Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
34. Kedok Pemuda Misterius


__ADS_3

Mereka masih sangat serius berlatih tanding, matahari sudah terlihat begitu panasnya tapi tetap saja mereka berlatih dengan menunjukan kemampuanya masing masing.


Badar Geni yang terlihat sangat serius, ia tak mau mengalah dengan pemuda yang menjadi lawanya yang baru di kenalnya itu, walaupun kini hatinya sudah tenang tak mau menggap remeh pemuda misterius itu karena ilmu kanuraganya munkin di atasnya.


Pemuda misterius itupun juga tak mau menggap remeh Badar Geni, kini ia juga terlihat begitu seriusnya,


Kini pemuda itu berani menunjukan jurus jurus tingkat tingginya, walaupun tak dapat menyerang jarak dekat ia juga berusaha mencari celah untuk melakukan serangan balik.


Begitu jyga dengan Badar Geni ia terlihat lebih seriys lagi, kini aura yang begitu menekan dari Badar Genis semakin bertambah kuat. Ia mulai melakukan gerakan tanganya yang lembut maupun melakukan gerakan cepat.


Iapun mulai membaca mantra mulutnya komat kamit entah apa yang ia ucapkan,dalam hitungan detik tubuhnyapun pelan pelan mengeluarkan cahaya putih ke emasan.

__ADS_1


Semakin lama cahaya putih itu sangat menyilaukan mata dan cahaya itu semakin menyelimuti tubuh Badar Geni.


Tiba tiba saja dari langit terdengar suara petir yang menyambar nyambar, ratusan petir terlihat dan terdengar bersahut sahutan di sekitar air terjun grojokan sewu.


Gemuruh anginpun seakan mentambut datangnya kilatan kilatan petir yang mentambar nyambar, padahal sebelumnya tak ada tanda tanda akan ada datangnya petir dan gemuruh angin di tempat itu karena siang itu suasana begitu panas dan begitu cerah.


Pemuda yang sudah bersiap siap akan melakukan serangan jarak jauh pada Badar Genipun sempat berhenti sejenak dan memicingkan matanya ke arah Badar Geni.


"Kekuatanmu kini memang sudah di tahap sempurna ngger, sungguh tak ku duga kau akan berkembang pesat hanya dalam waktu yang singkat, tak sia sia aku mendidikmu dan melatihmu sampai saat ini ngger cucuku, kau akan melampaui Eyangmu ini ngger, ngger,,,,, hhhheeeee,," bhatin Pemuda itu yang masih tak percaya apa yang di lihatnya dan hanya tersenyum bangga.


Tak beberapa lama petir dan suara anginpun berlahan mulai tak trrdengar ataupun tak terlihat lagi.

__ADS_1


Hilangnya suara petir dan gemuruh angin itu bersamaan hilangnya cahaya putih keemasaan dari tubuh Badar Geni.


Tapi kini yang terlihat Badar Geni tak sendiri lagi ada dua sosok yang sudah serupa dengan Badar Geni, kedua sosok itu sudah berdiri tegak di samping kanan dan kirinya.


Ternyata Badar Geni sudah mengeluarkan ilmu Pecah Raganya, kemampuan Pecah Raganya juga seperti kemampuan Badar Geni itu sendiri.


"Kisanak sekarang aku akan lebih serius lagi untuk menghadapimu, aku tau dan merasakan kamu masih menyembunyikan kekuatan aslimu agar jati dirimu tak dapat aku ketahui, ku harap kamu juga serius kisanak," teriak Badar Geni dengan lantang.


"Hehenehe,,,,, bukanya ini cuma latih tanding saja, tapi terseralah kalau kau lebih serius aku juga akan serius, aku bisa merasakan aura menekanmu yang begitu kuat, tapi itu tak ada gunanya untuku Badar, itu takan berpengaruh untuku, apakah kamu ingin mengkroyoku Badar, aaaihhhh,,,,, hhhhiiii," balas pemuda itu dengan senyum dan santai.


Setelah itu pemuda yang menjadi lawan latih tandingnya juga menambah kekuatanya, terlihat dari badanya yang semakin kekar dan otot ototnya semakin menonjol.

__ADS_1


__ADS_2