
Badar Geni membuka matanya setelah beberapa jam ia bersemedi memulihkan tenaga dalamnya, iapun merasakan tubuhnya sudah terisi tenaga dalamya seperti semula.
"Kakang aku sudah mengecek aliran darahnya sepertinya aliran darahnya sudah kembali normal setelah cairan bau busuk yang menyengat yang berwarna hitam kemerahan keluar dari pori pori kulitnya, tapi detak jantungnya belum stabil kadang kadang cepat kadang kadang lambat kakang," ucap Kinasih yang masih duduk sambil membersihkan sisa sisa kotoran yang masih sedikit keluar dari pori pori kulit pemuda di depanya.
"Sepertinya ramuan itu cepat bereaksi, baguslah kalau begitu, sekarang akan ku buat ramuan yang kedua semoga saja organ dalamnya masih bisa bertahan," ucap Badar geni yang memandang Sanjaya yang terlihat kulit tubuhnya sudah mulai normal kembali.
Badar Geni langsung membuat ramuan untuk tahap kedua, di tahap ini akan lebih sulit dari tahap pertama, karena akan banyak energi yang harus di keluarkan dengan api abadinya apalagi akan membutuhkan waktu dua kali lipat dari tahap pertama.
Iapun mulai mengeluarkan api abadinya dari telapak tanganya seperti pertama kali, sekarang di tahap dua ia menggunakan api merah bercampur api biru, pertama tama ia memasukan daun daun dan akar akaran untuk menghilangkan kotoranya, setelah merasa bersih dari kotoran ia memasukannya ke dalam api abadinya.
Tak lupa ia meneteskan air dari grojokan sewu yang di botolnya beberapa tetes tapi lebih banyak dari tetesan dari tahap pertama.
Badar Geni mulai menggabungkan bahan bahan ke dalam api abadinya, ia terus fokus mengolah ramuan itu menjadi mencair dengan api abadi yang di kendalikan dengan kekuatan jiwanya.
Sudah hampir satu jam lebih kini ia meningkatkan api abadinya lebih panas lagi biar ramuan itu sedikit kental, ia terus menyetabilkan api abadinya agar ramuan tahap kedua juga akan menjadi sempurna,
__ADS_1
Keringat sudah membasai keningnya, Badar Geni tenang walaupun ia sudah mengerahkan tenaga dalamnya juga kekuatan jiwanya hampir empat puluh persen,
Waktu terus berputar tak terasa ia sudah mulai menyempurnakan ramuannya sudah hampir 2 jam lebih ia trus berkonsentrasi, sedikit gangguan saja akan membuat ramuannya jadi tak berarti.
Dalam dua jam lebih akhirnya ramuan tahap dua kini sudah selesai, terlihat bahan bahan herbal dari tumbuh tumbuhan, dedahunan maupun dari akar tumbuhan herbal telah menjadi cairan hijau yang sedikit kental, setelah tahap pemurnian ramuann selesai ia menghilangkan api abadinya dan menuangkan cairan hijau kental itu ke mangkuk.
"Hhuuhhh,,,,, dalam pembuatan ramuan tahap dua ini ternyata lebih sulit dari perkiraanku, ternyata memakan waktu dua jam lebih, tenaga dalamku dan kekuatan jiwaku jadi berkurang hampir setengahnya, untung saja ramuan ini jadi sempurna, semoga dengan ramuan kedua ini saudara Sanjaya sudah ada kemajuan dan tinggal tahap pemulihan saja," bhatin Badar Geni yang mengelap kening dan wajahnya yang sudah banyak keringat membasainya.
"Kinasih bagaimana sekarang kondisi dari saudara Sanjaya apa terlihat lebih baik, dan ini ramuan obat untuk mengeluarkan racun kalajengking merah dan kelabang biru yang ada di organ dalamnya, dan akan pemberbarui sel sel dalam organ dalamnya, semoga dengan ini saudara Sanjaya akan sadar dan bisa sehat, tinggal tahap pemulihan saja, sekarang minumkan lagi seperti tahap pertama," ucap kinasih yang masih duduk merawat sanjaya di sampingnya.
Badar Geni mempercayakan adiknya untuk merawat Sanjaya, ia kemudian memulihkan energi tenaga dalamnya lagi, setelah satu jam lebih ia bermeditasi tenaga dalamnya dan kekuatan jiwanya pulih kembali, sekarang ia langsung memperhatikan pemuda yang ada didepanya itu.
