
Nyi Gandasari sudah mempersiapkan hidangan tiga buah ayam hutan yang sudah dimasaknya dengan bau yang begitu menusuk perut,
Mereka bertiga langsung menyantap menu ayam bakar dengan menikmati setiap masuk dalam mulutnya masing masing.
"Ini Ayam bakar yang begitu huenak nyi, hhhheee,,, untung saja aku mampir ke tempatmu ini, aaaiihhhh,,,, ternyata muridmu juga sudah besar, begitu huenaknya ayam bakarmu ini sampai lupa kalau tidak tau kehadiranya, hhhheeee,,,, sedapnya ayam bakar ini nyi,,,, aku suka,,,, aku suka,,, hhhhiiiii," ucap pengemis tua itu yang masih mengunyah daging ayam bakar di mulutnya.
"Hhhhiiiii,,,,, kau ini kalau soal memang sedikit miring kakang,,, kakang,,,, hhheeee,,, kau tau rasanya masakanku dari dulu kan kakang, kalau makan seperti orang kelaparan yang tak makan selama sepurnama, hati hati dan pelan pelan saja kalau makan, tidak tidaknya akan ku minta bagianmu itu kakang, hhhhhiiii,,,," balas nyi Gandasari juga terkekeh lebar melihat makan kakak seperguruanya itu yang menyumpal penuh di mulutnya.
Melihat itu muridnya nyi gandasari hanya tertawa lirih sambil mengunyah daging ayam bakar di mulutnya dengan menutupi tanganya.
__ADS_1
"Kinasih, jangan kau perdulikan kakek tua ini, otaknya memang miring, hhhheee,,,, makanlah dan nikmati saja," ucap nyi gandasari pada muridnya itu.
Kinasih hanya mengangguk saja setelah nyi gandasari berkata begitu,
"Ternyata kamu juga sudah menjadi gadis cantik kinasih hhhhiiii,,,,, gak seperti nenek peot gurumu itu hhhheee,,,, tapi dulunya gurumu itu sangat di kagumi semua laki laki, dan sekarang tidak ada yang mengaguminya, hhhhaaaa,,,, apalagi setelah nyepi di hutan belantara ini, tidak tau luasnya samudra tidak tau tingginya gunung hhhhiiii,,," ucap Kakek pengemis kepada muridnya itu sambil melihat adik seperguruanya itu.
"aaahhh,,, Eyang,,, terlalu memuji, kinasih hanya gadis biasa," jawab kinasih dengan senyum.
"Aaahhh,,, sudah kenyang sekarang aku nyi, hhheee,, terima kasih sudah kamu beri makanan yang begitu lezat ini nyi, masakan ayam bakarmu ini memang enak sekali nyi, setelah ini aku akan kembali ke lereng gunung merapi, akan memastikan kalau muridku itu baik baik saja," ucap eyang pengemis tua itu menepuk nepuk perutnya yang sudah kenyang.
__ADS_1
Merekapun kini sudah menyelesaikan makan ayam bakarnya masing masing. Dan matahari semakin redup menampakan sinarnya.
"Apa kamu akan nekad kakang, lihatlah matahari sudah redup sinarnya, apa kakang Runting yakin mau meneruskan kembali ke lereng gunung merapi," ucap nyi gandasari pada pengemis tua kakak seperguruanya itu.
"Hhhheeee,,, walaupun sudah tua peot seperti ini mataku masih bisa melihat dalam gelapnya malam nyai, bagi tua bangka ini sudah terbiasa melewati hutan belantara yang jauh tanpa ujung hhhheeeee,,,, kalau kau ada waktu berkunjunglah ke tempatku dan ajaklah muridmu itu nyi," jawab ki raga runting yang sudah mulai berdiri.
"Hhheeee,,,Kalau kamu memang ingin kembali ke lereng gunung merapi ya tersrah kakang saja, hati hati kalau bertemu siluman siluman penunggu hutan ya kakang, hhhhiiii,,,, hhhhiii,,," ucap nyi gandasari.
"Hati Hati Eyang," ucap kinasih pada kakek pengemis tua yang sudah mulai melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Aku pergi dulu nyi gadasari,, kalau ada siluman yang berani menghadang jalanku akan ku makan hidup hidup, hhhheee da dah,,,, hhhheeeee,,,, sampai bertemu lagi nyi," ucap kakek tua itu yang sudah berjalan melangkah mulai memasuki hutan.