
Pemuda itu masih tetap bertahan walau serangan yang di berikan Pecah Raga Badar Geni semakin cepat.
"Sudah sangat lama aku sungguh serius seperti ini, membuat aku semakin bersemangat saja ngger, jurus yang ku gunakan ini jurus reflek tercipta dengan sendirinya, hingga kamu sulit untuk mengenali siapa sebenarnya yang kamu hadapi di latih tanding ini ngger,hhhheee," bhatin pemuda itu yang menjaga jarak dan menghindari dari jurus jurus tingkat tinggi yang di lancarkan oleh kedua Pecah Raga Badar Geni.
"Hhhmmm,,,, mengapa pemuda itu tak membalas serangan dari kedua Pecah Ragaku, dan sepertinya malah menikmati setiap serangan dari jurus jurus yang di lancarkan kedua pecah ragaku, atau memang ia tak bisa membalasnya, tapi dari cara menghindari ataupun menangkisnya ia selalu terlihat memperlihatkan senyumnya," bhatin Badar Geni yang memicingkan matanya mengamati pertempuran ketiganya.
Kedua Pecah Raga Badar Geni terus menerus memberikan serangan dengan sangat lincah dan sangat cepat,
Pemuda itu terus di hantam kaki maupun tangan dari berbagai arah dengan kekuatan kedua pecah raga badar geni, walaupun cuma menghindar ataupun menangkis ia mengamati setiap gerakan yang di lancarkan ke titik titik vital pemuda itu.
"Sudah berapa lama aku cuma bertahan menghindari ataupun menangkis jurus jurusmu ini ngger, hhhheee,,,, tapi jurusmu ini memang ku akui sangat dahsyat, kalau orang lain munkin takan bisa mencari celah, tapi yang kamu lawan Eyangmu, aku sudah mengamati ada jeda beberapa detik ada celah yang bisa mengembalikan situasi ini,hhhhiiii," bhatin pemuda itu masih dengan senyum melihat ke arah Badar Geni yang asli.
Setelah mengetahui sedikit celah dari jurus jurus pecah raga badar geni pemuda itu bertambah semangat ia menambah sedikit tenaga dalamnya.
Yang semula hanya sekitar dua puluh persen kini pemuda itu menambah menjadi sekitar tiga puluh persen lebih.
"Ini latih tanding yang sangat melelahkan kamu sudah menunjukan kekuatanmu ngger Badar Geni, dan Eyangmu tahu kamu masih menyimpan tenaga dalamu, untuk melawanku saja kamu cuma mengeluarkan setengah dari tenaga dalamu, itu saja sudah membuat eyangmu ini terasa muda lagi, sekarang giliran eyangmu yang melakukan serangan, semoga pecah ragamu juga mampu untuk bertahan seperti yang eyang lakukan, hhhheeee," bhatin Pemuda itu yang masih menjaga jarak dari serangan pecah raga dari badar geni.
__ADS_1
Pecah Raga Badar Geni tetap bersikeras untuk menaklukan pemuda yang menjadi lawan latih tandingnya itu.
Walaupun begitu pemuda itu tetap masih dapat menghindarinya ia tetap memperhatikan agar celah yang dilihatnya bisa terlihat lagi.
Kedua pecah raga itu bersikeras untuk cepat menaklukan pemuda itu, dan saat menghindari ataupun menangkis pemuda itu dapat melihat celah yang terlihat beberapa waktu yang lalu.
Iapun tak mau menunggu beberapa jurus lagi untuk bertahan, pemuda itupun mengeluarkan jurus yang jarang ataupun belum pernah di perlihatkan badar geni,
"Jurus Tapak Dewa Naga tingkat 1"
ssswwuuussss,,,,,
jedummmm,,,
jedummm,,,,
Keluarnya jurus Tapak Dewa Naga seakan membuat angin seakan berhenti berhembus,
__ADS_1
Udarapun seakan memadat membentuk sebuah telapak tangan yang sangat besar menerjang kedua pecah raga badar geni, dan suara anginpun kembali mengikuti arah telapak tangan itu berlabuh.
Kedua pecah raga badar genipun juga sudah siap siaga ia juga mengeluarkan Jurus untuk mempertahankan diri.
Pecah Raga Badar Geni langsung mengeluarkan jurus Perisai Kepakan Sayap Rajawali.
Kekuatan keduanyapun bertemu dan terdengar suara yang sangat keras, efek serangan keduanya kini menjadi lebih parah, debu ataupun asap tebal menyelimuti tempat itu, semakin lama kepulan debu ataupun asap tebal itu hilang dengan sendirinya.
Dengan hilangnya kepulan debu dan asap tebal terlihat kedua pecah raga badar geni masih berdiri dan sudah sedikit mundur beberapa langkah kebelakang, sementara pemuda itu masih diam tak bergerak di tempatnya.
"Badar Geni apa masih kita teruskan latih tanding ini, sepertinya ini akan sia sia badar, dan akan menguras tenaga kita, lihatlah senja sudah mulai redup, apa kamu yakin kita teruskan," teriak pemuda itu dengan lantang ke arah badar geni yang asli.
"Hhhheeeee,,,,, sepertinya memang kemampuanmu sungguh luar biasa kisanak, aaahhhh,,,, mengapa latih tanding ini malah sampai senja begini, ku akui kau memang pemuda yang di luar perkiraanku, kalau begitu baiklah sebaiknya kita sudahi saja latih tanding ini, tapi jangan kamu pikir aku kalah darimu kisanak, suatu saat kita akan latih tanding lagi," balas badar geni yang berdiri agak jauh dari pemuda itu.
Setelah itu Badar Genipun merapalkan mantra, dalam waktu sekejam kedua pecah raganya kembali ke tubuhnya, begitu juga dengan pemuda itu iapun menarik nafas dan melakukan gerakan tanganya untuk menyetabilkan tenaga dalamnya.
"Badar apa kamu masih belum mengenaliku, hhhhhhiiiii,,,,, coba kau tebak siapa aku sebenarnya, kalau kamu gak bisa mengenaliku kamu memang bocah yang tak tahu diri, hhhhiiii,,," ucap pemuda itu sambil berjalan menghampiri badar geni
__ADS_1
Jangan lupa like vote atau memberikan sedikit hadiah kalau merasa cerita ini menarik,
Dan thanks untuk dukunganya semoga tetap terhibur dengan cerita ini.