
Badar Genipun akhirnya sampai di mulut gua, ia memicingkan matanya karena melihat seorang pemuda asing di tempat itu.
"Maaf kisanak apa kau yang menempati tempat ini sebelumnya, tapi aku sudah memastikan kalau tempat ini tak berhuni, maaf kalau memang kisanak yang menempati gua ini, lebih baik aku pergi saja, maaf kisanak," ucap badar geni di depan mulut gua yang memandang pemuda itu yang asik menikmati ayam bakarnya.
"Hhhheeee,,,,, tak apa anak muda, aku bukan yang menempati gua ini, sebaiknya kesinilah aku sudah menyiapkan ayam bakar ini untukmu, sudah berhari hari aku berada di sini kebetulan saja aku tanpa sengaja menemukan gua ini, aku juga melihatmu sedang melakukan semedi di grojokan sewu," balas pemuda itu yang masih mengunyah daging ayam bakarnya.
"Aaahhh,,,, kau tau saja kisanak, kebetulan setelah bersemedi selama empat puluh hari perutku sudah sangat lapar sekali, perkenalkan namaku Badar Geni, panggil saja Badar kisanak, kalau boleh tau siapa kisanak ini, dan ini temanku panggil saja Rajawali dan mengapa sampai di tempat ini," ucap Badar Geni sambil melangkah mengjampiri pemuda itu.
"Kebetulan saja aku dari perjalanan jauh Badar, aku hanya pengembara sampai namaku saja aku jadi tak tau, hhhhiiii,,,," balas Pemuda itu dengan sedikit terkekeh.
"Aaaiihhhh,,,, mengapa dengan kamu kisanak apa kau tak tau namamu, apa kau pernah terjatuh membentur kepalamu yang tak di ketahui orang lain, hhhhiiii,,,, namamu saja kau lupa, hadeehhh,",ucap Badar Geni dengan memicingkan matanya ke arah pemuda yang berada di depanya itu.
"Apalah arti sebuah nama Badar, hhhheee,,, yang penting bisa bertahan hidup di jagad ini sudah anugrah dari sang hyang widi, dan bisa membantu orang yang membutuhkan itu sudah sangat berarti, bukan begitu badar," ucap pemuda yang masih menikmati ayam bakarnya.
__ADS_1
"Benar apa yang kisanak katakan, membantu orang yang membutuhkan itu sudah menjadi kewajiban bila kita masih mampu, agar hidup ini bisa lebih berarti bagi umat manusia kisanak," jawab Badar Geni yang juga menikmati ayam bakarnya.
"Aku melihat dari sini kamu sedang melakukan tapa brata badar, memang sudah berapa lama kamu bertapa di Air Terjun Grojokan Sewu ini, berhari hari aku terus melihatmu dari sini, apa yang kau inginkan hingga bertapa di air terjun itu Badar," ucap pemuda dengan senyum.
"Wah kalau Badar ceritakan akan begitu panjang kisanak, hhhheee, awalnya Badar di suruh Eyang ku untuk bertapa di kawah gunung merapi, ya kurang lebih sekitar tiga purnama, setelah itu ada kakek tua menyuruh untuk bertapa di sini selama empat puluh hari lamanya," jawab badar Geni yang duduk di depan pemuda misterius itu.
"Kalau memang panjang gak usah di ceritakan saja, bisa sampai ubanan kalau begitu dan bisa bisa aku akan mendengarkan ceritamu di tempat ini, memang apa yang kau pelajari di kawah gunung merapi dan di suruh melakukan semedi di tempat ini," ucap pemuda yang tak mengenalkan namanya itu.
"Katanya kalau di ceritakan bisa buat kisanak jado ubanan, hhhheee, tapi malah bertanya lagi," balas Badar Geni dengan menepuk jidatnya sendiri.
"Badar ini juga hanya bisa sedikit ilmu kanuragan kisanak, badar memang harus tetap berlatih untuk mengasah kemampuan ini, kalau bukan Eyang yang mengajari dan mendidik Badar mungkin cuma jadi orang biasa, sudah sangat bersukur eyangku mengajari Badar hingga bisa berada di tempat ini," balas Badar Geni yang teringat pada Eyangnya.
"Kalau boleh tahu memang siapa Eyangmu itu, ya siapa tau aku mengenalnya Badar, tentu ia orang yang sangat berarti dalam hidupmu ya, tapi sekarang ia berada di mana, dari tadi aku tak melihatnya," balas Pemuda misterius itu.
__ADS_1
"Entahlah kisanak, semenjak aku melakukan semedi di kawah lahar gunung merapi Eyang mengatakan kalau ingin turun gunung karena ada sesuatu hal, dan setelah pertapaanku selesai katanya akan menemuiku,,,, kisanak, tapi sampai aku melanjutkan semedi di air terjun grojokan sewu Eyangku belum juga kelihatan, munkin baru ada sesuatu hal hingga Eyang belum menemuiku," ucap badar geni.
"Bagaimana apa kau mau berlatih tanding denganku Badar, buat meregangkan ototku ini, itu kalau kamu tak keberatan, aku cuma ingin tau apakah aku masih ingat akan ilmu kanuraganku yang tak seberapa ini," balas Pemuda misterius itu.
"Kalau begitu siapa takut kisanak,hhheeee,,, apa sekarang saja kita berlatih bersama, mohon bimbinganya kisanak, Badar masih dalam tahap belajar ilmu kanuragan," ucap badar geni yang masih duduk santai.
"Jangan terlalu merendah gitu Badar, walaupun kamu menyembunyikan tingkat kekuatanmu, aku bisa merasakan kamu orang yang kuat, kalau begitu kita berlatih di luar saja dekat air terjun," ucap pemuda misterius itu yang sudah berdiri di depan Badar Geni.
Setelah itu Pemuda misterius itupun melesat nenggunakan ilmu meringankan tubuhnya, begitu juga dengan Badar Geni ia langsung menyusul di belakang pemuda misterus itu, sementara Rajawali Es menunggi di pintu gua dan hanya melihat mereka.
Tak menunggu lama mereka berduapun sudah berada di bawah dekat air terjun, setelah saling memberikan hormat dengan kedua kepala tangan di dadanya merekapun bersiap siap dengan kuda kuda petarungnya.
Maaf kalau sedikit terlambat updatenya, karena hp lagi eror, karena beberapa hari yang lalu hp author jatuh ke air, dan ini saja masih sedikit eror, tapi demi pembaca setia author berusaha untuk tetap menulis cerita ini sampai selesai.
__ADS_1
Jangan lupa like atau vote itu sudah sangat berarti buat author, dan semoga tetao terhibur dengan cerita ini
Thanks