
Dalam sekejam tetua Dirjo sudah berada di atas alun alun pusat padepokan Singa Emas, karena di antara para tetua, tetua Dirjolah yang lebih unggul ilmu olah kanuragaanya, makanya itu ia menguasai semua jurus senjata, menjadikan kelompoknya selalu unggul dalam segi apapun, tapi sifatnya yang kejam menjadikan murid muridnya juga meniru prilakunya.
"Bocah,,,, keluarlah kau, jangan bersembunyi seperti tikus, kau harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kau lakukan pada muridku, keluarlah kau bocah tengik, sekarang hadapi aku biar kau bisa merasakan apa yang di rasakan muridku," teriak Tetua Dirjo yang suaranya begitu keras karena dilapisi tenaga dalam.
Seketika para murid berhamburan keluar mendengar suara tetua Dirjo, terlihat di udara tetua Dirjo sudah terlihat begitu geram dan mengeluarkan aura petarungnya yang begitu menekan para murid yang sedang mendongak ke atas.
Terlihat tubuhnya sudah terbungkus kilatan kilatan petir mengelilingi tubuh tetua Dirjo, para murid jadi sedikit resah dan panik, tapi apa daya aura yang di keluarkan mengimidasinya.
Para tetuapun juga mendengar teriakan tetua Dirjo menuju ke alun alun.
"Tetua Dirjo apa yang kau lakukan, apa kau juga ingin mencelakai murid murid padepokan, sebaiknya kita bicarakan baik baik, apakah kamu masih tidak menerima apa yang terjadi pada muridmu itu, apa pagi tadi kau tak mendengar penjelasan pemuda itu dan ketua Braja Musti," balas teriak tetua Wiratama pada tetua Dirjo yang masih melayang di udara.
__ADS_1
"Aku tak ada urusan denganmu tetua Wiratama, urusanku hanya dengan bocah bau kencur itu, dimana bocah itu, apa kau menyembunyikan keberadaan bocah tengik itu, sebaiknya kau bawa bocah itu kehadapanku, atau aku akan melanggar peraturan padepokan ini," ucap tetua Dirjo dengan lantang kepada tetua Wiratama dengan senyum sinis.
"Saya disini tetua, bukanya saya sudah meminta maaf, sekarang apa yang anda inginkan dari saya ini tetua, sebaiknya kita bicara baik baik, saya akui saya yang bersalah tapi apa pantas seorang murid selalu bertindak arogan pada murid murid lain, saya tak mau masalah ini berlarut larut," teriak Badar Geni yang sudah di samping tetua Wiratama yang juga mendongak ke atas.
"Hhhhaaaaa,,,,,, aku kira kau akan bersembunyi seperti tikus, ku akui kau bernyali besar bocah tengik, karena kau sudah berada di sini aku akan membalaskan apa yang kau lalukan pada murid kesayanganku, kalau kau berani hadapi aku bocah, dasar bocah bau kencur," jawab teriak Tetua Dirjo yang mulai turun dari ketinggian.
"Pantang bagi saya untuk bersembunyi bagi saya itu bukan jiwaku, kalau itu bisa membuat tetua merasa puas, saya akan mempertanggung jawabkannya, kalau menurut yang saya lakukan terhadap murid anda salah berarti memang itu sudah terlihat dari sifat anda senior," ucap Badar Geni yang berdiri tak jauh dari tetua Dirjo turun dari ketinggian.
Badar Genipun juga sudah siap siaga dengan kuda tarungnya, auranyapun juga merembes bocor ke arah Tetua Dirjo, membuat tetua Dirjopun menicingkan matanya ke arah Badar Geni.
"Tetua Dirjo, apa kau akan membuat padepokan yang sudah berdiri ratusan tahun ini akan rata dengan tanah, apakah kau tak sadar apa yang sedang kau lakukan ini tetua, dendam akan membawamu dalam masalah, tetua," ucap lantang tetua Wiratama pada tetua Dirjo dengan sedikit geram.
__ADS_1
"Sudahlah tetua Wiratama, percuma bicara baik baik dengannya, kalau dengan bertarung bisa menyelesaikan masalah, aku akan menghadapinya, jangan kuatir saya jamin padepokan ini akan tetap berdiri kokoh, sebaiknya tetua mundur beberapa langkah, saya akan membuat segel pelinding di area alun alun ini, biar kerusakan dapat di hindari, maafkan saya kalau saya merepotkan tetua dan para murid di sini," ucap Badar Geni pada tetua Wiratama yang masih berdiri di sebelahnya.
"Kalau begitu kami tak bisa berbuat apa apa anak muda, kalau itu juga maumu kami tak bisa ikut campur, berhati hatilah yang kamu hadapi kemampuanya di atas kami semua," jawab Tetua Wiratama pada Badar geni yang mundur beberapa langkah ke belakang.
Badar Geni hanya menganggungkan kepalanya, ia langsung bersiap untuk membuat segel pelindung, dengan sedikit bantuan Rajawali Es yang dari tadi cuma mengamati dari kejahuan, Badar Geni bicara lewat telepati ke Rajawali Es untuk membuat segel pelindung yang kuat biar daya pertarunganya tak berpengaruh ke bangunan di padepokan,
"Rajawali Terima kasih sudah membuat segel pelindung yang tak kasat mata ini sekarang segel gabungan dari kita tak akan membuat kehancuran di padepokan ini," ucap Badar Geni pada Rajawali es lewat telepatinya.
Sekarang segel dari gabungan dari Rajawali Es sudah sempurna, semua murid muridpun mundur menjauh tak ingin dampak dari pertarungan itu akan berakibat fatal untuk mereka, karena mereka tak mengetahui kalau sudah ada segel pelindungnya, merekapun bersiap siap untuk melakukan pertarungan.
""Jangan lupa like, vote ataupun comen, dan terima kasih masih tetap setia menunggu kelanjutan cerita ini, dan terima kasih atas dukungannya, semoga sukses selalu""
__ADS_1
*thanks*