Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
20.Pedang Kembar


__ADS_3

Sementara di kawah gunung merapi, terlihat kini badar geni masih bertapa brata, tubuhnya kini kelihatan berisi, tulangnya sudah di tempa di lahar gunung merapi, begitu juga otot dan tubuhnya.


Wajahnya kelihatan bertambah rupawan, kulitnyapun putih tanpa cacat, ia masih memejamkan mata, mungkin beberapa hari lagi penempaan jiwa dan hatinya sudah di tahap sempurna,


Dari jiwanya semua seni kanuragan jurus jurus aneh tiba tiba langsung terbayang, anehnya lagi hanya dalam hitungan detik jurus jurus aneh itu sudah dapat di hafalnya, apalagi dalam seni pengobatan ia seperti mengerti semua akan segala racun dan penangkalnya, dan cara untuk membuatnya.


Setelah di perlihatkan olah pengobatan di dalam ranah jiwanya, kini ia dihadapkan dengan sebuah pedang yang menancap di batu, dalam ranah jiwanya ia merasakan nyata badar geni berusaha memegang pedang itu, tapi keanehan terjadi, ia berusaha untuk menghampiri pedang itu tapi semakin melangkah pedang yang terdiam itu kelihatan semakin menjauh.


"Aiihhhh,,,,, kalau kau memang berjodoh denganku kau pasti akan menghampiriku, pedang karatan hhheee, bukan malah menjahuiku,, benar aneh kenapa langkahku sama sekali kelihatan hanya berjalan di tempat, huh sangat menyebalkan," bhatin badar geni yang ternyata, ia hanya berjalan di tempat.

__ADS_1


"Tidak semudah yang kau kira bocah, apa dengan kemampuanmu saat ini kau bisa mengambilku dengan mudah, ku akui kau calon tuanku yang baru, tunjukan kalau kau memang pantas menjadi tuanku bocah," ucap pedang yang ada dari jarak yang agak jauh dari badar geni berdiri.


"Kau bisa ngoceh juga ternyata, hhhheee, ku akui kau juga begitu hebat, bisa mebaca pikiranku pedang karatan, auramu juga begitu besar, kau mempermainkan aku, kau buat aku hanya berjalan di tempat ini, kalau aku memang calon tuanmu yang baru tunjukan juga kemampuanpumu pedang karatan,hhhheee," balas Badar Geni sambil menggaruk kepalanya yang sedikit gatal.


"Hhhhaaaa,,,,, mendekatiku saja kau belum mampu bocah, kalau kau mampu kau akan menjadi tuanmu, sepertinya kekuatanmu masih lemah, kalau dulu tak menuruti tuanku siapapun yang bertapa di kawah gunung merapi ini aku harus menjadi tuanya yang baru, kalau tau kau masih lemah tak sudi aku mau jadi tuanmu bocah," ucap pedang yang menancap di batu dengan aura yang begitu besar.


Mendengar perkataan dari pedang itu badar geni langsung mengeluarkan aura yang sesungguhnya, udara menjadi sangat dingin, tubuhnya diselimuti kabut tipis, di alam bawah sadarnya ia mulai berdiri tanganya mulai mbentuk simbol simbol yang sulit di pengerti.


Kedua aura yang begitu besar membuat di alam nyata sekitar area puncak gunung merapi di selimuti awan putiih, petir mulai menyambar di segala arah,

__ADS_1


Di ranah jiwanya, Badar Geni masih berusaha menekan aura yang di keluarkan pedang itu, mereka masih berusaha menekan aura yang di berikan masing masing.


"Benar benar pusaka yang begitu hebat, semoga kau dapat ku taklukan pedang karatan hhhheee,,,, tunggu saja kau pasti akan mengakui kalau aku tuanmu," bhathin badar geni yang terus mengeluarkan auranya.


"Ternyata dia memang kuat, aura ini seperti pertama kali aku di kalahkan oleh kakek peot itu, semoga saja tuanku kakek peot itu tak salah memilihnya, ku akui kekuatanmu setara dengan tuanku yang dulu," bhatin Pedang itu dengan penuh waspada.


Aura Badar Geni kini sedikit di atas pedang pusaka itu, ia mulai berjalan lagi untuk mendekati pedang yang masih tertancap di sebuag batu itu, walaupun dengan terhuyun huyun basar geni tetap melangkah.


Pedang Pusaka itu tetap berusaha menekan agar mengetahui sampai di mana kemampuan calon tuanya itu,

__ADS_1


Semoga tetap terhibur dengan cerita ini maaf kalau sedikit pendek cerita ini, jangan lupa like atau vote itu sudah bikin author semangat menulis cerita ini


__ADS_2