Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
6.Wanita Seribu Lengan


__ADS_3

Eyang Raga Runting tetap berjalan melewati hutan belantara dengan begitu santaenya, setelah berjalan berhari hari tak mengenal lelah ia melihat dan sangat dan mendekati gubuk tua yang di kenalnya.


"Sudah berapa hari aku berjalan dan tinggal di hutan, sampai tak tau sampai ke adik seperguruanku hhheee,,,, sebaiknya aku kagetkan saja dia, hhhhiii,,,, semoga saja kehadiranku tidak di ketahui," bhatin eyang raga runting sambil terkekeh terlihat senyum senyum sendiri.


Kakek pengemis itu seperti seorang anak kecil yang lagi main petak umpet, ia dengan hati hati sambil terkekeh kekeh sendiri mencari tempat bersembunyi sambil meloncat ke arah yang di tuju untuk menyembunyikan dirinya.


Tiba tiba sebuah suara terdengar begitu kerasnya entah dari mana asalnya, suara perempuan yang sepertinya sudah tau akan kehadiranya.


"Hhhhiiiii,, hhhhiiii,,,, kakang Runting jangan seperti anak kecil seperti itu, hhhhaaaa,,,, kau seperti monyet yang mencari pisang saja kakang, hhhhiiii,,,, hhhhiiiii,,,, sudah puas jalan jalannya kakang Runting, keluarlah jangan bersembunyi di balik pohon itu," ucap perempuan yang terdengar di sekitar hutan itu, dengan suara tawanya yang cekikian.


"Aaaiiihhhh,,,,, pendengaranmu dan penciumanmu itu masih tajam saja nyi,,, hhhuuuuhhhh,,,, jadi tak seru kalau kau tau persembunyianku nyi,,, nyi,,, ingin mengagetkanmu malah aku yang jadi kaget mendekar suara dan tawamu yang fals itu, hhhhiiiii," balas pengemis tua itu keluar dari sebuah pohon tempat persembunyianya.


"Sepertinya tingkahmu itu juga masih tak berubah kakang, masih seperti orang kurang waras, yang terbentur kepalamu yang tak di ketahui orang lain, hhhhiiii,,,, hhhhiiii,,,," ucap dari seorang wanita yang sudah tua melesat turun menghampiri Eyang Raga Runting entah dari melesat dari mana.


"Waduuuhhhh,,,,, aaahhh,,,, kau itu juga selalu tiba tiba mengagetkanku nyi, huuuhhhh,,,, sudah dua kali kau mengagetkanku, semakin hebat saja kau ilmu kanuraganmu itu,hhheee,,,,," balas pengemis tua itu yang pura pura kaget dengan kehadiran adik seperguruanya itu dengan tiba tiba.

__ADS_1


"Hhhhhiiii,,,, hhhhiiii,,, gak usah berlagak sok kaget kau kakang,, kakang,,, kau itu memang tak bisa berubah selalu bercanda terus, makin lama kau akan semakin otakmu itu akan miring,hhhhiiii,," ucap adik seperguruanya itu yang juga selalu terkekeh dengan tawa khasnya.


"hhhuuuu,,,, yang penting hidup itu harus dinikmati, hhheeee,,,, apakah kau tak melatih muridmu nyi, kok malah ingin bermain main dengan tua bangka ini,hhhhiiiii," balas eyang raga runting dengan terkekeh.


"Hhhhiiii,,,, hhhhiiii,,,, emang otakmu itu sudah miring kakang, siapa yang ingin mengajakmu bermain main, huuuhhh, dari tadi tingkahmu yang bermain petak umpet kayak anak kecil saja, muridku masih berlatih di bukit belakang sana kakang," ucap adik seperguruanya dengan menunjukan letak muridnya berlatih.


"Aaahhh,,,, kau tidak seru nyi,,,, kalau begitu aku akan melanjutkan perjalanan saja, huuhhh,,,, aaahhh tidak ada yang seru ksu nyi," ucap pengemis tua itu yang melangkah pergi.


"Kakang apa kau tidak kangen dengan masakan adik seperguruanmu ini, padahal aku sudah masak yang enak, kalau kau mau pergi ya sudah, lebih baik aku makan bersama muridku saja," balas adik seperguruanya juga melangkah pergi.


"Hhhhiiii,,,, hhhiiii,,, kalau soal makan kamu emang jagonya kakang, ayolah kebetulan aku juga sudah sangat lapar, dari tadi aku cuma mengamati muridku yang sedang berlatih dari jauh, biar dia bisa mengolah jurus jurus yang cuma aku tuliskan yang aku ambil dari Kitap Tanpa Aksara kakang," ucap adik seperguruanya itu yang menunggu ki raga runting yang melangkah menghampirinya.


"Kau masih selalu berusaha mencerna kitap tanpa aksara itu nyi, kitap itu memang sungguh luar biasa, kalau bisa di baca, la kalau kitap itu tak ada aksaranya apa gak tambah gemblung to nyi, apa kamu sudah bisa menemukan kunci biar bisa membaca kitap tanpa aksara itu nyi," balas ki raga runting pengemis tua itu yang penuh selidik.


"Aaahhh kau ini selalu begitu terus to kakang, kakang,,, iri melihat adikmu ini bisa sedikit menguasai Kitap tanpa aksara itu ya kakang, hhhhiiii,,,, katanya sudah lapar, nanti saja penjelasanya, aku juga sudah lapar juga soalnya kakang," ucap adik seperguruanya itu sambil terkekeh.

__ADS_1


Nyi Gandasari adik seperguruan dari pengemis tua, ia seorang pendekar wanita yang juga perlu di perhitungkan dalam seni olah kanuragan,


Ilmunya juga seimbang dengan kakak seperguruanya yang memang sedikit nyeleneh, ia di juluki, Wanita Seribu lengan, karena ajian dan jurusnya begitu sangat mematikan, karena ilmu itu sungguh dahsat daya hancurnya.


Nyi Gandasari mempunyai seorang murid wanita, ia menemukan muridnya itu selagi masih kecil, karena di tinggal orang tuanya yang di rampok dan dibunuh,


Saat itu nyi Gandasari dan kakak seperguruanya yang tak lain pengemis tua menyelamatkan kedua bocah yang masig kecil sekitar umur empat tahun dan dua tahun iapun kemudian mengasuh salah satu yang di selamatkan itu sampai sekarang ini, ia mempunyai seorang kakak yang sekarang ini jadi murid dari ki raga runting,


Tapi mereka berdua masih merahasiakanya sampai saat ini, karena biar fokus dalam berlatih ilmu kanuragan.


"Bagaimana kabar dari muridmu kakang Runting, mengapa kakang malah pergi meninggalkanya, hhhiiii,,,, apa sekarang ia juga sudah menguasai sifat nyelenehmu itu kakang, hhhhhiii,,,, hhhiii,,,," ucap nyi gandasari.


"Aku memang sengaja meninggalkan dia nyi, ia sedang melakukan tapa brata tahap akhir untuk penyucian raga, jiwa, dan hati, ya semoga saja sifatku ini bisa ditiru, hhhhaaaa,,,, biar nanti ada penerusku yang lebih nyeleneh seperti ini nyi," jawab eyang raga runting yang seakan membagakan sifat sedikit gilanya itu.


Mereka kini sudah berada di dalam gubuk tua muridnya nyi gandasaripun sudah tiba di gubuk tua itu, karena nyi gandasari mengeluarkan ajian Auman Guntur saketi.

__ADS_1


__ADS_2