
Badar Genipun sedikit terkejut dengan perkataan lawan latih tandinya itu, sekali lagi ia memicingkan matanya mencoba mengenali pemuda itu, tapi dalam benaknya ia baru mengenal pemuda itu kemarin.
"Aku merasa aku baru mengenal pemuda itu, itu saja baru kemarin, mengapa pemuda itu berkata seperti itu, seakan dia sudah mengenalku, siapa sebenarnya pemuda itu," bhatin Badar Geni yang memicingkan matanya ke arah pemuda yang sedang menghampirinya.
"Hhhhhiiiii,,,,,, dasar bodoh hhhhiiii,,,,, kau masih belum bisa mengenaliku badar, aaahhhh,,,,, mengapa aku jadi pikun lagi, penampilanku kini kan seperti ketampanmu badar hhhheeee,,,,, kamu pasti bingungkan, apalagi aku hhhhiiii, aku saja tahu siapa kamu dan Eyangmu, semua tentang dirimu akupun tahu Badar, " teriak pemuda itu sambil terkekeh dengan melangkahkan kakinya.
"Apa maksudmu kisanak, aku sungguh tak mengerti yang kau ucapkan, bertemu kamu saja baru kemarin, kamu membuatku bingung juga, dasar pemuda aneh, mengaku sudah sangat mengenalku," ucap Badar Geni dengan mengerutkan dahinya.
"Hhhhaaaa,,,,, hhhhhiiii,,,,, aaahhh,,,,, mungkin kau tak bisa mengenaliku dengan penampilanku yang sekarang, tak jauh denganmu bukan Badar, hhhhiiii,,,,, tapi aku sangat mengenalimu, kamu sungguh sangat berubah dan sangat kuat sekarang Badar," balas pemuda itu yang masih terkekeh walaupun sudah berada di dekat Badar Geni.
"Kisanak,,, jekaskan apa maksudmu itu, aku memang sungguh tak dapat mengenalimu, apa memang benar kamu murid dari Eyangku kisanak, jangan membuat aku semakin pusing," ucap badar geni dengan raut wajah penuh selidik.
__ADS_1
"Hehe,,, hehe,,,,, ceritanya panjang Badar, tapi baiklah akan aku ceritakan siapa yang berada di sampingmu ini, tapi jangan terkejut nanti, hhhhiiii," balas pemuda itu dengan senyum.
Kemudian Pemuda misterius itu menceritakan kejadianya dan siapa sebenarnya dirinya itu.
Sebenarnya Badar Geni awalnya tak mempercayai cerita pemuda itu, tapi setelah di jelaskan dengan detail akhirnya Badar Geni dapat mempercayai cerita pemuda itu,
"Eyang,,,, maafkan Badar yang tak bisa mengenali, karena eyang jadi seperti seumuran Badar, siapapun yang bertemu dengan eyang takan bisa mengenalinya, pantas saja badar tanpa sengaja tahu jurus yang eyang gunakan, tapi jurus itu sudah tak terlihat lagi setelah lama berlatih tanding," kata Badar Geni yang sudah duduk bersila di depat Eyang Raga Runting.
"Kirain Eyang tak akan menjenguku, tapi mengapa eyang tahu kalau badar ada di air terjun grojokan sewu ini, dan aku kira eyang mempunyai murid yang tak badar ketahui, pantas saja eyang tak dapat badar kalahkan, ternyata badar berhadapan dengan Orang tersohor di tanah jawata ini, ohh iya eyang ini Rajawali temanku yang menemaniku saat berada di air terjun grojokan sewu ini, hhhhiiiii," ucap badar geni yang menunjukan senyumnya.
"Heee,,,hhee,,, sewaktu sudah berada di pondok tempat kita, eyang langsung ke puncak lereng gunung merapi, sesampainya di tempat itu terlihat sudah tak ada kamu ngger Badar, Eyang sedikit khawatir takut terjadi sesuatu dengan dirimu, karena sudah tiga purnama kamu bersemedi di lahar gunung merapi, saat eyang melihat dan memastikan keberadaanmu tiba tiba muncul suara yang entah dari mana asalnya, dan hanya mengucapkan bahwa kamu sedang melakukan tapa brata di air terjun grojokan sewu ini, dan eyang langsung melesat ke arah tempat ini, dan menemukanmu sedang bertapa yang di tungguin Rajawalimu itu," jawab Eyang Raga Runting yang menjelaskannya.
__ADS_1
"Kalau begitu yang memberitahukan eyang pasti Eyang Guntur Sayekti hhheeee, dan karena Eyang Guntur Sayekti Badar dapat seperti yang eyang rasakan tadi hhhhiiii,,, maaf eyang, dan sekarang Badar sudah mendapatkan pusaka dari Eyang Guntur Sayekti, Pusaka ini sekilas memang tak terlihat tapi begitu tersentuh tangan Badar akan terlihat Eyang," ucap badar geni pada eyangnya yang mengambil senjata pusakanya di pundak kanan kirinya.
Eyang Raga Runtingpun memicingkan matanya melihat dengan jelas kedua Pedang yang sudah berada di kedua Badar Geni.
"Sungguh kamu di berkati langit ngger Badar, Eyang juga tak menyangka kamu dapat menaklukan kedua Pedang pusaka ini,hhheeee,,,, dan eyang berpesan gunakan pusaka ini kalau tidak terdesak, karena eyang merasakan aura kedua pedang ini sangat kuat, dan lindungi siapa yang ingin kamu lindungi jangan sombong dan tetap rendah diri, karena kesombongan akan menghancurkan dirimu sendiri dan akan berimbas menjadi salah menggunakannya," jawab eyang Raga Runting yang selalu memberi nasehat pada murid satu satunya itu yang sudah di anggao cucunya sendiri.
"Ini semua berkat didikan dan kesabaran eyang hhhheeee,,,, hingga badar bisa sampai seperti ini, terima kasih sudah membesarkan Badar dan melatih badar, dan badar akan selalu ingat nasehat yang eyang katakan," ucap Badar Geni.
Hari semakin larut malam, mereka masih tetap berbincang dengan sangat gembira, dan mereka berencana esok hari untuk kembali di lereng tempat tinggalnya setelah itu tanpa sadar merekapun terlelap di gua grojokan sewu itu, hanya Rajawali yang tetap berdiri di depan pintu gua mengamati situasi di luar.
Maaf kalau memang cerita ini tak bagus dengan cerita para senior, author hanya pemula yang belajar untuk merangkai kata yang pas, semoga masih ada yang terhibur
__ADS_1
jangan lupa like, atau vote kalau merasa cerita ini menarik dan author akan senang kalau di favorikan dan memberikan sedikit hadiah, terima kasih atas dukunganya.