Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
13.Wabah Penyakit 2


__ADS_3

Eyang Raga Runting berjalan mengikuti orang setengah baya itu menuju rumahnya melihat keadaan anak dan istri pria setengah baya.


Setelah berjalan seperti terburu buru akhirnya Eyang Raga Runting sampai di sebuah rumah yang sederhana.


Eyang Raga Runting kemudian masuk gubuk itu dan mengikuti pria setengah baya itu setelah di persilahkan masuk.


"Silahkan masuk nak Raga, ini gubuk kami tinggal, dan di kamar itu anak istriku terbaring lemah nak," ucap pria setengah baya itu berjalan ke arah kamar yang di tunjuknya.


Terlihat seorang wanita setengah baya, anak laki dan gadis kecil terbaring tak berdaya, wajahnya dan tubuhnya berwarna merah.


Eyang Raga Runtingpun kemudian mendekati mereka bertiga tanpa di suruh pria setengah baya itu karena ia juga sedikit khawatir dengan keadaan mereka,


"Ini memang penyakit yang aneh ki, asal mulanya bagaimana kok bisa wajah dan tubuh mereka jadi merah begini, tapi kalau melihat keadaan dari tubuhnya ini sepertinya terkena Racun wisa dari Bangsa siluman ki, makanya harus cepat di obati, kalau tidak racun bisa ini bisa menyebar ke seluruh tubuh yang akan berakibat lumpuh atau kematian," ucap eyang Raga Runting menjelaskan apa yang di alami mereka bertiga.

__ADS_1


"Nak raga Kalau begitu aku harus bagaimana aku tidak tega melihat anak istriku seperti ini, apa penyakit ini bisa di sembuhkan nak Raga," ucap pria setengah baya itu yang melihat anak istrinya dengan perasaan srdih.


"Ini wisa dari Siluman Ular Putih, kebetulan sekali untuk menyembuhkan penyakit itu harus memakan daging ular itu sendiri, munkin ini sudah takdir dari sang hiyang widi," bhatin eyang Raga Runting.


"Nak,,, Nak Raga,,, mengapa malah diam, apa penyakit ini bisa di sembuhkan nak, aku mohon selamatkan anak anak dan istri kami nak Raga," ucap pria setengah baya itu dengan sangat sedih.


" Setelah melihat ini sepertinya ada sebuah sungai yang tak jauh dari sini bukan, dan sungai itu sangat bersih sekali, dan munkin setiap harinya para warga selalu melakukan aktifitasnya di sungai itu, dan sungai itu sudah terkena bisa dari siluman ular itu ki, jadi kemunkinan besar kronologinya seperti itu, dan sangat kebetulan sekali untuk dapat sembuh anak istrimu dan warga harus memakan daging ular itu senduri ki," jawab Eyang Raga Runting


"A,a,apa nak Raga, mereka ini ternyata terkena bisa ular siluman itu lewat air sungai yang berada tak jauh dari sini nak Raga, terus bagaimana kami mendapatkan daging siluman itu nak Raga, kalau begitu sungguh malang nasibmu istri dan anak anaku, karena hanya memakan daging siluman itu baru bisa di sembuhkan.


"A,a,a,apa be be benar ini daging ular siluman itu nak raga, darimana nak jaka mendapatkan daging ini, dan terima kasih kalau begitu, aku akan segera memasak daging ular ini demi kesembuhan anak dan istriku nak Raga," balas pria setengah baya itu yang terlihat sedikit tersenyum.


"Ini memang daging ular siluman ki, hhhheeee,,, aku sempat bertarung melawan siluman ular itu yang mau memakanku, tapi apes untuk siluman ular itu, ia mati sangat mengenaskan, aku sempat mengambil sebagian daging ular siluman itu, karena buat bekal perjalananku ki, eh malah tak di sangka daging siluman ini akan sangat berguna untuk kesembuhan anak istrimu dan para warga desa," ucap eyang Raga Runting pada pria setengah baya itu.

__ADS_1


"Nak Raga bertarung dengan Siluman Ular, sungguh hebat ternyata nak Raga ini,, Terima kasih kalau begitu nak Raga, harus dengan cara apa kami membayar nak Raga, sebaiknya aku masak dulu nak, aku sungguh khawatir pada anak istriku, maaf kalau nak jaka saya tinggal untuk memasak daging ular siluman ini," balas pria setengah baya itu yang melangkah menuju dapur untuk memasak daging ular siluman demi kesembuhan anak istrinya.


Setelah menunggu beberapa lama, pria setengah baya itu membawa daging yang sudah di masaknya, tanpa kata pria itu langsung memasukan daging ular itu sedikit sedikit ke dalam mulut istri dan kedua anaknya.


Setelah beberapa suapan sedikit demi sedikit wajah ketiganya sedikit berubah, wajah dan tubuhnya yang barusan terlihat memerah kini sudah mulai hilang.


Pria setengah baya itu terus menyuapi kedua anak dan istrinya dengan sabar, karena ia juga melihat wajah dan tubuh dari anak istrinya kembali normal,


Setelah beberapa suapan mereka bertiga sudah bisa menggerakan tubuhnya, dan setelah daging sudah di berikan ketiganya, berangsur angsur bertambah baik, kini mereka sudah bisa bicara dan duduk dengan air mata kebahagian.


Setelah itu Eyang Raga Runting mengajak pria setengah baya itu untuk memberikan daging kepada para warga desa yang terkena penyakit itu, ada sebagian merasa jijik dengan daging siluman ular itu, tapi karena demi kesembuhan merekapun harus memakannya.


Maaf baru bisa update semoga bisa menghibur dan menyukai cerita ini,

__ADS_1


Kalau merasa suka kasih vote atau cuma like itu sudah lebih buat author, dan bisa terus berimajenasi sampai tamat


__ADS_2