Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
33. Badar Geni Vs Pemuda Misterius 3


__ADS_3

Gelombang kejut membuat mereka saling terpental saat kedua tenaga dalam mereka saling beradu, udara seakan menjadi sangat panas,


Badar Geni terpental beberapa langkah ke belakang begitu juga dengan pemuda yang menjadi lawanya itu.


Kini mereka lebih serius lagi, keduanya sudah mengeluarkan aura tenaga dalamnya yang membuat sekitar tempat itu menjadi sedikit bergetar, batu batu kecil mulai melayang begitu juga dengan air terjun grojokan sewu menjadi aliran airnya naik ke atas.


Melihat itu, Pemuda misterius tetap tenang, Badar Genipun juga tak gentar menghadapi pemuda yang tak di kenalnya itu, pikiranya berkecambuk, rasa penasaranya semakin menjadi.


Badar Geni terbawa dengan situasi di dalam batinya, iapun berusaha untuk memberikan serangan dengan jurus jurus tingkat tinggiya.


Sementara Pemuda itu belum bisa mendekati Badar Geni, hanya melakukan pukulan yang mengandung tenaga dalam dari jarak jauh.


Situasi kini Badar Geni sedikit dapat memberikan tekanan ataupun serangan yang lebih kuat, walaupun begitu pemuda itu seperti meremehkan dari serangan Badar Geni.

__ADS_1


Entah sudah berapa ratus jurus yang mereka keluarkan dalam pertempuran jarak jauh itu, api keduanya sudah berkobar menyelimuti tubuhnya masing masing, tapi api biru dari Badar Geni masih tetap membuat pemuda itu tak dapat menyerang dengan jarak dekat.


"Sepertinya bocah gemblung itu sudah mulai serius, ku akui ilmu kanuraganmu sungguh sangat bertambah hampir sampai kesempurnaan, tapi rasa amarahmu itu yang sedikit menghambat sampai ke tingkat sempurna, tapi biarlah sampai di mana kemampuanmu saat ini bocah," bhatin pemuda itu yang menghindar saat Badar Geni mencoba untuk mendekatinya.


"Baru kali ini aku menemukan lawan yang seimbang selain Eyang Raga Runting, aku masih penasaran siapa dia sebenarnya, ilmunya juga sudah sangat sempurna, jurusnya juga sangat aneh, walaupun ada jurus jurus yang di miliki Eyang dengan sangat sempurna,bhatin Badar Geni dengan terus berusaha untuk mencoba peetarung jarak dekat.


Suara suara tenaga dalam mereka terus bergemuruh di tempat itu di saat tenaga dalam itu saling beetabrakan, tapi tak ada satupun yang belum mau untuk mengalah,


"Kisanak,,,, terakir kali aku bertanya padamu, ada hubungan apa kau dengan Eyangku, kalau kau tak katakan aku tak segan segan untuk melakukan serangan yang lebih dari seranganku sebelumnya, jangan buat aku lebih keras, jangan kau anggap ini latih tanding lagi kisanak," teriak Badar Geni yang terus melancarkan pukulan dari jarak jauh maupun jarak dekat.


"Kamu harus dapat mengendalikan emosimu Badar, hanya karena jurusku hampir sama denganmu atau Eyangmu kau jadi tak bisa mengendalikan emosimu, walaupun aku tak dapat menyerangmu dalam jarak dekat kalau mengendalikan emosimu tak bisa, pasti akan meninggalkan banyak celah, itu tak baik untukmu badar," balas teriak Pemuda itu yang juga tetap melakukan seranganya untuk mengimbangi tenaga dalam dari Badar Geni.


Badar Genipun jadi terdiam mencerna apa yang telah diucapkan pemuda misterius itu barusan, dan iapun menyadari kalau dengan emosi akan banyak meninggalkan bantak celah dalam segi serangan ataupun pertahanan,

__ADS_1


Karena pengendalian emosi memang sangat diperlukan di pertarungan ataupun pertempuran yang sesungguhnya.


Iapun menyadari akan kesalahanya, iapun mulai mengambil nafas dalam, dan mulai lebih tenang, kini seranganyapun terlihat lebih kuat, aura petarungnyapun semakin terlihat lebih menekan.


Melihat itu pemuda misteriuspun bertambah kagum, dan tersenyum tipis, iapun mulai menyerang, dalam pertarungan itu mereka sama sama mendominasi dengan serangan yang begitu dahsyat.


Entah sudah berapa jam mereka berlatih tanding tapi sedikitpun mereka belum terlihat menandakan lelah atau letih, bahkan mereka terlihat sangat bersemangat berlatih tanding.


Maaf kalau terlalu lama banget updatenya, dua chapter sebelumnya sudah author buat, tapi entah sudah hampir empat hari belum up juga, munkin baru ada problem di pihak noveltoon sendiri,


Semoga tetap terhibur dengan cerita ini jangan lupa vote atau like itu sudah sangat berarti buat author.


thanks

__ADS_1


__ADS_2