Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
45.Tewasnya Manusia Harimau


__ADS_3

Badar Geni dan Kinasih sudah berada di belakang kedua Manusia Harimau itu,


"Ggggrrrrr,,,,, hhhhaaaa,,,, ternyata hanya mau mengantarkan nyawa, tidak susah susah kita mencari mangsa nyai,,, hhhhaaaa,,,," ucap salah satu manusia harimau itu pada manusia harimau yang di sebelahnya.


"Hhhhaaaaa,,,,, ternyata kalian sepasang manusia kucing kurap, kalau kalian ingin daging kami silahkan kalau kalian mampu kucing kucing bodoh, hhhhiiiii," teriak badar geni dengan memainkan jarinya bertanda biar kedua manusia itu menyerangnya.


"Benar benar cari mati kau manusia," teriak manusia harimau yang siap menerkam Badar Geni.


Badar Geni kini bersalto kebelakang menghindari terkaman dari manusia harimau, begitu pula dengan Kinasih yang masih bersiap dengan pedangnya.


Cakar cakar mautpun masih dilesatkan oleh manusia harimau dengan gencar dengan aura kemerahan badar geni masih menghindarinya tanpa luka dan belum tersentuh.


Sementara Kinasih juga masih di serang seperti menerkam dengan tangan seperti layaknya cakar harimau, iapun juga masih dapat menghindari, dengan pedang yang sudah di aliri tenaga dalamnya aura pedangnya kini di selimuti cahaya putih mengkihlat dengan di lapisi petir petir kecil di sela sela mata pedangnya.


Pertukaran jurus keduanyapun membuat suasana malam itu mengundang ketakutan yang mendalam bagi desa itu, karena suara auman ataupun petukaran jurus begitu sangat keras.


Kini terlihat Badar Geni sudah mulai mendesak manusia harimau yang menjadi lawanya itu, ia sudah mengeluarkan tongkat kuning pemberian Eyangnya,


"Dasar kucing kurap, sekarang lihatlah tubuhmu sudah terlihat banyak memar, apa kau mengerti kekuatan kita yang sangat jauh hhhheeee,,,, akan kuberikan yang lebih parah lagi kau kucing kurap, terimalah ini kucing sialan," teriak Badar Geni dengan terus mendesak Manusia harimau, hanya kini hanya mengaliri tenaga dalam dalam tubuhnya karena tak ingin mengambil resiko yang akan membuat lukanya bertambah parah.


"Pukulan Tongkat Membelah Samudra tingkat pertama,"


wuussss,,,,


wuuusssss,,,,,


"Cakar Maut Menerkam Mangsa"


duuaarrr,,,,,

__ADS_1


ddduuaarrrr,,,,,


Suara tenaga dalam tongkat kuning berbenturan dengan cakar manusia harimau, membuat gelombang kejut yang sangat besar,


Dengan bertabrakanya kedua tenaga dalam keduanya, membuat debu mengumpul di lokasi itu, setelah debu menghilang terlihat Badar Geni masih tak bergeming di tempatnya begitu juga dengan manusia harimau itu, tapi terlihat luka lebang di tubuh harimau yang menjadi lawan badar geni, ia terlihat meringis kesakitan,


Kinasihpun juga sudah memberikan luka dengan pedang sucinya di beberapa luka di tubuh manusia harimau yang jadi lawanya.


"Gggggrrrr,,,,,, Bangsat kau manusia, akan ku buat luka yang lebih seperti apa yang ku rasakan," ucap wanita harimau yang meringis menawan luka sayatan pedang dari kinasih.


Kinasih cuma tersenyum sinis, ia langsung tak memberikan waktu untuk mengambil nafas musuhnya, ia langsung gencar melakukan serangan yang lebih cepat, wanita harimau itu hanya menghindari serangan pedang kinasih dengan sisa sisa tenaganya.


Kini Badar Geni juga memancing sedikit menjauh dari pertarunganya yang semula ia mencari tempat agar tempat para penduduk tak jadi korban.


"Kucing tua, menyerah saja dan temui dewa kematian, hhhheeee,,,,, kalau tidak kau akan merasakan tongkat kuning ini mengamuk, untuk apa kau membuat onar di kampung ini, apa biar kau dapat sakti mandra guna hah,,,,, tapi sayang nyawamu akan melayang hari ini kucing tua," teriak badar geni yang masih melancarkan jurus jurusnya ke manusia harimau dengan lebih beringas.


