, rasa cinta yang tadinya tulus tiba tiba berganti jadi benci dan jijik yang tidak berujung.


Bagaimana tidak, wanita yang pertama dicintai dengan setulus hati, menjalin hubungan selama 3 tahun, menuruti semua yang di inginkan sang kekasih, baik waktu dan juga materi yang telah diberikan selama ini. Tapi tiba tiba sang kekasih hamil, padahal dia sendiri tidak pernah berhubungan badan denganya. Siapa yang tidak kecewa dan sakit hati.


Rangga keluar dari ruangan dokter Amelia tanpa permisi, baik ke pada dokter Amelia atau pun pak Anton. Mereka yang melihat sikap Rangga jadi heran, Rangga tidak peduli, ia ingin segera pergi jauh dari ruangan ini dan melepaskan kekesalan dan kecewaanya. Dengan langkah tidak seimbang Rangga menuju mobilnya, didalam mobil rangga terus saja memukul mukul stir mobilnya dengan muka merah karena amarah.


Rangga melajukan mobilnya dengan keceptan tinggi, bahkan hampir beberapa kali terjadi kecelakaan, Rangga terus melajukan mobilnya ke apartemen, karena dalam kondisi seperti ini tidak mungkin dia pulang kerumah.


Begitu sampai di apartemen Rangga langsung berteriak sejadi jadinya, sambil mengambil semua barang yang ada hubungannya dengan Melisa dan manghancurkan semuanya tanpa sisa.


"Kenapa ini terjadi padaku ya Allah, rasanya sungguh sakit hiks... hiks, apa semua wanita didunia sebejat itu, dulu ayah hancur karena pelac**, aku melihat ibu menderita karena wanita murah** dan sekarang aku mengalaminya. Kenapa harus aku ya Allah. Batin Rangga sambil menangis, dan Akhirnya tertidur karena terlalu lelah.


Hari sudah malam, tapi rangga belum pulang juga, bu Aisyah sudah sangat khawatir karena di telpon juga tidak diangkat.


"Edi coba kamu cari Rangga di apartemenya, perasaaku tidak enak dari tadi siang, ini pasti ada sesuatu" pinta bu Aisyah pada adiknya.


"Iya baik Kak, aku juga heran kenapa kita telpon tapi tidak diangkat" kata paman Edi


"Udah sana cepetan, ini pasti hal yang serius makanya Rangga tidak pulang kerumah" kata bu Aisyah.


Ting, tong...


Berulang kali bel dipencet tapi tidak ada jawaban dari dalam, akhirnya pak edi membuka pintu dengan konci cadanganya. Betapa terkejutnya pak Edi melihat suasana didalam rumah.


"Ya ampun ini rumah seperti habis kena gempa aja" ucap pak Edi sembil melihat piring, gelas, bahkan lemari dapur, bahkan meja makan tidak berbentuk lagi. hufh... Sambil menghembuskan nafasnya berkata "untung saja ruangan ini kendap suara kalau tidak pasti sudah polisi disini, ada apa sebenarnya ini, kenapa bisa sepertinya" tanya nya pada diri sendiri seperti orang gila.


Pintu kamar terbuka" apakah itu paman" tanya Rangga sambil mengelurkan kepalanya. karena pindu tidak bisa dibuka karena terhalang barang yang hancur didalam kamar.

__ADS_1


Paman mendekat dan terkejut melihat muka Rangga, mata bengkak, rambut acak acakkan dengan muka khas orang bangun tidur.


" Hahahaha.... krek. Jangan sampai ada wanita yang melihat wajah kamu sekarang, karena dia pasti akan kabur" ungkap paman sambil memasukan handphone kedalam sakunya.


"Paman mengambil foto wajahku" tanya Rangga


Yang ditanya puru pura tidak dengar.


"Apa ini semua Rangga, kenapa semua sampai hancur begini" tanya paman


"Ini semua adalah benda yang ada jejek wanita murah** itu, aku hancurkan semuanya, agar aku tidak mengingat dia lagi" jawab Rangga.


"Wanita murah**? siapa yang kamu maksud, paman tidak mengerti.


