
Rajawalipun sedikit lega karena alam dimensinya sudah kembali semula, iapun menatap Badar Geni dengan sinis.
"Kau,,,, sudah berani memporak porandakan alam dimensiku, aku belum kalah jangan berharap kau dapat dengan mudah mengalahkanku manusia sialan," ucap Rajawali Es yang sedikit geram.
"Hhhheeeee,,,,, masih bisa kau membekukan lagi alam dimensimu ini Rajawali Es campur, hhhhhiiii,,,,, sepertinya ini semakin menarik, kalau begitu aku akan sedikit serius agar kau dapat mengakuiku sebagai tuanmu, Rajawali jelek, hhhhaaa,,,," jawab Badar Geni dengan lantang.
Rajawali Espun menambah kekuatan Es Abadinya, membuat hawa semakin dingin, karena tubuh badar geni sudah di selimuti api biru membuat hawa dingin itu sudah tak terpengaruh lagi.
Kini ia mulai terbang tinggi badar genipun sampai mendongakan kepalanya untuk mengetahui keberadaan Rajawali Es.
Belum sempat memicingkan matanya hujan bongkahan espun menghujani Badar Geni, Badar Genipun menambah kewaspadaanya dengan hujan es yang di tujukan untuknya.
Ia kembali mengeluarkan Perisai Api Abadinya, dan mulai terbang menghampiri Rajawali Es di ketinggian, iapun mulai melancarkan jurus jurus Api Abadi, kini Pedang Elemen Apupun sudah ada di tanganya,
Api birupun menyelimuti Badar Geni saat pedang Elemen Api sudah berada di tanganya, Pedang Elemen Apipun tak ingin kalah dengan tuan barunya, iapun juga mengeluarkan Api Hitam api terpanas yang ia miliki,
Bunyi dentingan saat Pedang Elemen Api menebas bongkahan es atau serpihan es yang menghujani tuanya. Dalam sekejam saja bongkahan es itu lenyap seperti terserap dalam Pedang Elemen Api,
Melihat itu Rajawali Es tak menyerah kini ia juga menggunakan Pedang Elemen Es, Pertarungan di udara jadi semakin sengit, belum ada yang ingin mengalah dalam pertempuran di alam dimensi itu.
Sabetan atau tebasan kedua senjata pusaka itu seakan mengamuk ingin membuktikan siapa yang terkuat, hingga dalam ketinggian itu udarapun jadi tak menentu, kadang udara sangat dingin kadang udara begitu sangat panas,
__ADS_1
Sudah Ratusan jurus yang mereka keluarkan, kadang Rajawali sedikit terdesak kadang gantian Badar Geni yang terdesak, mereka saling menunjukan kekuatan dan kelebihanya.
Tapi kemampuan Badar Geni masih di atas, terlihat dari serangan Rajawali Es dengan Roh Pedang Elemen Es yang mulai melemah dan tak teratur, membuat celah di pertahan dari Rajawali Es terlihat sangat jelas, Badar Genipun tak menyia nyiakan kesempatanya untuk melumpuhkanya.
Badar Genipun langsung melakukan serangannya. Pedang Elemen Apipun berkobar kobar, api hitamnya menyerang ke titik titik vital tubuh Rajawali Es, Kedua Roh pedang kembar itu menunjukan kemampuanya masing masing.
Kedua pedang itu sudah melesat dari pemiliknya bertarung sendiri sendiri, begitu juga dengan Badar Geni yang kini menyerang pertahanan dari Rajawali Es, satu serangan dari Badar Geni masih bisa untuk dihadapi, dan di serangan ketiga Badar Geni langsung memberikan serangan bertubi tubi ke arah Rajawali Es.
Rajawali Es semakin terdesak, karena tenaganya di bagi ke Roh Pedang Elemen Es dan juga dirinya sendiri. Satu pukulan telak Badar Geni mengenai tubuh Rajawali Es, tubuhnyapun melesat kebawah, karena keseimbanganya mulai goyah, apalagi pukulan yang di lancarkan Badar Geni ke arah tubuh Rajawali Es sangat luar biasa,
"Pukulan Seribu Api Abadi tingkat satu"
"Pukulan Api membelah Bumi"
Jedummmmm,,,,,
"Aaaaaccccckkkk,,,,,,"
"Bangsattttttt kau manusiaaaaa,"
"Rasakan kau Rajawali congkak, hhhhaaaa,,,, apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini," teriak Badar Geni.
__ADS_1
Badar Genipun ikut menghampiri Rajawali Es yang terjatuh, iapun mengeluarkan pukulan Api Abadi sekali lagi ke arah Rajawali Es, karena tenaganya sudah menipis Rajawali Es tidak bisa menghindari pukulan dari Badar Geni.
Rajawali Es mengunakan sisa sisa tenaganya untuk meredam pukulan Badar Geni dengan perisai Es Abadinya, tapi tetap saja ia terkena pukulan, tubuhnya semakin cepat meluncur ke bawah,
Booooommmmmm,,,,,,
Suara ledakan terdengar begitu keras saat Rajawali Es mendarat di alam dimensinya, Lapisan es pun menjadi sebuah kubawangan yang sangat besar saat Rajawali Es jatuh dengan keras.
Iapun akhirnya terkapar darah segar keluar dari paruhnya, tubuhnya sedikit tak bisa di gerakan,
"Uhhhuuukkkk,,,
"Tak ku sangka aku akan kalah dengan seorang manusia untuk yang kedua kalinya, kekuatanya setara dengan manusia sebelumnya yang sudah mengalahkanku beratus ratus tahun yang lalu, kekuatanku ternyata belum bisa untuk menandinginya," bhatin Rajawali Es yang muntah darah dan terkapar di kubangan.
"Kau,,,, Rajawali Es Jelek, apa kau masing ingin melanjutkan pertarungan lagi ha, kau itu jangan terlalu congkak, lebih baik dari tadi kau menyerah dan mengakui kekalahanmu, sekarang jangan salahkan aku kalau kau sampai terluka parah seperti itu," ucap Badar Geni yang sudah berada di hadapan Rajawali Es.
"Aku mengaku kalah manusia, aku hanya ingin menguji kekuatanmu, ternyata kekuatanmu setara dengan manusia sebagai tuanku waktu dulu, yang juga menaklukanku di tempat ini, sekarang untuk itu aku akan mematuhi perkataanmu manusia," balas Rajawali Es yang sudah tak berdaya itu.
"Dasar Rajawali Es lilin kau, sekarang setelah kau tak bisa apa apa baru mengakui aku sebagai tuanmu, sekarang aku ingin kau dan Roh Pedang Elemen Es patuh padaku, jangan sekali kali kalian menghianatiku," ucap Badar Geni dengan sedikit geram.
"Roh Pedang Elemen Api kembalilah, hentikan pertarunganmu dengan Roh Pedang Elemen Es, dan kau Roh pedang elemen es sekarang kau harus menuruti perintahku," teriak Badar Geni pada kedua Pedang yang sedang menunjukan kekuatanya masing masing.
__ADS_1
Mendengar perkataan Tuanya, Roh Pedang Elemen Api menghentikan petarungan mereka ia langsung melesat ke bawah di ikuti dengan Roh Pedang Elemen Es.