
Menjelang petang mereka sudah berdiri di wilayah padepokan Singa Emas
Merekapun meneruskan dan melangkah mendekati padepokan Singa Emas,terlihat pagar tembok terbuat dari batu yang sangat tinggi, kurang lebih lima meter sampai tujuh meter.
Walaupun tembok masih terlihat tinggi ada beberapa rumah yang masih kelihatan seperti rumah yang bertingkat.
"Saudara Badar dan saudari Kinasih sebentar lagi kita sudah sampai di padepokan, sebaiknya kita percepat langkah kita, hari semakin senja," ucap Bagus Sajiwo pada Badar Geni dan Kinasih dengan menunjukan padepokan yang di tinggalinya.
"Tidak usah terlalu buru buru saudara Bagus, bukanya dari sini sudah terlihat paling cuma beberapa menit saja sudah sampai di padepokanmu,bukanya kita dari tadi juga sudah berjalan cepat, hhhheeee,,,," balas Badar Geni dengan senyum dan berulang kali menggaruk kepalanya.
"Hhheeee,,,,, baru beberapa hari meninggalkan padepokan jadi ingin cepat cepat, hhhheee,,,, kalau begitu maaf saudara Badar," ucap Bagus Sajiwo yang menampar jidatnya sendiri sambil cengar cengir.
Akhirnya merekapun berjalan dengan santai dan beberapa menit mereka sudah berada di pintu gerbang padepokan Singa Emas,
Terlihat padepokan Singa Emas di jaga dengan ketat, banyak para murid yang berkeliling di luar pagar, di depan gerbang di jaga oleh dua orang murid.
"Saudara Bagus dan saudari Arum sari ternyata kalian telah kembali, mengapa sampai beberapa hari baru sampai, apa ada masalah di perjalananmu mencari ramuan obat untuk kakak Sanjaya kakak pertamamu, dan siapa yang kamu bawa ini saudara Bagus, apa kamu lupa dengan peraturan padepokan kita ini," ucap salah satu penjaga yang mengenal akrab dengan Bagus Sajiwo dan Arum sari.
"Saudara Panji, ternyata hari ini kamu yang mendapat jaga malam, ada sedikit masalah saat kami akan kembali ke padepokan, untung saja ada saudaraku ini yang menolongnya, entah kalau tidak ada mereka kami munkin tak akan kembali, kedatangan mereka juga ingin mengobati kakang Sanjaya, mereka sedikit tahu akan ilmu pengobatan, lukaku dan adiku saja mereka obati beberapa jam saja langsung sembuh saudara Panji," balas Bagus Sajiwo pada teman akrapnya dengan menjelaskanya.
"Kalau begitu kamu temani saudaramu dulu sebaiknya aku minta persetujuan pada tetua ataupun ketua sendiri, aku tak bisa memberikan ijin, tunggulah aku akan minta ijin dulu," ucap Panji yang langsung masuk ke dalam padepokan menemui salah satu ketua.
__ADS_1
Panjipun langsung berjalan menuju ke sebuah rumah salah satu tetua di ruang kerjanya, iapun kemudian mengetuk pintu setelah dapat ijin masuk kedalam ruangan tetua panjipun mengutarakan maksud kedatanganya.
"Panji ada masalah apa kamu menemuiku, duduklah, sepertinya ada yang penting yang ingin kamu bicarakan," ucap tetua yang pempersilahkan Panji duduk di ruang kerjanya
"Terima kasih tetua saya mohon ijin untuk melapor, di depan saudara Bagus Sajiwo dan Arum Sari sudah kembali, dan mereka membawa pemuda dan sorang gadis, maksud kedatangan mereka untuk ikut mengobati kakang Sanjaya, untuk itu saya menemui tetua, apa tetua memberikan ijin kedua orang itu masuk kedalam padepokan," ucap Panji pada tetua yang berada di depanya.
"Kalau aku sendiri sebenarnya tak sungkan untuk memberikan ijin, aku tahu kalau Bagus Sajiwo saja bisa percaya dengan dua orang pemuda itu, tapi lebih baik soal aku bicarakan kepada ketua, sebaiknya kamu kembali berjaga lagi, aku akan menemui ketua dulu setelah membicarakan ini selesai biar salah satu murid memberitahukanmu," ucap tetua kepada panji.
Panjipun hanya menganggukan kepalanya dan minta ijin kembali untuk berjaga lagi, sementara tetua tadi melangkah meninggalkan ruang kerjanya untuk menemui ketua yang sedang di ruangnya.