"Siapa kalau bukan Melisa paman, wanita itu hamil paman! hamil tapi bukan denganku, aku bahkan tidak pernah tidur denganya, tapi bagaimana dia bisa hamil! kalau dia bukan wanita murah**" ungkap Rangga dengan air mata yang mengalir.


"Sudah, sudah, tidak apa apa ini semua akan berlalu, dan saat ini di tempat yang jauh mungkin sedang ada wanita yang menjaga dirinya untuk mu" jawab paman sambil menenangkan.


"Tidak mau hancur seperti ayahmu paman setuju, tapi semua wanita sama saja itu paman tidak setuju, buktinya adalah ibumu, dan diluar sana masih banyak wanita yang baik" jelas paman.


"Semoga saja ada, walau aku tidak yakin. Pamam tolong besok semua yang ada di sini dibuang semuanya, aku mau apartemen ini seperti masih baru, kosong tidak ada apa pun yang tersiaa. Nanti akan aku atur ulang semuanuya" jelas Rangga pada paman, agar paman tidak membuat kesalahan.


Di waktu yang sama di kota L


"Kapan pengumuman kelulusan masuk kuliah keluar" tanya tuan Alvin pada Laura saat santai diruang tamu.


"Katanya sih kamis atau jumat ini Om, dan sabtunya kami wisuda" jawab Laura

__ADS_1


"Semoga kamu lulus ya, dan itu bisa jadi kado saat wisuda nanti" jawab Deni sambil lewat dan mengelus kepala Laura.


"Ih... Kak Deni!, kusut tau rambutku" teriak Laura, yang diteriaki malah cuek berjalan dan masuk ke kamarnya.


Tuan Alvin dan bu Andine yang melihat hanya senyum senyum, mereka heran melihat dua insan yang dengan rasa persaan berbeda. Yang satu dengan rasa sayang dan jantung berdebar yang satu lagi dengan tulus mengangap itu hanya sayang seorang Kakak terhadap adiknya.


"Laura ke kamar ya kita ngedrakor bareng" ajak Elia.


"Kenpa gak nonton disini aja, biar mama dan papa ikutan" tanya bu Andine


"Mah... kami ini nonto drama, jadi mama dan papa gak bakalan nyambung dan ngerti alur ceritanya" jawab Elia.


"Bagai mana kalau kita nonton movie aja, biar sekali nonton selesai" ajak Laura


"Boleh juga tuh, papa panggil Deni dulu biar kita nonton bareng" kata tuan Alvin


"Wah pasti seru ni kita nonto bareng, gimana kalau kita bikin pop corn, pasti nontonya tambah seru" ungkap Elia semangat.


Akhirnya malam itu mereka nonton bareng, walau tidak suka dengan bintang Korea Deni juga ikutan nonton. Mereka tertawa bersama dan terlihat sangat bahagia.


"Kalau bisa aku ingin waktu berhenti saat ini, aku ingin selalu seperti ini, tertawa, bercanda asal selalu bersama nya itu sudah cukup untukku, aku bahagia hanya dengan melihatnya. Semoga nanti hatimu akan terhuka untukku Laura. Batin Deni


"Mereka sangat cantik dan ganteng, apa seprti itu perut roti sobek yang Laura bilang waktu itu" tanya bu Andine penasaran setelah melihat adegan aktor pria bertelanjang dada.


"Iya benar tante, kereen banget kan, ngeliatnya aja udah bikin ngiler apa lagi kalau sampai dipeluk" ungkap Laura bersemangat dan kegirangan. Ya itulah Laura, dia bisa menjadi dirinya sendiri di depan keluarga Elia.


"Kamu mah, ngomong doang, kalau dipeluk badan begitu kamu pasti pingsan" ejak Elia sambil tertawa

__ADS_1


"Tidak bakalan, aku sekarang sedang belajar berpelukan dengan pria, tapi dalam hayalanku" jawab Laura dengan muka merah karena malu sambil tersenyum.


Taun Alvin melihat ke Deni,dan kebetulan Deni melihat kearahnya, tuan Alvin mengedipkan mata dan anggukan kecil disertai isyarat, 'badan kamu harus seperti itu' Deni yang mengerti ikut mengangguk.


__ADS_2