"Cakar Harimau Iblis tingkat pertama"


"Cakar Hitam Neraka"


Dengan jurusnya itu terlihat asap hitam menyelimuti manusia harimau, tubuhnya mulai bergetar hebat, dan setelah hilang terlihat manusia harimau itu layaknya harimau tubuhnya menjadi besar dua kali lipat dari harimau biasa.


Dengan tubuhnya yang besar Badar Geni menambah kewaspadaan tinggi, ia memicingkan matanya lebih tajam, dalam ranah jiwanya terdengar suara Rajawali Es yang berkomunikasi yang memberitahukan kalau saat ini manusia harimau itu menggunakan Aura Iblis, yang sudah hilang ribuan tahun yang lalu,


"Hohohoho,,,,, ternyata kau menggunakan aura iblis kucing tua, apa dengan auramu itu aku akan takut, jangan pernah bermimpi kau kucing bandot, majulah kau kucing sialan," teriak Badar Geni yang kini juga sudah mengeluarkan sedikit api abadinya untuk menyelimuti tubuhnya akan aura iblis yang menekanya.


Manusia Harimau itu langsung melompat menerkam dengan kedua cakarnya yang runcing dengan api merah yang membara, Badar Geni masih santai di tempatnya tanpa bergerak tapi ia tetap tenang, saat cakar runcingnya sudah beberapa cm dari Badar Geni, Badar Geni sudah tak berada di tempatnya hanya asap putih yang kini menjadi terkamanya, alhasil ia hanya mengenai udara.


Manusia harimau itu sedikit terbelalak dan malah merasakan tubuhnya menjadi panas, ia tak mengerti apa yang terjadi, belum sempat menoleh ke arah tubuhnya, ia sudah terpental beberapa meter dari tempatnya, dan menabrak pohon yang ada di depanya.

__ADS_1


Badar Geni hanya tersenyum lirih melihat manusia harimau itu menabrak pohon, sebenarnya ia menggunakan ilmu Langkah Dewa Angin dengan kecepatanya yang seperti angin ia sudah berada di sebelah tubuh Manusia harimau itu yang seperti menghilang, padahal ia menggunakan kecepatanya dan berhasil memukul harimau itu yang kini tersungkur di tanah.


Kini Manusia Harimau itu terlihat sangat mengenaskan terlihat tubuhnya sedikit gosong akan pukulan Badar Geni tang mengandung tenaga dalam dan Api Abadinya.


Dengan kecepatanya seperti angin Badar geni tau tau sudah berada di depan manusia harimau itu, harimau itu itu kembali memandang tajam manusia di depanya itu.


"Dengan auramu itu apa kau sudah hebat kucing tua, korbanmu sudah terlalu banyak untuk itu kau tidak layak untuk hidup, sekarang terimalah kematianmu kucing busuk," ucap badar geni dengan jurus Tongkat Kuningnya.


"Pukulan Tongkat Kuning Membelah Samudra level empat,"


jedummmmm,,,,,


jedummmm,,,,,


Dengan pukulan Tongkat Kuningnya Manusia harimau itu sudah merengang nyawa darah mulai mengalir dari tubuhnya, dan lama kelamaan manusia harimau itupun berubah wujud, terlihat pria paruh baya yang sudah tergeletak.


Badar Genipun langsung memusnahkan jasad yang sudah meregang nyawa.


Sementara Kinasih juga sudah membuat wanita harimau itu mutah darah dengan luka di tubuhnya yang juga terlihat sangat mengenaskan, wanita harimau itu cuma senyum sinis melihat kinasih yang memandangnya dengan tatapan tajam penuh dendam.


"Sekarang kau harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kau lakukan pada penduduk desa ini, memaafkanmu akan membuat nanti kau akan melakukan perbuatan yang keji lagi, untuk itu kau harus mati harimau busuk," ucap Kinasih yang langsung menebas kepala manusia harimau itu dengan sangat cepat.


Seketika kepalanya sudah lepas dari tubuhnya dan kinasih langsung membakar menjadi abu agar tak mengeluarkan penyakit di kemudian hari.


Iapun kemudian menghampiri kakaknya yang tak jauh dari pertempuran itu,


**Jangan lupa vote, like, atau masukan di favorit, biar author tetap bisa meneruskan cerita ini, kalau agak lambat harap maklum author memang baru pemula, semoga tetap menghibur para reader semua**


"thanks

__ADS_1


__ADS_2