Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
5.Eyang Raga Runting


__ADS_3

Mereka berdua melangkah nenuju tempat ki Darma kepala kampung, terlihat sebuah yang yang terkesan adem penuh dengan pepohonan di kanan kiri yang begitu menjulang tinggi.


"Kakek inilah gubuk kecilku kek, silahkan masuk kakek," ucap ki Darma kepala kampung desa itu, mempersilahkan masuk kakek pengemis tua itu.


"Aiiihhhh,,,, besar sekali gubuk kecilmu ini Ki, hhhhiiii,,,, apa pantas seorang pengemis tua ini masuk gubukmu ini, apa tak malu ki," jawab pengemis tua itu sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil senyum memperhatikan ruangan ki darma.


"Cuma sebuah gubuk tua saja ini kek," sebentar ya kek, saya ke belakang dulu," ucap ki darma yang pamit masuk ke dapur,


Setelah beberapa waktu datanglah istri ki darma dan ki darma sendiri yang membawa menu makanan yang begitu banyaknya.

__ADS_1


Istri ki darmapun sedikit terkejut setelah tau yang dibawanya seorang pengemis tua, tapi ki darma sudah menjelaskanya pada istrinya itu di dapur, kalau pengemis tua yang dibawanya masuk ke dalam rumahnya sudah penyelamatkan desanya itu dari perampok yang mau masuk kedalam kampungnya.


"Kakek silahkan di cicipi, maaf kalau makanan ini hanya seadanya kek," ucap istri ki darma,


"hhhhiiii,,,, terimakasih nyi, menu seperti ini kok seadanya, hhhheee,,,, ini sudah lebih dari kenyang nyi, aaaaiiihhh,,,, jadi merepotkan saja tua bangka ini," ucap pengemis tua itu sambil memandang menu yang dihidangkan dan melihat suami istri di depanya.


"Ini belum seberapa kek,,,, perkenalkan aku ki Darma dan ini istriku kek, terima kasih sudah menyelamatkan kampung kami dari perampok yang sangat kejam, apalah jadinya kalau kakek ini tidak berada di sini, semua pendekar yang kami sewa saja tak mampu menghadapi perampok yang terkenal kekejamanya itu kek, kalau boleh tahu nama kakek ini siapa dan mau kemana kek," balas ki Darma kepala kampung itu dengan senyum.


Mereka berdua begitu kagetnya saat pengemis tua itu menyebutkan namanya, siapa yang gak tau nama Eyang Raga Runting yang di juluki si Pengemis Gila, atau Pengemis Tongkat naga, Pengemis Bambu Kuning dan Pengemis Tua Sakti

__ADS_1


Rumor dari semua kalangan pasti sudah pernah mendengar pengemis tua itu suka menolong yang membutuhkan, tpi tak satupun orang yang tau pengemis tua ini mempunyai murid,


"Aduhhhh,,,, maafkan kami eyang Raga Runting kalau aku tak sempat bisa mengenali Eyang, terima kasih sudah sudi ketempat kami ini dan mencicipi menu yang tak seberapa ini, aku tak menyangka rumor yang beredar di masyarakat memang benar adanya, dan baru kali ini aku dan istriku baru bertemu dan bertatap mata dengan Eyang Raga Runting," ucap ki darma dengan tak percaya bisa bertemu dengan orang yang jadi bahan pembicaraan di semua kalangan.


"Aaahhhh,,,, hhhhiiii,,,, santae sajalah ki Darma aku hanya pengemis tua bangka biasa hhheee,,,, terima kasih sudah bersedia menerima pengemis tua ini menikmati hidangan yang membuat perutku begitu kenyangnya, ya memang kebetulan saja aku lewat untuk mau kembali melihat seseorang yang aku tinggalkan beberapa purnama yang lalu,di lereng gunung merapi," balas eyang Raga Runting sambil terkekeh seperti biasanya.


Eyang Raga Runting itu masih menikmati makanan yang disediakan oleh kepala kampung itu.


Setelah selesai makan dengan kenyangnya ia berpamitan ingin melanjutkan perjalananya ke lereng gunung merapi.

__ADS_1


Pengemis tua itu sebenarnya bisa lebih mudah cepat ke lereng gunung merapi dengan ilmu meringankan tubuhnya, tapi ia ingin menikmati setiap langkah kakinya dengan santae.


Jangan lupa vote atau like semoga cerita ini bisa lebih menghibur para pembaca semua,


__ADS_2