
Rajawali yang masih berdiri di pintu gua tetap berjaga, dengan tubuhnya yang mengecil tak mengurangi kekuatan matanya yang mengamati situasi di area air terjun grojokan sewu.
Tak sadar hari sudah mulai pagi, angin berhembus di sela sela gua yang mereka tinggali.
Suara ayam hutan yang jauh dari tempat itupun terdengar dengan irananya.
Semakin lama hari semakin pagi langit terlihat sudah mulai terlihat cerah walaupun bintang dan bulan masih terlihat semakin redup sinarnya.
Rajawalipun juga tak mau kalah dengan suaranya menyambut datangnya pagi itu, walaupun tubuhnya yang kecil suaranyapun menggelegar sampai terdengar di setiap penjuru grojokan sewu bahkan sampai di sebrang hutan.
Ggggrrrrooooaaarrrrrrr,,,,,,,,,,,
Groooaaarrrrrr,,,,,,,
Suaranya yang menggelegar membuat Eyang Raga Runting dan Badar Geni sedikit terkejut.
Seketika mereka jadi terbangun dalam tidurnya, dan menutup kedua telinganya saat Rajawali mengeluarkan suaranya lagi.
"Rajawali apa yang kau teriakan, dasar Rajawali bodoh kau, enak enak sedang tidur menikmati ayam bakar malah tak jadi gara gara suaramu yang membuat telingaku sakit, apa kau ingin aku jadikan Rajawali bakar ha, dasar gagu orang lagi mimpi," teriak Badar Geni dengan menutup telinganya.
__ADS_1
Sebenarnya bisa saja Eyang Raga Runting ataupun Badar Geni tak menutup telinganya dan mengerahkan sedikit tenga dalamnya, tapi karena mendadak dengar suara Rajawali mereka berdua tak bisa reflek langsung mengalirkan sedikit tenaga dalamnya.
"Hhhhheeeeee,,,,,, maaf tuan dan Eyang, bukan maksud untuk membangunkan tuan berdua, tapi hari sudah mulai pagi tuanku, sekali lagi Rajawali Es ini minta maaf, hhhhhiiiiii, tuanku jangan buat Rajawali ini jadi Rajawali Bakar, apa kata dunia, Rajawali Es ini akan jadi pembicaraan dikalangan hewan tuanku," jawab Rajawali Es yang tadinya menampakan kegagahanya berubah dengan raut wajah yang penuh kesedihan.
"Untung suasana hatiku baru senang kalau tidaj sudah kubuat kau jadi satapanku, apakah itu cara untuk membangunkan aku dan Eyangku ini, apa tidak ada cara yang lebih baik, pagi pagi malah mendengar suaramu yang bikin gendang telingaku mau pecah, kalau kau lakukan lagi saat aku akan menghukummu dengan lebih dari suaramu itu Rajawali," ucap Badar Geni yang kelihatan serius, padahal ia sedang mengerjai Rajawali Es nya tang sudah menunduk.
Dalam hatinya badar geni ia terkekeh, ia juga sedikit terkejut dengan suaranya, iapun sangat bangga bisa mendapatkan Rajawali Es yang tingkat kekuatanya di bawah Ia sendiri.
"Sudahlah ngger, mungkin Rajawalimu memang sedikit bodoh hhhhhiiii,,,,, tapi dengan suaranya yang bikin nenggelegar itu kita bisa terbangun lebih pagi dan bisa kembali ke lereng gunung merapi, sekarang lebih baik kamu sekarang bersiap siap, bersihkan dulu badanmu, dari kemarin sehabis berlatih tanding kayaknya kamu belum mandi," ucap Eyang Raga Runting sambil mengibaskan tanganya di depan hidungnya sendiri dengan sedikit mengerutkan dahinya.
Begitu Badar Geni melihat Eyangnya yang mengibaskan tanganya di hidungnya sendiri badar genipun juga mendengus mencium aroma badannya, seketika ia juga mengerutkan dahinya, dan sambil terkekeh.
Sementara Badar Geni sudah tak ada di tempat itu karena ia sudah melesat ke arah air terjun grojokan sewu until membersihkan tubuhnya yang sudah tak meraroma tak sedap.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya gantuan Eyang Raga Runting dalam beberapa menit Eyang Raga Runting sudah kembali ke dalam gua tempat mereka berteduh.
Sementara Rajawali Es sudah bertengger di sebuah batu di luar gua yang mereka tinggali beberapa hari.
Setelah itu Eyang Raga Runting dan Badar Geni melesat keluar dari gua air terjun grojokan sewu yang tak jauh dari air terjun itu sendiri.
__ADS_1
Dalam tarikan nafas mereka juga sudah berada di luar gua,sebelum meninggalkan gua itu Badar Geni mengucapkan rasa terimakasih pada leluhur yang sudah membuat dirinya mencapai yang sudah ia inginkan.
Sementara Rajawali Es masih bertengger di sebuah batu menunggu badar geni yang sedang mengucapkan rasa sukur itu di depan air terjun grojokan sewu.
"Terima kasih Eyang Guntur Sayekti yang sudah meberikan kepercayaan untuk mewarisi semua ilmu dan mewarisi Pedang Kembar ini, cucumu mohon ijin untuk kembali ke lereng gunung merapi Eyang Leluhur," bhatin Badar Geni sambil mengepalkan kedua tanganya di dadanya dan membukuk tiga kali.
Setelah selesai iapun menghampiri Eyang dan Rajawali yang sedang menunggunya.
"Rajawali saatnya kamu berubah wujudmu yang sebenarnya kita akan menaikimu kembali ke lereng gunung merapi," teriak Badar Geni pada Rajawali Es yang masih bertengger di atas batu.
Mendengar teriakan tuanya itu Rajawali Espun seketika merubah wujud yang sebenarnya, dalam sekejap Rajawali sudah berukuran menjadi sangat besar.
"Eyang sekarang saatnya kita kembali ke tempat kita hhhheeee,,,, apa eyang tak keberatan kalau kita menaiki Rajawali Es ini," ucap Badar Geni yang mulai naik di ke atas Rajawali Es.
Eyang Raga Runtingpun hanya tersenyum dan terkekeh saja saat Badar geni sudah melambaikan tanganya tanda untuk menyuruh dirinya lekas naik ke atas tubuh Rajawali Es.
Kini mereka berdua sudah berada di atas tubuh dekat leher Rajawali Es, dan saat Badar Geni memberi aba aba Rajawali Espun sudah mulai terbang dengan pelan pelan sampai ke awan
Semoga cerita ini bisa selalu menghibur para pembaca semua, terima kasih atas saran kritiknya biar author lebih teliti lagi untuk membuat cerita ini lebih menarik, terima kasih atas dukunganya yanv sudah bersedia memberikan jepilnya, author cuma seorang pemula yang lagi belajar, kalau ada kekuranganya author mohon maaf.
__ADS_1
Thanks