Setelah di depan ruangan ketua padepokan tetua tadi langsung mengetuk pintu dan setelah di persilahkan masuk dan duduk iapun mengutarakan maksud kedatanganya di ruangan itu.
"Tetua Wiratama ada apa kamu menemuiku, sepertinya ada sesuatu yang membuat kamu datang keruanganku ini," ucap ketua yang duduk bersila di ruang meditasinya.
"Ketua Braja Musti mohon maaf mengganggu istirahat ketua, kedatangan saya ingin memberitahukan kalau Bagus Sajiwo dan Arum Sari sudah kembali tapi mereka membawa dua orang, dan sepertinya mereka akan mengobati Sanjaya ketua, apa ketua akan memberikan ijin pada mereka atau tidak itu ketua yang memiliki wewenang," balas tetua Wiratama dengan menjelaskanya.
"Kalau menurutmu bagaimana tetua Wiratama, apa kamu memberukan ijin pada mereka, aku ingin pendapatmu atau kita temui mereka, kalau mereka dari aliran hitam yang akan menyusup bisa lebih bahaya lagi kan, aku tidak mau beberapa purnama yang lalu terulang lagi, sudah banyak korban," ucap Ketua Braja Musti pada tetua Wiratama.
"Kalau memang ketua bimbang sebaiknya kita temui saja kedua pemuda itu, biar ketua sendiri yang memberikan ijin atau tidaknya, kalau memang mereka bermaksud tidak baik kita usir saja mereka ketua," balas tetua Wiratama.
"Kalau begitu sebaiknya kita temui mereka tetua," ucap ketua Braja Musti yang langsung berdiri dan melangkah menuju pintu gerbang.
__ADS_1
Tetua Wiratamapun melihat ketua Barja Musti langsung keluar iapun mengikuti dari belakang.
Merekpun kini sudah sampai di depan gerbang.
"Hormat pada tetua dan Ketua," ucap Bagus Sajiwo dan Arum Sari dengan mengepalkan kedua tangan di dadanya dengan menunduk, saat melihat kedua orang yang sangat di hormatinya.
"Hormat pada tetua dan Ketua," ucap Badar Geni dan Kinasih yang juga bersamaan dengan mengepalkan kedua tanganya dan menunduk.
"Apa benar yang sudah di ceritakan oleh tetua kalau kalian bisa ilmu pengobatan kisanak, dan sebenarnya dari mana asalmu, ada hubungan apa kalian dengan kedua muridku ini," ucap ketua Braja Musti yang langsung bertanya pada Badar Geni maupun Kinasih.
"Mohon maaf ketua, kami hanya pengembara, nama kami Badar Geni dan ini adik saya Kinasih ketua, kebetulan dalam perjalan kami bertemu dengan saudara Bagus Sajiwo dan saudari Arum Sari dalam keadaan terluka parah, mereka di serang dari padepokan Srigala Hitam, untung saja kami sedang melintas dan munkin kebetulan nasib kami lagi beruntung, mereka bisa kami kalahkan, kami ini cuma pengembara, dan menurut saudara Bagus Sajiwo kakaknya sedang terluka parah jadi kami tak tega saja ingin ikut ke padepokan Singa Emas untuk berusaha mengobati, walaupun kemampuan pengobatan kami tidak seberapa ketua," balas Badar Geni pada ketua Braja Musti dengan menjelaskanya.
"Hhhmmm,,,,, apa yang kamu bicarakan itu memang kenyataanya anak muda, melihat dari cara bicaramu itu sepertinya kamu berkata jujur, kalau begitu kami berterima kasih atas pertolonganmu yang telah menyelamatkan murid kami anak muda, kalau memang kamu tau akan ilmu pengobatan sebaiknya kita langsung saja masuk menemui muridku yang sedang terbaring di ruanganya,"ucap Ketua Braja Musti yang langsung menyuruh masuk Badar Geni dan Kinasih.
Merekapun akhirnya masuk kedalam padepokan Singa Emas di ikuti dengan Bagus sajiwo dan Arum Sari, di depanya Ketua dan tetua yang menunjukan arah di mana muridnya yang terbaring.
Jangan lupa vote, like dan comen, dan semoga tetap terhibur, kalau merasa cerita ini kurang bagus ya mohon maaf, author masih pemula, semoga masih ada yang suka dan terhibur dengan cersil ini.
Maaf kalau lama updetenya, author cuma pakek hp soalnya, hpnya aja kadang kadang suka eror sendiri, kalau tidak di cas mati sendiri, harap mengerti atas keterlambatanya
thanks
__ADS_1