Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
19. Gerombolan Misterius 4


__ADS_3

Para pendekar muda dari Padepokan Macan Putih menghampiri para gerombolan misterius itu.


"Ternyata kalian berada di sini, sebelum kalian mati mengenaskan disini, katakan apa tujuanmu untuk membuat kekacauan di padepokan Macan Putih , kalau kalian tak masih tak mau mengatakanya akan ku bunuh semuanya," ucap salah satu pendekar muda yang di anggap paling senior.


"Hhhaaaa,,,, ternyata bocah bocah dari padepokan lemah itu, sampai matipun aku tak akan mengatanyanya bocah bocah, jangan bermimpi kalau kami semua akan buka mulut," ucap Golok iblis dengan terkekeh.


"Kalian memang keras kepala, kalian akan menerima balasanya sudah melukai dan membunuh teman teman di padepokan kami, liahatlah keadaan kalian, kalian masih banyak omong, dan mengatakan kami lemah, apa itu tak terbalik ha," ucap pendekar muda senior itu dengan keras.


"Saudaraku sebaiknya kita periksa satu persatu gerombolan ini siapa tau ada petunjuk, biar kita bisa tau apa tujuan mereka ini membuat onar di padepokan kita," ucap pendekar muda senior kepada teman temanya.


"Baik kakang, itu munkin lebih baik daripada mereka tak mau bicara, kami yakin pasti ada petunjuk dari salah satu mereka," ucap salah seorang pendelar muda itu yang penuh pervaya diri.


Merekapun akhirnya memeriksa satu persatu gerombolan Golok Iblis itu, tapi setelah di periksa tak ada petunjuk apapun juga, mereka semua bertambah kesal karena tak dapat apa apa.


"Maaf kakang tidak ada satu petunjukpun yang mereka bawa kami sudah memeriksa semuanya berulang kali," ucap salah satu pendekar muda itu.


"Bangsat kalian semua, kalau tak ada yang berkata jujur jangan harap kalian akan bernafas hari ini, jangan salahkan kami semya kalau berlaku kejam, sekali lagi aku katakan apa tujuan kalian mengacau dan membunuh saudara saudara kami di padepokan, kalau masih bungkam, terserah kalian semua," teriak pendekar muda yang di anggap paling senior itu yang sudah mengeluarkan pedang dari sarungnya.


"Hhhhaaaa,,,,, apa kau kira kami takut mati, kami sudah bersumpah tak akan bicara, dan kalau kalian membunuh kami semua disini, masih banyak lagi kami yang akan menghancurkan padepokan kalian, cari sendiri apa penyebab padepokan kalian di serang, hhhhaaaa," ucap pimpinan gerombolan yang berjuluk Golok Ibis itu dengan tertawa lantang.

__ADS_1


"Benar benar bangsat,,,,, tak tau di untung kalian semua, akan kupastikan kalian mati mengenaskan disini, toh juga kalian cuma menunggu malaikat maut mencabut nyawa kalian, kalau kalian sayang nyawa cepat katakan, atau akan ku penggal kepala kalian," ucap pendekar muda itu yang semakin geram.


Para gerombolan misterius itu masih tetap tak mau bicara walaupun kini mereka tidak bisa apa apa lagi.


Pendekar muda yang di anggap senior, melangkah maju ke beberapa gerombolan itu dengan pedang terhunus di tangan, setelah sampai di salah satu anak buah golok iblis, ia menghunuskan pedanya di leher salah satu bawahan dari golok iblis.


"Cepat katakan kalau tidak kepalamu ini akan terpisah dari tubuhmu bangsat," ucap endekar muda senior itu.


Salah satu anak buah yang sudah di ujung pedang di lehernya masih tetap diam tak mau bicara.


"Kalian benar benar membuatku marah, jangan salahkan kami,,,, saudaraku semua bunuh anak buahnya sisakan pemimpin yang masih keras kepala itu," ucap pendekar muda kepada teman temanya yang sudah di anggap saudara.


Darah segar keluar dari leher para anak buah gerombolan itu, dan tubuh mereka langsung ambruk bersimbah darah.


"Jangan kau bilang kami kejam, ini sebagai bukti kalau kami juga bisa lebih dari yang kau lakukan di padepokan kami, sekarang anak buahmu sudah tewas,kalau kau juga ingin seperti anak buahmu akan ku kurim juga kau menemui mereka di alam baka ucap pendekar muda senior itu pada pimpinan gerombolan itu dengan geram.


Pimpinan gerombolan itu juga masih diam tak mau bicara malah hanya tersenyum sinis kepada para pendekar muda itu,


"Kau sungguh tak tau di untung, cuma kau katakan nyawamu akan kami ampuni," teriak pendekar muda senior itu dengan melangkah mendekati pimpinan itu dengan pedang yang sudah tethunus di tanganya.

__ADS_1


Baru beberapa langkah akan mendekati pimpinan itu, sekelebat bayangan menyambar pimpinan itu dan melembarkan asap hitam.


Para pendekar muda itupun tersentak kaget karena sekelebatan bayangan itu langsung lenyap, apalagi pandangan mereka tertutup asap hitam yang menyelimuti area tempat para pendekar muda itu berdiri.


"Saudara sadaraku waspada,,,,,, tutup mulut kalian, asap ini sepertinya beracun," teriak pendekar senior itu langsung melompat mundur dengan tenaga dalamnya.


Para saudara saudara seperguruanyapun langsung mundur setelah asap hitam itu mulai menyebar, untung saja pendekar muda senior itu langsung berteriak kepada saudara saudara seperguruanya sedikit terlambat saja tubuh mereka akan tetkena racun dari asap hitam yang dilemparkan sekelebat bayangan hitam yang membawa pumpinan gorombolan misterius itu.


"Kalian semua tidak apa apa bukan, untung saja kita tak sempat menghirup asap hitam itu, lihatlah semak belukar itu, langsung mengering berubah warna hitam, benar benar beruntung nasipmu golok iblis, kalau kita bertemu lagi jangan harap kau bisa lolos," ucap pendekar muda senior itu.


"Bangsaaatttt,,,, kalau bertemu akan ku binasakan kau golok iblis," ucap salah satu saudara seperguruanya itu.


"Bagaimana sekarang kakang, apa kita kejar saja sekelebatan itu, dari pada kita tak menemukan petunjuk," ucap adik sepergerguruanya itu dengan geram mengepalkan tanganya.


"Sudahlah sebaiknya tidak usah kita kejar, walaupun kita bersama kita tidak bisa mengalahkanya, kita kembali saja ke perguruan dan melaporkan ini pada wakil ketua, yang penting kita selamat, biarkan nanti aku yang bicara pada wakil ketua, setidaknya kita sudah memberi mereka pelajaran," ucap pendekar muda senior itu kepada saudara seperguruanya.


Merekapun akhirnya kembali ke padepokan Macan Putih, walaupun tanpa petunjuk mereka sudah sedikit lega karena sudah membuat anak buah gerombolan misterius itu mati dengan sangat mengenaskan.


*Jangan lupa like atau vote, kalau suka dengan cerita ini, thanks yang sudah memberikan sedikit hadiah, makin sukses selalu saja, maaf kalau cerita ini sedikit telat*

__ADS_1


__ADS_2