
Pengemis tua itupun mulai beraksi melihat para pendekar sudah tak mampu untuk menghalau kelima perampok itu.
"Hhhheeee,,,, mau masuk ke desa ini kalian, enak saja, kalau mau masuk tinggalkan alatmu yang berharga itu percil percil kupret, hhhhiiiii," ucap kakek pengemis itu dengan tertawa lirih sambil meloncat menghadang para peranpok yang akan masuk ke kampung itu.
"aaaiiitttt,,,,, aaaiiitttt,,,, tidak bisa masuk hhhheee,,," ucap kakek pengemis sambil mendang di tengah tengah kedua kakinya itu dengan keras.
Aaaakkkkk,,,,,
Aaaakkkkk,,,,,
aaaaddduuuhhhh,,,
waduuuhhhh yungggggg,,,,
"Kantong menyanku,,,,," teriak salah satu anak buah rampok kalajengking berdarah meringis memegangi kantong menyanya.
Waduuuhhhhh,,,, maaaakkkkk,,,,,
aaaauuuhhhhhhh,,,,,
Ketiga perampok itu memegangi senjata yang berharganya itu dengan menjerit kesakitan sambil berlari meloncat loncat menahan sakit.
"Hhhhaaaaaa,,,,,,mampus kau percil percil kupret, ayo siapa lagi yang ingin merasakan senjata andalan kalian jadi loyo,hhhhaaaa,,,," teriak pengemis tua itu dengan cekikian.
__ADS_1
"Tua bangka, sungguh terlalu kau, takan ku biarkan kau menghalangiku," ucap pimpinan rampok itu dengan geram.
"Hhhhiiiii,,,,, nyalimu itu seperti upil, sini kalau kau memang ingin seperti anak buahmu yang tidak bisa kencing itu, lihatlah sudah seperti monyet yang lagi menari nari, jangan jagan berlagak sok yes kau, sini kalau kau ingin juga menari nari seperti kunyuk hhhhaaaa," teriak pengemis itu sambil melambaukan tanganya ke arah pimpinan perampok itu.
"Bangsat kau tua bangka, rasakan ini pengemis gila,"
Hiiiaaattttttt
swwwuuussss
Pimpinan itu menjadi emosi melihat apa yang telah di lakukan anak buahnya, apalagi omonganya yang sengaja membuat pimpinan rampok itu tersulut dengan amarah.
Golok yang ada di tanganyapun kini melesat bersama pimpinan rampok itu dengan kekuatan penuh.
Pengemis tua itupun dengan lincah dan gesit mampu menghindari golok andalan dari pimpinan itu,
"Asyeeeekkkk,,,, hhhheeee,,,,, ayo terus,,, serang tua bangka ini kunyuk bodoh, hhhhiiii,,,, iya terus keluarkan semua kemampuanmu itu," teriak pengemis tua itu sambil menghindari setiap tebasan dari golok senjatanya.
"Golok Penghancur"
wussss....
wwwuuusss,,,,
__ADS_1
"Aaaapaaa golok penghancur, aduhhhh, jurus apa lagi itu kunyuk bodoh, hhhheeee,,,, jurus golok penghancur apa tu, emang kamu liat disekitarmu pada hancur, emang kunyuk bodoh kau rupanya,hhhiiiaaaaa," teriak pengemis tua itu masih menghindari serangan dari golok pimpinan rampok itu.
"Jangan ngoceh saja kau tua bangka, dan jangan selalu menghindar dari setiap serangan goloku ini, dasar pengemis gila,"
"Hhhhaaaa,,,, memang makananku pisang biar bisa ngoceh, aku sebenarnya aju ingin terpingkal pingkal melihat jurusmu itu kunyuk bodoh, lebih baik kau ganti saja dengan jurus Golok menebas udara, hhhhiiii,,," ucap pengemis tua itu yang menangkis golok dengan tongkatnya.
Pimpinan rampok itu masih terus menyerang dengan beringas, kini kecepatanya bertambah, pengemis tua itu masih terus menghindari serangab golok yang semakin bertambah cepat pula.
Mereka berdua masih bertarung sangat seru, pimpinan itu semakin bertambah geram, setiap seranganya tidak dapat untuk melukai pengemis tua itu.
Pengemis tua itu masih dengan mudah untuk menghindari jurus golok yang di peragakan pimpinan rampok itu, walaupun begitu kakek tua satu dua kali melancarkan serangan dengan tongkat bambu kuningnya.
"Sepertinya memang tua bangka itu hanya pempermainkan aku saja, semua jurus goloku tak sedikitpun membuat luka, kalau begini terus akan hilang kewaspadaanku," bhatin pimpunan rampok kalajengking berdarah itu.
"Heeeiii,,, kunyuk bodohsedang memikirkan apa kau ha, apa kau ingin kantong menyanmu itu tak bisa kencing juga ha, sedikit saja kau tak bembuat otot tua bangka ini meregang, keringat saja tidak keluar, huh, aku juga sudah bosan dengan permainan golokmu itu kunyuk bodoh,hhhheesd,,,, ucap pengemis tua itu yang kini sudah mulai memberi serangan.
Golok dan tongkat bambu kuning pun kini beradu, suara dentingan senjata tampak menghiasi lokasi bertarung keduanya.
Traaangggg,,,,
triiiingggg,,,,,
"hhhhiiiii,,,, Kau membuatku bosan saja kunyuk bodoh, sudah cukup kita main mainya ya karena kau tak memberikan permainan yang bisa membuatku berkeringat, hhhheeee" ucap pengemis tua itu dengan cekikian
__ADS_1