
Badar Geni masih menghindari setiap serangan kedua pedang itu, ia terus berkelit, ataupun bersalto.
"Aura kedua pedang itu sungguh mengerikan, tapi walaupun aku belum bisa membuat serangan, aku tak akan menyerah, bikin aku semangat saja untuk menaklukan kedua pedang itu, ku akui kekuatanmu sungguh luar biasa pedang karatan,"bhatin Badar Geni yang terus di serang dari berbagai sisi,
"Bagaimana sekarang bocah gemblung, jangan hanya selalu menghindar dari setiap seranganku hhhhaaa, tunjukan kenmampuanmu yang sebenarnya, taklukan aku kalau kau memang calon tuanku, bocah sinting," teriak pedang itu yang masih menyerang dengan beringas.
"Aaahhh,,,, baiklah kalau itu maumu pedang karatan, akan ku buat kau untuk mengakui kalau aku adalah tuanmu, bersiap siaplah pedang karatan, jangan terlalu congkak kau di hadapanku," balas teriak Badar Geni dengan lantang.
Kini tubuh Badar Geni di selimuti Api biru yang berkobar kobar, seandainya di alam nyata semua akan tertekan dengab panasnya api biru yang keluar dari tubuh badar geni, auranyapun kini bertambah berkali kali lipat.
Dengan tubuhnya yang berkobar penuh api biru Badar Geni, kini memberikan perlawanan ia mulai menyerang kedua pedang yang dari tadi menyerangnya, kini tubuhnyapun seperti baja, yang begitu keras apalagi kobaran api biru menambah tubuhnya kini jadi semakin kuat.
Ia mulai menangkis pedang dengan tanganya, kini setiap jurus yang di keluarkan badar geni mengandung kekuatan yang begitu besar, setiap tebasan ataupun tusukan yang di lancarkan kedua pedang itu jadi tak terpengaruh.
__ADS_1
Setiap tebasan yang mengenai tubuh badar geni seperti mengenai benda yang sangat keras, hanya bunyi dentingan yang begitu keras setiap mengenai badar geni.
"Hhhheee,,,, bagaimana pedang karatan, sekarang setiap tebasanmu tak bisa melukaiku, sekarang giliran calon tuanmu ini menaklukanmu, jangan panggil Tuan Badar Geni kalau tidak bisa menaklykan pedang karatan sepertimu," teriak badar geni menyerahkan tubuhnya untuk di serang kedua pedang yang sedikit kaget.
"Hhhmmm,,,, hhheeee,,,,, inilah yang kami tunggu bocah, ku akui kekuatanmu sungguh luar biasa, sekarang kalau kau memang calon tuanku, kalau kau mampu ambil aku, itu saja kalau kau mampu bocah gemblung," ucap pedang itu yang kini melayang di ketinggian.
"Apa kau yakin dengan perkataanmu itu pedang karatan, sekarang kau harus memanggilku tuan, karena kau akan ku taklukan pedang karatan, walaupun kau akan menjadi seribu aku tak akan pernah mundur, hhhheeee,,,," teriak Badar Geni dengan lantang dan membiarkan tubuhnya di hantam kedua pedang karatan itu.
"Pedang sialan, gerakanya semakin cepat, seperti mempunyai nyawa, sebenarnya pedang pusaka darimana bisa sekuat dan selincah ini," bhatin Badar Geni terus memberi serangan dengan jurus jurus dari eyang gurunya yang sudah sempurna dan mematikan.
"Hhhhaaaa,,,,, apa kau yakin dapat menaklukanku bocah, kau nanti akan tahu siapa pemiliku, Akulah Pedang Kembar yang di tempa oleh seorang Resi yang beratus tahun yang lalu, dan akulah Roh pedang yang berasal dari batu hitam, aaahhh,,,, mengapa aku harus memberitahukanmu dulu bocah, belum tentu kau bisa menaklukan dan mengendalikanku, kalau memang kau sanggup mengendalikanku nanti akan ku ceritan siapa aku ini bocah gemblung, ini gara gara kau, aku jadi tahu apa yang kau pikirkan tadi," teriak pedang itu yang menghindari ketika Badar Geni ingin memeganya.
"Hhhheeee,,,, setidaknya kini aku sedikit tau akan kau pedang karatan, tapi mengapa temanmu itu tak pernah ngoceh seperti kau, aku dari tadi tak mendengar ocehanya dari temanmu itu, apa pedang yang satu itu tak memiliki roh seperti kau pedang karatan, atau jangan jangan, temanmu itu bisu ya, hhhhiiii," jawab Badar Geni dengan terkekeh.
__ADS_1
"Teman,,, teman,,,, kepalamu itu bocah gemblung, kau ingin tau jawabanya, taklukan aku dulu bocah, jangan harap kau tau kalau belum bisa menaklukan dan mengendalikanku.
"Kau itu memang banyak bicara pedang karatan, baiklah kini aku akan serius untuk menaklukanmu," ucap Badar Geni sedikit menunjukan wajah serius.
Di ketinggian ia mulai duduk bersila, matanya terpejam, kini ia mengeluarkan hawa murni dari jiwanya, dengan keluarnya hawa murni, terbentuk juga Badar geni di sampingnya yang berjumlah dua, wajahnya semua sama seperti dirinya, auranya juga sama persis dengan tubuh aslinya.
Setelah menjadi dua, iapun mulai berdiri lagi dan mulai menyerang kedua pedang itu yang tadi sempat berhenti karena saat badar geni duduk bersila auranya begitu menekan dan tak bisa untuk mendekati calon tuanya itu.
"Hhhhaaaa,,,, sepertinya kau sedikit kerepotan ya bocah gemblung, hanya menaklukan kami berdua saja harus membelah diri jadi dua, hu dasar bocah gemblung," teriak pedang itu seperti sedang memprofokasinya.
"Hhhheeee,,,, kau saja dari tadi menyerangku bersama sama, apa otak kecilmu sudah putus bicara seperti itu pedang karatan, sekarang biar kembaranku saja yang menaklukanmu, bukanya sekarang kita berimbang satu lawan satu pedang karatan," teriak Badar Geni dengan berdiri melihat kembaranya menyerang kedua pedang itu.
Jangan lupa vote atau like kalau menyukai cerita ini, terima kasih yang sudah sedikit memberikan dukungan atau hadiah kecil buat si sinting, semoga nanti reskynya di lipat gandakan.
__ADS_1