Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
48. Badar Geni Vs Kolo Weling


__ADS_3

Kinasihpun memapah gadis yang terluka parah ke tempat yang lebih luas dan sedikit nyaman, ia kemudian memberikan tenaga dalamnya ke tubuh gadis itu dengan hawa murninya, lambat laun gadis itu sudah terlihat tak seperti semula, luka lukanya juga sudah tak terasa sakit lagi.


"Nisanak apa sekarang kamu lebih baik, oya dari tadi aku hanya banyak bicara padamu ya, perkenalkan aku kinasih kebetulan saja tadi aku dan kakangku mendengar pertempuran jadi kami mengamati pertarungan kaluan dulu, maafkan kami kalau aku sedikit terlambat datang ke sini, dan siapa nisanak ini sebenarnya," ucap kinasih setelah memberukan hawa murninya pada gadis yang kini terlihat lebih baik.


"Sebelumnya Terima kasih sudah menyelamatkan saya, entah bagaimana nasib kakangku sekarang ini, aku Arum sari dari padepokan Singa Emas, ceritanya sangat panjang nisanak, entah mengapa saat aku melakukan perjalan mencari ramuan obat untuk kesembuhan kakak pertamaku malah bertemu dengan padepokan aliran hitam itu," balas Arum sari menceritakan apa yang di alaminya.


"Untuk sekarang ini lebih baik kamu pulihkan dulu tenagamu Arum sari, untuk kakangmu jangan cemas, sekarang ini munkin kakangmu sudah selamat, jangan terlalu di pikirkan Arum Sari," ucap Kinasih pada Arum sari yang masih duduk bersila yang masih meneteskan air mata.


Sementara itu terlihat Badar Geni sudah menyelamatkan pemuda yang sedang terluka parah, darah dari senjata sudah di totok biar tak keluar banyak.


"Aaaiihhhh,,,,, apa kau tak malu akan menghabisi pemuda ini, kalian memang manusia tak punya hati, yang hanya bisa menindas orang yang sudah tak berdaya, akan ku buat kalian menanggung akibatnya, dasar manusia biadap," teriak Badar Geni yang sedang mengobati luka pemuda itu.


"Hhhhaaaa,,,,, ternyata ada satu bocah lagi yang ingin mampus, akan ku buat kau menerima akibatnya sudah menyelamatkan anak bodoh itu, kau selanjutnya yang akan ku buat lebih menderita, aku Kolo Weling akan membinasakan kalian berdua, bagiku kalian hanya lalat kecil yang tak tau tingginya gunung dan dalamnya samudra, dan nyalimu sungguh luar biasa bocah, hhhhaaaa," jawab Kolo Weling dengan membawa tombak trisulanya.


Aduuuhhh,,,, duhhh,,,, kalau kami hanya lalat kecil lalu siapa kau, hhhheeee,,,,, kau hanya bisa omong saja buktikan kalau kami ini lalat kecil, itu saja kalau kalian mampu, hhhhheeee,,,, tapi jangan salahkan aku kalau kalian akan merengek minta ampun," ucap Badar Geni yang kini sudah berdiri dan mulai mengeluarkan aura pembunuhnya.


Mendengar itu Surodempo dan Kolo Weling langsung melesat maju dengan senjata tombak trisula dan Goloknya, aura dari kedua senjata itu mengeluarkan aura hitam bersama melesatnya mereka berdua.

__ADS_1


Badar Geni masih tetap tenang melihat kedua musuhnya yang sedang melesat, tapi Badar Geni sudah memusatkan tenaga dalamnya di semua tempat di bagian tubuhnya, walaupun hanya mengeluarkan beberapa persen saja.


Saat semakin dekat kedua musuhnya aura Badar Geni langsung melonjok, tubuhnya kini di selimuti api biru, ia menggunakan sedikit api abadinya, dan ingin memastikan reaksi dari tubuhnya,dan ingin tahu seberapa besar kedasyatan Api Abadinya itu.


Sontak saja Surodempo dan Kolo Weling menjadi terkejut akan kemampuan Badar Geni, ia langsung berhenti beberap langkah di depan Badar Geni, ia tau ternyata lawanya mempunyai kemampuan yang di atas kemampuanya.


"Hhhhaaaa,,,,, mengapa kau sekarang malah diam, apa kau menjadi gentar dengan lalat kecil ini, ayo buktikan omong besarmu itu, ternyata memang pimpinan padepokan Srigala Hitam cuma bisanya sesumbar, hhhhhaaaaa," ucap Badar Geni dengan tatapan pembunuh.


"Surodempo sepertinya bocah itu punya kemampuan kita harus berhati hati, jangan sampai terkena api birunya atau kamu akan menjadi abu, kita harus bekerja sama untuk membinasakan bocah itu, jaga jarak dan serang dari jarak jauh, kalau tidak kita yang akan binasa di tangan bocah itu," bisik Kolo Weling pada adik seperguruanya itu.


"Aaahhh,,,,, apa yang kalian pikirkan apa sekarang kalian akan bertekuk lutut di kakiku ha,,,,, jangan pikir kalian hari ini bisa lepas dari hutan ini, terimalah jurus dari lalat kecil ini bangsatttt," teriak Badar Geni yang kini hanya menggunakan tangan kosong melesat ke arah Kolo Weling dan Surodempo.


"Golok Iblis Murka tingkat dua"


"Tombak Api Hitam tingkat pertama"


Wwwuuusss,,,,,,

__ADS_1


wwwuuusss,,,,


wwwuuusss,,,,,


Jeduuuummmmm,,,,,


Jurus mereka berbenturan sangat dahyat tanahpun di buat retak yang sangat panjang, tanah ikut bergoncang seperti gempa, pohon di belakang mereka sudah tak terlihat lagi yang terlihat hanya hamparan kosong berselimutkan debu dan asap hitam yang menjulang tinggi di awan.


Untung saja pemuda yang di tolongnya sudah dlindungi segel yang sangat kuat yang di buat oleh Badar Geni sendiri, ia juga tak mau pertempuran ini akan berakibat fatal pada orang yang di tolongnya.


Begitu juga dengan Kinasih dan Arum Sari ia sudah merasakan akan ada kekuatan yang besar yang akan terjadi maka dari itu ia memilih menunggu dan mengobati Arum Sari dan membuat segel Pelindung di sekitar mereka.


Pertempuran ketiganya masih terjadi terlihat kini Badar Geni sudah memberikan luka di tangan salah satu dari lawanya, walaupun begitu kedua lawanya masih memberikan perlawanan,


Badar Geni masih mencoba untuk tetap mendekati mereka berdua tapi Kolo Weling dan Surodempo seakan menjaga jarak agar tak bisa di jangkau oleh Badar Geni.


**Semoga tetap terhibur dengan Cersil Nusantara ini, dan selalu beri dukungan, vote, like ataupun comen, karena itu sudah sangat berarti buat author yang masih pemula ini,**

__ADS_1


**Thanks yang sudah selalu hadir like dan comenya, kalian yang terbaik**


__ADS_2