
Pengemis tua itu kini sedikit memberikan serangan dengan membuat pimpinan perampok kalajengking berdarah sedikit mulai kualahan,
"Apakah kunyuk sepertimu sekarang juga mulai menikmati pertarungan kita ini hhhheee,,,, nikmati saja tongkatku ini curut bodoh, akan ku berikan permainan biar kalian kapok dan tidak bisa merampok lagi, hati hati dengan senjata mu yang sangat berarti, kalau tidak hati hati jangan salahkan tua bangka ini akan meremukan sampai tak tersisa, hhhhiiiii," ucap pengemis tua itu mulai menunjukan jurus dari tongkat yang dibawanya.
"Apa kau yakin bisa membuatku terluka dengan mudahnya, jangan bermimpi pengemis gila," balas pimpinan rampok itu dengan senyum sedikit percaya diri.
"Jadi kau ingin bukti kunyuk bodoh,hhhhaaaa,, jangan salahkan si tua bangka ini bila kau tidak bisa kencing ataupun berdiri dengan kedua kakimu itu, jangan menyesali apa yang kamu katakan curut bodoh hhhhiiii,,,," ucap pengemis tua itu dengan ketawa ketiwi.
"Aku harus bisa meloloskan diri lagi, kalau tidak bisa jadi rempah rempah kalau memaksakan diri meladeni tua bangka ini, tenagaku sudah sangat terkuras, benar benar apes aku ini," bhatin pimpinan perampok itu sambil menangkis serangan dari tongkat dengan goloknya.
"Hhhhiiii,,,,, kau yang selalu memaksaku munyuk bodoh, terimalah akibatnya berani melawan orang tua ini, hhhheeee, jangan berharap sekarang kau dan anak buahmu bisa lolos dari tua bangka ini munyuk idiot," teriak pengemis tua yang mulai mempercepat gerakan tongkatnya.
Dengan sangat gencar pengemis tua itu melakukan serangan berfariasi, jurus jurus tongkat bambu kuningnya sungguh sungguh membuat pimpinan perampok itu tak bisa menghindarinya.
Setiap jurusnya selalu mengenai tubuh dari pimpinan rampok itu, golok senjatanya sudah terlepas akibat menahan serangan tongkat dari pengemis tua itu,
__ADS_1
Aaauuu,,,,
aaaauuuuuu,,,,
aduhhhhhhh,,,,,
maaaakkkkkk,,,,,
tolong anakmu ini,,,,,
"Aduhhhh,,,,, aaauuuu,,, aaaacckkjk,,,, bangsat kau pengemis gila, aduhhhhh,,,, maaakkkkk,,,," teriak pimpinan perampok itu yang masih seperti monyet yang sedang menari nari.
Para warga dan kepala kampungpun ikut ketawa terpingkal pingkal melihat tingkah laku pimpinan rampok itu yang menghindari ataupun berusaha menangkis serangan tongkat bambu kuning yang di lancarkan dengan sangat cepat.
"Hhhhaaaaa,,,, aku sukaaa,,,, aku sukaaa, aku suka dengan gayamu itu kunyuk busuk, hhhhaaaa, teruslah menari nari sampai pagi kunyuk bodoh, gayamu itu bikin aku geregetan kunyuk bodoh, ayo lagi, ya seperti itu hhhhaaaa,,,,, " teriak pengemis tua itu yang masih memukul dengan tongkat bambu kuningnya.
__ADS_1
"Bangsat kalian, aaaduuhhhh,,, aaaduhh,,,,,Aaauuu,,,, apa kalian pengen melihatku mati, aaaacckkk,,, serang tua bangka itu, jangan diam saja seperti sudah tak punya nyawa, aaaduhhh yungggg" teriak pimpinan itu kepada anak buahnya yang dari tadi diam hanya melihat saja.
"Hhhhaaaa,,,, majulah kalian semua, ingin menari dan berjoget dengan pimpinan kunyuk bodoh ini, ayo majulah aku akan berikan yang kalian mau kalau kita mau bergembira dan bersenang senang bersama hhhhiiiiii,,,,," balas pengemis tua itu sambil melambakan tangan kirinya kepada anak buah dari pimpinan rampok itu.
Para anak buahnya pun berpandang pandangan kepada temanya itu, dan setelah itu menerjang lari,
"Dasar anak buah biadap dan banci, disuruh untuk mengkroyok tua bangka ini, tak taunya malah lari terbibirit birit, dasar tak berguna, awas kalian nanti akan ku beri pelajaran juga," teriak pimpinan itu dengan keras ke arah anak buahnya yang sudah lari terbirit birit menjauh.
"Hhhaaaa,,,, sekarang tak ada ampun bagimu untuk kunyuk bodoh sepertimu, karena aku sedikit terhibur dengan tingkahmu itu kunyuk dungu," ucap pengemis tua itu yang langsung penghantamkan tongkatnya ke arah kaki pemimpin rampok itu.
"Sekarang puas kau tua bangka, aaddduuuhh,,, aaduhhhh,,, aaaacccckkkk,,, emaaaakkkkk, kakiku atittttty,,,, aaaacccckkkkk," teriak pimpunan rampok kalajengking berdarah itu dengan menahan sakit,
Pengemis tuapun tak memberi ampun, ia begitu senang menikmati pertempuran itu, setiap hantaman tak dapat dihindari,
Seandainya di buka bajunya sudah terlihat lebab di seluruh tubuhnya, kini ia hanya merintih kesakitan.
__ADS_1
"Aku takan memberi ampun lagi padamu kunyuk busuk, dan takan ku biarkan kau lolos lagi dan tak mengulangi perbuatanmu ini, hhhhaaaa,,,,, sekarang wajahmu bertambah tampan kunyuk dungu, liatlah wajahmu yang begitu mempesona," teriak pengemis tua itu sambil mengambil sebuah cermin dan mengarahkan pada pimpinan itu.