Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
41. Mencari Jati Diri


__ADS_3

Badar dan Kinasih masih tak bisa percaya kalau orang tuanya ternyata meninggal saat masih kecil, tapi di lain sisi ia tak merasa sendiri masih ada Gurunya yang sudah membesarkan dan melatihnya sampai saat ini dan tak menyangka kalau orang yang pertama di temuinya adalah saudaranya


Badar Geni mendengar kalau orang tuanya meninggal karena di bunuh iapaun sangat marah terlihat dari wajahnya yang merah dan tanganya mengepal berulang ulang kali, begitu juga dengan kunasih air matanya sudah membasahi pipinya.


"Kinasih ketahuilah pemuda yang berada di depanmu itu kakak kandungmu, Badar namanya, maafkan gurumu ini yang merahasiakannya darimu, karena gurumu ini tak mau kamu tidak fokus dalam latihan olah kanuragan, dan ada sesuatu yang selama ini aku simpan, munkin ini saatnya akan ku berikan kepadamu," ucap nyi Gandasari kepada kinasih murid satu satunya itu.


"Gu,,, guru,,,, benarkah ia kakaku, kinasih tak menyangka ternyata aku mempunyai saudara, gu,, guru,,,, terima kasih sudah mempertemukanku dengan kakang Badar," jawab kinasih dengan meneteskan air mata.


"Adiku,,,, Eyang,,,,, aku ternyata mempunyai saudara eyang,,,,," ucap Badar geni sambil mendekati dan mendekap erat pada adiknya itu dengan berkaca kaca,

__ADS_1


"Maafkan Eyang ngger,,,, kalau eyang juga merahasiakan ini darimu, ini semua demi kamu dan kinasih ngger, Eyang hari ini sangat bahagia kalian bisa berkumpul lagi,,, dan ada satu hal lagi yang masih eyang simpan, dan munkin ini saat yang tepat untuk memberikan kepadamu ngger Badar Geni," ucap Eyang Raga Runting yang merogoh sesuatu dari balik bajunya.


"Hari ini Badar juga sangat bahagia eyang terima kasih atas semuanya eyang, tanpa eyang Badar entah akan menjadi apa," balas badar geni yang kini sudah meneteskan air mata.


"Sudahlah ngger,,, sudah sepantasnya eyang harus merawatmu dan mendidikmu, kamu adalah harta eyang yang sangat berharga ngger, dulu hari hari eyang begitu sepi, tapi setelah merawatmu eyang tak lagi kesepian lagi, dan ini ada sebuah kalung yang dulu kamu pakai sewaktu kamu kecil, munkin dengan kalung ini kamu nanti dapat menemukan jati dirimu ngger," ucap Eyang Raga Runting dengan memberikannya pada badar geni.


Begitu juga dengan Pendekar Seribu Lengan ia juga memberikan sebuah kalung kepada kinasih yang hampir sama dengan Badar Geni cuma di tengah kalungnya yang berbeda, Badar geni di tengah kalungnya ada sebuah batu kristal yang berwarna merah, sedangkan Kinasih di tengah kalungnya berwarna hijau,


"Maksud Eyang,,,,, apa Eyang mengapa berkata begitu,,,, apa Eyang sudah bosan dengan Badar Geni, apa eyang sudah tak sayang lagi," balas badar geni yang masih duduk di sebelah Eyang Raga Runting.

__ADS_1


"Bukan begitu maksud Eyangmu ini ngger, kamu sekarang sudah menguasai semua ilmu yang eyang ajarkan kepadamu sampai sempurna, sudah waktunya kamu mencari jati dirimu yang sesungguhnya, kamu masih muda ngger, carilah pengalaman di luar lereng gunung merapi ini, ngger,,,di luar sana kamu sangat dibutuhkan, dengan ilmu yang sudah sempurna kamu dan kinasih bisa menegakan keadilan dan keangkara murkaan," ucap Eyang Raga Runting yang menjelaskan pada badar geni dan kinasih.


"Benar apa yang telah dikatakan kakek peot itu Badar Geni dan Kinasih hhhhiiii,,,,, di luar sana masih banyak aliran hitam ataupun perampok yang sangat kejam, kaluab sangat dibutuhkan oleh orang orang yang memerlukan bantuan, apa harus orang tua yang sudah bau tanah ini yang akan turun gunung lagi untuk membantu yang lemah,,, hhhhhiiii,,,, kami percaya kemampuan kalian ini sudah cukup jadi kalian yang turun gunung," ucap Nyi Gandasari dengan tersenyum walaupun sebenarnya juga terasa berat.


"Eyang,,,,, haruskah kita berpisah eyang, Badar masih ingin bersama eyang, badar ingin tetap berlatih bersama eyang," ucap Badar geni yang tertunduk sedih.


"Ngger,,,,, semua ilmu yang eyang punya sudah kamu pelajari semua, sebenarnya eyang juga berat ngger, tapi demi kententraman dan keadilan kamu dan kinasih harus turun gunung dan mencari jati dirimu, biar kamu bisa bertemu dengan keluargamu nanti ngger," ucap eyang Raga Runting.


"Jadi kapan Badar dan kinasih akan turun gunung Eyang apakah hari ini juga," ucap badar geni pada eyangnya.

__ADS_1


"Munkin lebih baik besuk saja apalagi kita juga baru saja sampai di tempat ini, dan menurutmu bagaimana nyi," ucap Eyang Raga Runting pada nyi gandasari,


"Itu terserah kakang aja, kalau begitu aku dan kinasih akan menginap disini, aaahhh,,," jawab nyi gandasari.


__ADS_2