
Hari semakin senja, para muridpun sudah pada membubarkan diri, terlihat ketua Braja mustipun mendekati Badar Geni.
"Tak kusangka aku bisa bertatap muka langsung dengan murid Eyang Raga Runting hhhmmmm,,,,, ilmu kanuraganmu ternyata sudah sempurna nak mas, munkin kalau aku yang bertarung dengan tetua Dirjo akan sangat mudah untuk di kalahkan, maaf atas sambutan beberapa hari ini yang membuat nak mas jadi bertarung dengan tetua Dirjo, sebenarnya aku sudah mencium gelagat yang mencurigakan dari tetua Dirjo dalam beberapa bulan ini setelah kembali ke padepokan ini, entah kemana saja tetua Dirjo, tak kusangka ilmu kanuragaanya tidak bisa aku baca, sebelum pergi ia masih sama dengan ilmu kanuragaanku, ternyata dia sudah menjalin kontrak darah dengan salah satu iblis masa lalu yang sudah tersegel beberapa ratus tahun yang lalu, pantas saja murid murid dari kelompok semua jurus senjata berubah arogan pada murid murid lain, sungguh sangat di sayangkan akhirnya harus berakhir dengan tewasnya tetua Dirjo, kalau begitu lebih baik kita bicarakan masalah ini di tempatku saja nak mas, aku bisa merasakan ada mata yang mengawasi dan mendengar pembicaraan kita ini," ucap ketua Braja Musti pada Badar Geni dengan perasaan kagum dan berjalan ke arah ruangannya
Mendengar penjelasan ketua Braja Musti, Badar Geni, Kinasih dan para tetuapun langsung mengikuti ketua padepokan Singa Emas itu di belakangnya menuju kediaman dari ketua padepokan.
Hari sudah mulai gelap sang suryapun sudah mulai tak terlihat.
Di padepokan Lebah Iblis masih berkumpul para sesepuh ketua, ataupun tetua yang masih begitu kecewa akan keterlambatanya untuk menyerang padepokan Singa Emas.
"Melihat fenomena di angkasa yang sudah lenyap sudah di pastikan salah satu dari lima iblis yang telah bangkit itu berhasil di kalahkan, terus bagaimana selanjutnya ketua Mandar, apa kita batalkan dulu rencana penyerangan ini, atau tetap kita lanjutkan esuk hari, aku tak menyangka ada seseorang yang mampu mengalahkan salah satu iblis yang telah bangkit itu, ilmu kanuragaanya pasti sangat tinggi, kalau kita tetap akan menyerang bisa di pastikan pasukan kita pasti tidak akan mampu untuk mengalahkan padepokan Singa Emas, sebaiknya kita jangan terlalu gegabah tetua, kita tidak tahu berapa pendekar yang berilmu tinggi yang ada di padepokan Singa Emas," ucap salah satu tetua pada ketua padepokan lembah iblis.
__ADS_1
"Aaahhhh,,,, Sial, kita terlambat,,,, dasar kalian tak becus memberi kabar, kalau kalian lebih cepat kita langsung ikut menyerang membantu salah satu iblis yang telah bangkit itu, tapi dengan tewasnya salah satu iblis itu kita akan sia sia untuk menyerang padepokan singa emas, sekarang lebih baik kita menunggu waktu yang tepat lagi untuk melakukan menyerangan, sungguh di sayangkan, kalau tidak terlambat kita bisa kuasai padepokan Singa Emas dengan mudah," jawab ketua Mandar yang mengepalkan tanganya.
"Munkin kita memang harus bersabar sedikit ketua, biarkan dulu aku sudah mengirim mata mata beberapa murid kita untuk menyelinap dan menyamar jadi murid padepokan singa emas, kita tunggu informasinya dari mata mata kita yang sudah aku kirim, setelah ada celah kita kumpulkan pasukan kita untuk menggempur padepokan singa Emas," ucap salah satu sesepuh yang berada di samping ketua Mandar dengan penuh percaya diri.
"Kalau begitu aku serahkan semua itu pada kalian, walaupun begitu aku ingin setiap waktu ada kabar dari mata mata kita tentang perkembangan di padepokan singa Emas, kerahkan beberapa orang lagi untuk mengintai dari luar, biar lebih mudah untuk mrmberikan kabar selanjutnya, dan sebaiknya kita sudahi dulu pertemuan ini, kalian bisa meninggalkan tempat ini, aku juga sudah sedikit kecewa," jawab ketua Mandar dengan suara seraknya yang tertutup topeng hitam di wajahnya.
Mereka semuapun langsung membubarkan diri kembali kekediamanya masing masing karena malam semakin larut.
Tak terasa hari sudah menjelang pagi Badar Geni seperti biasa sudah mengakhiri meditasinya, begitu juga dengan Kinasih, iapun langsung membersihkan tubuhnya,
Setelah selesai membersihkan tubuhnya ia ingin menikmati udara pagi hari, ia berjalan sendiri, banyak murid padepokan yang juga sudah melakukan aktifitasnya masing masing, banyak para murid yang menyapa badar geni, walaupun tak begitu mengenalnya, sejak melihat pertarungan badar geni dengan tetua dirjo yang menjadi iblis hitam, para murid merasa begitu segan dan menghormatinya.
__ADS_1
Di kamar Sanjaya sudah ada Arum sari dan Bagus Sajiwo yang sedang merawatnya, kini Sanjaya sudah nampak sehat dan sudah dapat bicara ataupun menggerakan tubuhnya.
"Adik Sajiwo, selama aku sadar aku belum melihat pemuda yang mengobatiku, apa temanmu itu sudah pergi dari padepokan ini adik, aku belum sempat mengucapkan terima kasih pada pemuda itu," ucap Sanjaya yang duduk di dekat Bagus sajiwo.
"Kakang, bagaimana kondisimu srkarang apa sudah merasa lebih baik, kalau menurutku saudara Badar dan saudari Kinasih masih di sini, apa kakang tak tahu kalau kemarin ia bertarung dengan tetua dirjo, dan tetua dirjo ternyata melakukan kontrak darah dengan iblis, untung saja saudara Badar dapat memusbahkabya kalau tidak entah apa yang akan terjadi dengan padepokan ini kakang," jawab Bagus Sajiwo pada Sanjaya.
"Apaaaa,,,, jadi pertarungan kemarin itu pemuda yang sudah mengobatiku, pantas saja aku tak dapat mengenalinya, ternyata pemuda itu, ulmu kanuraganya sungguh di luar nalar, padahal umurnya saja masih di bawahku, aku sempat melihat pertempuran ini dari jendela kamar ini, kalau kondisiku sekarang sudah lebih baik adik Sajiwo," ucap Sanjata yang sedikit kaget.
"Ternyata kakang juga melihatnya dari sini, ya pemuda itu yang sudah mengobati kakang dan melentapkan iblis yang ada di tubuh tetua dirjo kakang, munkin dia belum bangun karena kecapean waktu pertempuran kemarin, tapi nanti saudara Badar akan melihat kondisimu kakang,"jawab Bagus Sajiwo dengan penepuk pundak kakangnya itu.
""Semoga tetap terhibur, kalau merasa cerita ini sangat membosankan author tidak memaksa untuk membaca tulisan cersil yang amburadul ini, tapi kalau nasih ada yang suka dengan cerita ini author sangat berterima kasih""
__ADS_1
"jangan lupa like vote atau sekedar comen, terima kasih atas dukungannya kalian tetap yang terbaik"