Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
16.Gerombolan misterius


__ADS_3

Eyang Raga Runting menjelaskan tentang beberapa orang yang mengintai di atas pohon kepada pendekar muda yang ada di sebelahnya.


"Aduuuhh,,, bagaimana aku menjelaskanya, begini saja kalian semua berlagak seperti tidak ada apa apa, tapi tetap waspada, berjalan santai saja biar aku yang jadi umpan saja bagaimana, dan kalian setelah agak jauh bersembunyilah siapa tau mereka akan melarikan diri," ucap lirih pada pendekar muda itu.


"Apa kisanak yakin kalau memang mau menjadi umpan gerombolan yang kisanak katakan tadi, ini semua masalah kami kisanak, mengapa kisanak ingin mengorbankan diri," ucap pemuda itu yang bocara lirih pada eyang Raga Runting.


"Sebelum mereka pergi sebaiknya ajaklah teman teman kalian seperti yang aku katakan tadi, tidak apa apa tuan pendengar biar aku sedikit berolah raga di pagi hari ini, hhheee,,,"


"Kalau kisanak yakin saya tak bisa untuk menolaknya, dan kalau butuh bantuan kami akan segera datang kisanak, hati hati mereka sangat kejam dan begitu keji, kami akan menunggu di balik semak semak seperti apa yang kisanak katakan," ucap lirih pendekar muda yang melangkah menghampiri kawan kawanya yang tak jauh.


Setelah beberapa langkah pendekar muda itu berjalan bersama teman temanya, eyang raga runting sudah menghilang.


"Apa yang di katakan pemuda itu kakang, sepertinya serius sekali," ucap salah satu kawanya pada pemuda itu.


"Nanti kuceritkan, sebaiknya kita bersembunyi dulu, nanti kalian akan tau sendiri walaupun aku sedikit tak yakin dengan pemuda yang aku temui tadi," jawab pendekar muda itu pada temanya.


Di pohon yang begitu tinggi, ketua dari gerombolan yang mengamati dan berusaha mencuri dengar di buat terkejut, karena dari tadi ia terus mengamati kedua pemuda yang sedang bicara, yang bikin terkejut karena tiba tiba pemuda itu hilang tanpa di ketahui, belum lepas terkejutnya, puluhan batu krikil menembus dedahunan dan mengenai beberapa orang mesterius yang selalu mengawasinya itu.

__ADS_1


Jerit kesakitan terdengar dalam hutan yang sunyi itu, banyak yang terjatuh dari pohon, puluhan anak buah yang berpakaian hitam banyak yang terluka walaupun mempunyai ilmu meringankan tubuh mereka tak sempat untuk mengeluarkannya dan hanya beberapa orang misterius itu masih bisa bertahan di ketinggian,


"Aduhhh,,,


aaaccckkk,,,


aaacckkkk,,,


bangsatttt,,,,


samber gelap,,,,


Terdengar suara yang menggelegar dengan sangat keras, tapi pria misterius yang ada di atas pohon tidak bisa menemukan asal dari suara yang menggelegar itu.


"Hhhhaaaaa,,,,, apa aku tak salah dengar, bukanya kalian yang bersembunyi seperti maling, dan mengawasi aku, benar benar manusia bodoh kalian, sembunyi sendiri bilang aku yang bersembunyi, hhhhheeee,,,, " ucap suara itu dari balik pohon yang sedikit jauh dari tempat orang misterius di ketinggian.


"Jangan bermain main dengan Golok iblis, tunjukan di mana batang hidungmu akan ku buat kau mutah darah, keluarlah kau bangsat," teriak ketua gerombolan itu dengan geram.

__ADS_1


"Hhhhaaaaa,,,, kalian memang bodoh atau dungu, pantas saja kau tak melihatku, suruh siapa pakai topeng kayak kunyuk di pinggir jalan, hhhhaaaaa,,,,, turunlah cumanya cuma bacot saja kau golok iblis, hhhhhiiiii,,,, liatlah anak buahmu sudah pada tak bisa apa apa, hhhhhiiii,,,, jangan gembar gembor di atas pohon persis seperti lutung yang mencari makan, hhhhaaaa,,,, dasar bodoh, eeehhh dasar dungu,,, aaahhh,,, dasar lutung hhhhhiiiiii," ucap suara itu di balik pohon mengamati ketua dan beberapa anak buahnya yang berada di dekatnya.


Merekapun akhirnya turun bersama sama, tapi setelah sampai di bawah tak dapat menemukan orang yang di carinya,


"Aku sudah di sini baji**an, dimana kau bersembunyi, tunjukan wajahmu akan ku buat goloku ini menebas lehermu" teriak ketua gerombolan itu yang memicingkan matanya kesegala arah.


"Hhheeee,,,, kau mencari aku, ternyata aku juga bersembunyi di sini, dasar bodoh, hhhhiii,,,"balas seorang pemuda yang keluar di balik pohon,


"Siapa kau sebenarnya ha, berani mencampuri urusanku dasar pemuda gemblung, kau tau sedang berhadapan dengan siapa ha, aku Ludro julukanku Si Golok Iblis Penebar Maut," ucap ketua yang bertopeng hitam itu dengan golok yang sudah berada di tanganya.


"Aku cuma pemuda yang kebetulan lewat yang kau mata matai, hhhheee,,, aaaiihhhh,,,, ak aku ta ta takut, hhhhaaaa,,,,, julukanmu itu tak pantas, pantasnya si topeng monyet yang lagi cari makan, hhhhiiiii,,,," balas pemuda itu yang sedikit mengejeknya.


"Kau,,, benar benar ingin merasakan golok iblisku ini bocah gemblung, takan ku biarkan kau menghina julukanku, akan ku buat kau menyesal dan takan ku biarkan kau bisa lolos dari tempat ini bocah," ucap golok iblis dengan sangat marah dan geram.


*Masih bersambung


Semoga tetap terhibur dengan cerita ini, jangan lupa like,vote atau komen, tapi kocen yang bisa menambah semangat saja,

__ADS_1


thanks


__ADS_2