Saat meminumkan ramuan yang kedua kini Sanjaya beberapa kali memutahkan cairan yang hampir sama yang keluar dari pori porinya, cuma perbedaanya bau busuknya lebih menyengat, untung saja Kinasih sudah menutup indra menciumanya dengan tenaga dalam,begitu juga dengan Badar Geni kalau tidak munkin mereka berdua akan pingsan menghirup bau yang begitu tak sedapnya itu.
"Hhhmmm,,,, seperti yang kamu ucapkan kinasih saudara Sanjaya kini sudah lebih baik, setelah keluar racunya semoga dalam waktu beberapa hari akan sembuh, terlihat wajahnya sudah kembali seperti semula, tubuhnya juga sudah terlihat agak berisi, dan aku rasakan organ dalam tubuhnya mulai memperbaiki diri,munkin dalam waktu dua jam atau tiga jam saudara Sanjaya akan sadar, tapi sebelum itu aku harus memberikan sedikit hawa murniku untuk kesadaranya," ucap Badar Geni yang mengecek dengan kekuatan jiwanya.
__ADS_1
Badar Genipun mendudukan Sanjaya ia berada di belakangnya dengan tangan di pundaknya, ia mulai mengeluarkan hawa murninya, cahaya putih di selimuti asap keemasan mulai masuk kedalam tubuh Sanjaya, tubuh Sanjaya jadi bergetar hebat, melihat itu kinasih langsung memegang tubuh sanjaya yang sedang bergetar hebat.
Setelah dirasa cukup Badar Geni menyudahi penyaluran energi murninya, wajah Sanjaya terlihat sudah normal kembali, Kinasihpun lekas membaringkan lagi biar kondisinya lebih baik.
"Sekarang tahap pemulihan sudah berjalan dan sebaiknya kita temui dulu ketua dan tetua juga Bagus Sajiwo dan Arum Sari, mereka pasti menunggu dengan sangat cemas," ucap Badar Geni pada kinasih yang sudah berjalan mengekori Badar Geni.
"Maaf semuanya kalau lama menunggunya hhhheeee,,,,, maaf ketua ada hal yang ingin saya sampaikan pada ketua dan yang berada di sini, ini tentang kabar baik dan ada kabar buruknya, kabar baiknya dalam waktu beberapa jam lagi munkin saudara sanjaya akan sadar, dan dalam waktu kurang lebih satu minggu atau lebih akan sembuh total, tapi berita buruknya, saudara sanjaya kehilangan ilmu tenaga dalamya, dan munkin dalam waktu kurang lebih dari enam purnama ia baru dapat berlatih lagi, yang saya lihat, racun yang ada dalam tubuhnya sudah merusak wadah tenga dalamya, jadi selama enam purnama wadah tenaga dalam itu baru bisa sembuh, dan setelah itu saudara sanjaya baru bisa berlatih kembali dari awal itulah berita buruknya," ucap Badar Geni dengan menjelaskanya pada mereka yang menunggu di depan pintu.
"Untuk itu saya ketua padepokan Singa Emas mewakili yang lainya sangat berterima kasih padamu anak muda, yang penting bagi kami kesembuhanya lebih penting, dan itu sudah sangat berarti bagi kami semua, sekali lagi terima kasih atas bantuanya yang telah menyembuhkan muridku," jawab ketua Braja Musti pada Badar Geni dan Kinasih dengan mengepalkan kedua tanganya di dadanya dan menundulan kepalanya.
Begitu juga dengan tetua dan Bagus Sajiwo dan adiknya ia juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh ketuanya.
"Aaaiiihhhh,,,,,, Ketua, tetua dan kalian jangan terlalu formal seperti itu, kami jadi merasa tak enak, sudahlah kami hanya membantu sebisanya, kalau memang sembuh itu sudah kehendak sang hyang widi, bangunlah kami tak pantas mendapat perlakuan seperti itu," ucao Badar Geni yang mengkerutkan dahinya dan menggaruk kepalanya,
Ikuti terus cersil ini semoga tetap memberikan dukunganya, maaf kalau alurnya belum terasa seru, tapi author akan berusaha yang terbaik, jangan lupa vote like atau sekedar komen,
__ADS_1
Semoga terhibur