Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
64. Tewasnya Iblis Hitam


__ADS_3

Badar Geni kini sudah memecah Raganya dengan kekuatan dari pecah raganya iapun dapat memberikan luka di tubuh Iblis Hitam.


Ketua Braja Musti sebenarnya sudah mengetahui pertarungan sejak awal, ia sebenarnya sangat khawatir saat menghadapi tetua Dirjo, dan saat ia mengeluarkan tongkat kuning ataupun mengeluarkan Pedang Kembar, iapun sedikit tenang, ia juga tak menyangka kalau pemuda yang bertamu dan menyembuhkan salah satu muridnya adalah murid dari Eyang Raga Runting yang sangat di segani dan di hormatinya.


Sementara Kinasih maupun Arum Sari masih begitu gelisah melihat Badar Geni masih bertarung dengan Iblis Hitam, walaupun dapat memberikan luka pada tubuh Iblis hitam kecemasan terlihat dari raut wajah mereka berdua.


Pecah Raga Badar Genipun menyerang dengan Pedang Kembarnya yang berelemen Api biru, efek dari serangan dari kedua pecah raga Badar Geni semakin efektif membuat luka pada Iblis Hitam di berbagai bagian tubuhnya.


Sementara Badar Geni sendiri langsung duduk bersila yang masih melayang mengumpulkan tenaga dalamnya yang sudah dikeluarkan hampir separuhnya.


Iblis hitampun semakin meraung kesakitan saat terkena tebasan dari pedang kembar yang di lancarkan kedua pecah raga Badar Geni.


Terlihat sayatan penuh darah hitam banyak yang sudah keluar dari sela sela luka dari iblis hitam, Pedang Elemen Api semakin gencar di lancarkan.


Tangan Iblis hitampun terlihat sebagian sudah terbakar terkena dampak dari Pedang Elemen Api biru.

__ADS_1


Tapi Iblis hitam dengan satu tanganya tetap membabi buta ke arah kedua pecah raga Badar Geni, melihat ada celah dari amukan tangan Iblis Hitam kedua pecah raga badar geni tak menyia nyiakan kesempatan.


Mereka berdua langsung mengarahkan jurus Pedang Kembar yang berelemen Api dan Es, sebuah cahaya seperti kristal es langsung menghujam tangan dari Iblis hitam dan langsung membekukan tanganya, setelah terlihat tanganya beku pecah raga Badar Geni yang Satu langsung menebaskan Pedang Elemen Api.


Sebuah Cahaya Biru yang keluar dari Pedang Elemen Api langsung di arahkan ke tangan yang sudah membeku, Cahaya biru itu langsung menembus Es yang sudah membekukan tanganya masuk melalui rongga rongga kecil sebagian langsung mengarah ke arah tubuh iblis Hitam.


Sereangan yang gencar membuat luka semakin terlihat di tubuh Iblis Hitam,


Badar Geni yang mengumpulkan tenaga dalamnyapun sudah mulai membuka matanya, aura biru yang menyelimuti tubuhnyapun semakin berwarna biru terang, iapun ikut melesat melakukan serangan yang begitu dahsyat ke tubuh Iblis Hitam, dalam satu serangan saja iblis hitam mulai terlihat goyah dalam keseimbanganya.


Melihat Iblis hitam masih bisa bertahan dari angkasa Badar Geni memberikan serangan dari pedang elemen Apinya lebih besar kekuatanya, iblis hitam yang sudah tak berdaya tak bisa apa apa lagi hanya meraung kesakitan, dan saat kekuatan besar mengenai tubuh iblis hitam yang sudah ambruk terbaring lemah, cahaya biru dari pedang kembar langsung menebas ke arah tubuh Iblis Hitam.


slllaaaaassss,,,,,,,,


buummmmm,,,,,,

__ADS_1


Tubuh Iblis hitampun terlihat terbelah menjadi dua bagian, darah hitampun membanjiri tempat bertempuran di dalam segel pelindung.


Mata murid tetua, maupun ketuapun terlihat melotot tak percaya melihat iblis hitam sudah terbelah setelah itu tubuh iblis hitam itupun lenyap menjadi abu.


Badar Genipun hanya tersenyum sinis setelah dapat mengalahkan iblis hitam, iapun langsung membaca mantra, seketika kedua pecah raga Badar Geni kembali ke dalam tubuh aslinya, setelah beberapa saat Badar Genipun kembali seperti sedia kala iapun kemudian menghilangkan segel pelindung dan dengan santainya ia berjalan ke arah tetua.


"Maaf tetua kalau saya sudah sedikit merusak aula padepokan ini, mengenai tetua Dirjo sekali lagi saya minta maaf tidak bisa menyelamatkannya, karena tetua dirjo sudah bertindak terlalu jauh sampai menghalalkan cara demi meningkatkan ilmu kanuraganya dengan melakukan kontrak dengan salah satu Iblis masa lalu, kalau tidak di musnahkan akan sangat berbahaya di kemudian hari, sekali lagi saya minta maaf tetua," ucap Badar Geni dengan menjelaskan sambil mengepalkan kedua tanganya di dadanya memberi hormat.


"Anak muda,bagaimana keadaanmu, kamu baik baik sajakan, apa benar yang kulihat tadi kalau kamu murid dari Eyang Raga Runting soalnya tongkat yang kamu bawa itu kami sedikit tahu nak mas Badar aku hanya ingin tahu kebenarnya saja, untuk masalah Tetua Dirjo memang harus di musnahkan karena kami juga tak menyangka kalau ia ternyata dari aliran sesat, untung saja belum terlambat kami mengetahuinya, untuk itu biarlah kelompok dari berbagai jurus senjata biar kami bicarakan lagi pada ketua Braja musti, dan terima kasih telah melakukan yang terbaik untuk padepokan kami, tak kusangka kamu penuh kejutan anak muda," jawab tetua Wiratama pada Badar Geni dengan wajah senyumnya dan mengepalkan kedua tanganya di dada membalas hormat pada badar geni.


"Hhhheee,,,,, Tetua saya baik baik saja, jangan terlalu sungkan begitu, kalau soal tongkat ini tetua memang tak salah melihat, ini memang tongkat eyang Raga Runting dan walaupun begitu saya memang murid satu satunya, hhhheeee,,,, dan adik saya Kinasih juga salah satu murid dari Pendekar wanita Seribu Lengen tetua, aaahhh,,,, malah jadi tau deh para tetua, sebenarnya kami tak ingin membuka identitas kami, tapi dari pada tetua jadi berandai andai tentang kami, hhhheeee," ucap Badar Geni yang menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil cengar cengir sendiri.


Tak lama berselang Tetua Braja Mustipun sudah berada di antara para tetua, di susul dengan Kinasih, dan Arum Sari.


** Maaf kalau beberapa hari tidak dapat update, karena author baru tidak enak badan, daripada ceritanya gak nyambung lebih baik author rehat dulu, sebenarnya masih belum saya bikin tewas iblis hitamnya, ya karena daripada terlalu lama bertarungnya saya bikin tewas saja, kalau emang tidak ada yang suka dengan cerita cersil ini gak usah di baca, memang author hanya pemula**

__ADS_1


**maaf kalau cerita ini membosankan, semoga masih ada yang menyukai cerita ini, jangan lupa like vote atau comen**


__ADS_2