Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
66.Berpamitan


__ADS_3

Hari semakin pagi Badar Geni setelah berkeliling mencari udara sejukpun mulai melangkah ke kamar Sanjaya, sebelum sampai terlihat Kinasih yang menghampirinya.


"Aku kira kakang masih tidur, ternyata sudah sampai di sini, bagaimana keadaanmu kakang, apa kamu baik baik saja setelah bertarung dengan tetua Dirjo yang menjadi sesosok iblis, sebenarnya aku mau membantumu tapi kelihatanya kakang tidak butuh bantuan, hhhheeee,,,, apa kakang mau menengok saudara Sanjaya," ucap Kinasih yang sudah berada di sping Badar Geni.


"Hhhheeee,,,,, tentu saja aku sudah terbangun, aku rasa kakangmu ini baik baik saja Kinasih hhhmmm,,,,, aku hanya ingin memastikan kalau saudara Sanjaya benar benar sudah pulih, biar setelah ini kita bisa melanjutkan perjalanan lagi, biar kita bisa lekas tahu siapa sebenarnya keluarga kita, dan dapat mencari tahu siapa yang sudah membuat bopo biyung kita meninggal," balas Badar Geni sambil berjalan ke ruangan Sanjaya.


Setelah beberapa langkah berjalan kini Badar Geni sudah sampai di depan pintu yang sudah terbuka, ia dan kinasihpun lekas memasuki kamar dari sanjaya.


"Eeehhh,,,, saudara Badar dan saudari Kinasih mari silahkan duduk, aku kira saudara Badar dan saudari kinasih belum bangun, hhhheee,,,, ternyata baru saja di bicarakan malah sudah berada di sini, bagaimana ke adaanmu saudara Badar apa kamu merasa baik baik saja setelah kemarin bertarung dengan tetua dirjo yang menjadi sesosok iblis," ucap Bagus Sajiwo dengan mempersilahkan duduk di kursi sebelah kamar tidur Sanjaya.


"Terima kasih saudara Bagus, aku rasa aku baik baik saja cuma sedikit letih dan capek saja, oh ya aku kemari ingin melihat keadaan dan memeriksa saudara Sanjaya, dan setelah ini kami akan ke tempat kediaman ketua Braja musti dan para tetua karena kami sudah di sini beberapa hari jadi kami ingin berpamitan untuk meneruskan perjalanan kami yang sempat tertunda saudara Bagus," jawab Badar Geni dengan santai.


"Apa kalian sudah tidak betah tinggal beberapa hari lagi disini saudara Badar, mengapa harus cepat cepat meninggalkan padepokan ini, bagaimana dengan kesembuhan kakaku saudara Badar, tinggalah beberapa hari lagi, sepertinya baru kemarin kalian jadi tamu di sini," ucap Bagus Sajiwo dengan raut wajah yang sedikit cemberut.

__ADS_1


"Hhhheee,,,,, tidak seperti itu saudara Bagus, masih ada sesuatu yang harus kami cari, dan masih banyak orang orang yang membutuhkan bantuan dari kami, suatu hari nanti kami pasti akan menyempatkan diri lagi untuk bertamu disini, sekarang aku mau memeriksa saudara Sanjaya kalian tunggulah di sini aku akan masuk sendiri saja," balas Badar Geni pada Bagus Sajiwo.


Terlihat Arum Sari yang hanya mendengarkan mereka bicara wajahnya jadi terlihat masam, dalam hatinya ia ingin selalu berada di samping pemuda yang baru saja di kenalnya itu, tapi ia hanya menyimpan perasaan itu,


"Huh,,,, kamu tak tahu perasaanku kakang Badar, apa hatimu itu memang tidak peka terhadapku, aku selalu teringat akan dirimu terus, tapi entah apa yang ada di pikiranmu itu, apa aku kurang menarik perhatianmu, dasar tak punya hati huh, dasar bodoh," bhatin Arum Sari dengan mendengus kesal.


Badar Genipun kini sudah berada di kamar Sanjaya, ia hanya duduk saja di kamar itu,


"Saudara Sanjaya bagaimana sekarang kondisimu, aku datang kesini mau memeriksamu biar aku bisa tahu kondisi tubuhmu sekarang," ucap Badar Geni yang sudah di depan pintu kamar dari Sanjaya.


"Untuk itu saya datang kesini untuk memeriksamu saudara Sanjaya,sudah jangan seperti itu berdirilah, aku paling tidak suka siapapun bersujud dihadapanku, sekarang berdirilah,"


Badar Genipun mengangkat pundak dari Sanjaya yang sedang bersujud di hadapanya setelah itu ia pun melanjutkan perkataanya

__ADS_1


"Untuk tenaga dalamu memang siapapun sudah saya katakan untuk merahasiakan hal ini, kalau saudara Sanjaya sudah merasakan berarti fisik tubuh saudara Sanjaya sudah hampir sembuh, sekarang bolehkah aku memegang pergelangan tanganmu, biar aku mengetahui aliran darahmu, karena aliran darah itu sedikit cara untuk mengetahui sehat tidaknya akan penyakit yang di derita," ucap Badar Geni yang memegang petgelangan tangan Sanjaya, sambil memejamkan matanya.


Setelah itu Badar geni menyuruh Sanjaya duduk bersila di balai kamarnya, Badar Genipun kini akan memeriksa organ tubuh dari Sanjaya dengan kekuatan jiwanya.


Badar Geni juga melakukan hal yang sama ia duduk bersila di belakang Sanjaya, matanya mulai terpejam, ia mengedarkan kekuatan jiwanya di kedua telapak tanganya dan mengarahkan ke punggung dari Sanjaya.


Dengan kekuatan jiwanya Badar Geni menelisik organ dalam tubuh sanjaya dan wadah tenaga dalamnya, dalam beberapa menit saja Badar Geni sudah dapat menyimpulkannya, bahwa tubuh, organ dalamnya, ataupun wadah tenaga dalamya sudah terlihat normal, setelah di rasa cukup iapun menyudahi melihat tubuh sanjaya.


"Saudara Sanjaya, setelah aku periksa semuanya sudah terlihat normal, semua racun juga sudah tidak ada lagi dalam tubuhmu, cuma hanya satu masalah saja, ini tentang wadah tenaga dalamu, sebelum aku mengobatimu wadah tenaga dalamu sudah tak berfuksi karena sudah menyerap racun yang membuat wadah tenaga dalamu hancur, tapi sekarang aku lihat wadah tenaga dalamu sudah kembali normal, tapi maaf kalau tenaga dalamu sudah hilang, untuk bisa mempunyai tenaga dalam lagi kamu harus berlatih seperti awal lagi, semakin giat berlatih pernafasan, tenaga dalamu akan kembali lagi, tapi jangan terlalu memaksakan diri, karena walaupun tenaga dalammu sudah normal harus tetap pelan pelan menyimpan tenaga dalamu nanti," ucap Badar Geni menjelaskanya pada Sanjaya.


Jangan lupa tetap kasih dukunganya melalui vote, like, ataupun sekedar memberikan sedikit hadiah,


semoga tetap terhibur dengan cersil ini thanks,

__ADS_1


kalian yang terbaik


__ADS_2