Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
47.Padepokan Srigala Hitam


__ADS_3

"Kakang, sepertinya ada pertarungan di hutan ini, apa kakang juga mendengarnya, siapa yang bertarung di hutan belantara ini," ucap kinasih yang memandang kakaknya itu.


"Hhheeee,,,,, memang apa yang kamu katakan itu memang benar kinasih, kakang juga mendengarnya, entah siapa yang sedang bertarung di tengah hutan ini, sebaiknya kita amati dulu, jangan gegabah kita tak tau siapa yang sedang bertarung,",balas badar geni pada adiknya itu.


Merekapun langsung melesat ke atas pohon dan meloncat dari satu pohon ke pohon yang lain mencari dimana pertarungan itu sedang terjadi.


Tak sampai menunggu lama, terlihat dua pemuda dan pemudi sedang di kepung belasan orang dengan berpakaian jubah hitam dengan tampang yang sangat sangar.


"Hhhhaaaa,,,,, dengan kemampuan kalian berdua kalian akan melawan kami, lebih baik kalian menyerah dan serahkan gadis itu pada kami, atau kami akan bertindak kejam di antara kalian berdua, hhhhaaaa,,,," ucap pimpinan yang sudah mengepung pemuda dan pemudi itu dengan suara tawanya yang lantang.


"Walaupun kami harus mati di sini kami tak akan menyerah begitu saja,kalian beraninya cuma main kroyok saja, tak tau malu, jangan berharap dapat membawa adiku, langkai dulu mayatku bangsat, apa kalian pikir kami takut dengan padepokan Srigala Hitam yang sangat kejam," ucap pemuda yang terlihat sudah terluka dengan sayatan benda di tubuhnya,


"Hhhaaaa,,,,,, beraninya kau berkata lancang seperti itu, sudah mau mampus masih banyak bicara kau, kalau kau memaksaku jangan salahkan aku kalau kalian akan mati mengenaskan di hutan belantara ini,hhhhaaaa," balas pimpinan yang mengatasnamakan padepikan Srigala Hitam.


Pimpinan itu langsung melangkah dengan tombak trisulanya yang mengeluarkan aura hitam pekat, ia memegang tombak bersiap untuk melakukan serangan.


Karena terluka parah pemuda itu menyuruh wanita di belakangnya untuk menyelamatkan diri,


"Adik biarlah aku yang menghadapi bangsat ini kamu selamatkan dirimu, katakan pada guru kalau padepokan Srigala Hitam yang menyerang kita, cepatlah adik, selamatkan dirimu jangan pikirkan kakang," ucap pemuda itu sambil mendorong gadis itu untuk menyelamatkan diri.


"Tidak kakang, aku tidak mau meninggalkan kakang, sudah dari kecil kita selalu bersama susah dan senang sudah kita lewati bersama, kalau kakang kenapa kenapa aku tak bisa mengampuni diriku sendiri," balas gadis itu dengan meneteskan air mata, karena ia juga terluka parah.

__ADS_1


"Sudah tidak ada waktu berdebat, ini demi keselamatanmu adiku, cepat jangan menoleh ke belakang, larilah cepat," teriak pemuda itu yang sudah pasrah dengan apa yang terjadi.


Dengan perasaan kalut dan terisak isak gadis itu akhirnya lari menjahui tempat itu, melihat itu pimpinan padepokan Srigala Hitam sedikit geram, ia memerintahkan beberapa orang untuk mengejar gadis itu.


"Surodempo, suruh beberapa orang untuk mengejar gadis itu jangan sampai lolos, aku ingin gadis itu, aku sendiri yang akan membuat pemuda sombong ini mati mengenaskan," ucap pimpinan itu pada anak buahnya.


"Kejar gadis itu jangan sampai ia lolos, cepat jangan sampai kesabaranku habis," ucap Surodempo pada yang lain.


"Hhhhaaaa,,,,, jangan berharap adikmu akan lolos dariku, sebentar lagi kau akan binasa pemuda bodoh," ucap pimpinan itu yang kini melangkah menghampiri pemyda yang sudah tak berdaya itu.


Di atas pohon Badar Geni menyuruh kinasih untuk menyelamatkan gadis itu, Kinasihpun hanya mengangkukan kepalanya dan melesat menyusul gadis yang sudah terluka parah, ia mencari keberadaan gadis itu, yang terlihat malah sebaliknya gerombolan itu juga sedang mencari keberadaan gadis yang melarikan diri.


Terlihat gadis yang terluka itu sedang bersembunyi di semak semak belukar, kinasihpun tau, sementara gerombolan itu masih memicingkan matanya mencari gadis itu.


Hhhiiiiaaatttt,,,,,,


"Pukulan Seribu Lengan tingkat pertama"


Wuuuussss,,,,


Wwwuuusssss,,,,,

__ADS_1


Wwwuuusss,,,,


Saat itu juga Kinasih langsung turun dari atas pohon dengan kecepatan penuh ia langsung menyerang sebagian gerombolan itu, alhasil dalam sekali pukulan tenaga dalam tubuh mereka langsung meregang nyawa, kini hanya tinggal dua orang yang masih kaget akan kehadiran gadis lain yang tiba tiba menyerang membuat sebagian temanya mati.


"Siapa kau, berani menyerang kami, dan membuat teman teman kami mati, akan kuserahkan kau pada pimpinan kami, atau kau akan mati di sini hhhhhaaaa,,," ucap salah satu gerombolan yang masih selamat .


"Hhhheeee,,,,, apa otakmu sudah tumpul, temanmu sudah tewas semua tinggal kalian berdua masih saja berlagak sok hebat, apa kau yakin kau dapat membunuhku di sini, kalau kalian mampu cobalah," balas Kinasih dengan senyum sinis,


Kedua orang itu sudah siap dengan senjatanya masing masing, dan siap untuk melakukan serangan, tapi dengan sigap kinasih bisa menghindari serangannya dengan tangan kosong,


Melihat seranganya dapat di hindari dengan mudah kedua orang yang menyerangnya semakin geram, tapi untuk kinasih hanya menunjukan muka yang dingin.


Kinasihpun kini memberikan tekan dengan serangan dari jurus jurusnya dalam beberapa jurus senjata pedang dan golok dari kedua orang itu sudah lepas dari gegamanya, iapun langsung memberikan jurus yang sedikit di aliri tenaga dalam,


Dengan satu jurus kedua orang itu langsung terkena pukulan di dadanya, tubunya langsung ambruk memegang dadanya masing masing dan mulutnya sudah muntah darah hitam kental, setelah beberap menit keduanya langsung tewas, karena pukulan dari jurus kinasih menyerang organ dalamnya.


Iapun langsung menghampiri gadis itu yang masih bersembunyi di semak belukar memperhatikan pertarungan dengan orang yang mengejarnya.


"Nisanak,,,, jangan takut sekarang kamu sudah aman, apa yang sedang terjadi sebenarnya nisanak, siapa sebenarnya nisanak ini mengapa sampai bertarung dengan padepokan Srigala hitam," ucap kinasih yang sudah berada di dekat gadis yang sedang terluka itu.


""Bagaimana selanjutnya siapakah kedua pemuda dan pemudi yang terluka itu, dan apakah badar geni dapat menyelamatkan pemuda yang sedang terluka parah, ikuti terus cersil ini, jangan lupa like vote itu sudah merupakan dukungan buat penulis pemula seperti saya ini""

__ADS_1


__ADS_2