Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
17. Gerombolan Misterius 2


__ADS_3

Eyang Raga Runtingpun bersiap siaga menyambut serangan dari ketua gerombolan itu dengan Golok Iblisnya.


"Hhhaaa,,,, rasakan jurus goloku ini bocah, akan kubuat kau tak bernafas hari ini," ucap ketua gerombolan yang memakai topeng hitam itu dengan goloknya.


Hiaaaatttt,,,,


wussss,,,,


Goloknya menari nari menyerang dengan kekuatan pemiliknya, eyang raga runting yang sudah waspada akan serangan goloknya yang begitu ganas menghindar dengan memutar sedikit tubuhnya.


"Hhhhiiii,,,,, tidak kena, hhheee,,, tidak kena,,,, weeekkk,,," ucap eyang raga runting sambil terkekeh menghindari setiap serangan dari orang bertopeng.


"Bangsatttt,,,, jangan cuma menghindar dari golok iblisku ini bocah sialan kau," jawab orang bertopeng itu semakin geram karena ucapan dari eyang raga runting yang mengejeknya.


"Puaskan dulu kau menyerangku, nanti gantian hhhhiiii,,,, ayo keluarkan semua kemampuanmu topeng monyet, hhhhaaaa,,,," balas eyang raga runting yang selalu dapat menghindari serangan yang bertubi tubi.


"Diancuuukkkk,,,,,, jangan kau meremehkan aku bocah gemblung, kau yang memintaku untuk melalukanya, jangan salahkan goloku kalau nyawamu lenyak dari muka bumi ini, bocah bangsat," ucap orang bertopeng itu yang melancarkan golok iblisnya dengan bertambah cepat.


"Hhhheeee,,,, wah,,,, boleh juga tu golok iblismu itu topeng monyet, hhhhiiii,,,, terus serang aku, apa tidak bisa lebih cepat lagi seranganmu itu, ternyata cuma omongan besar saja, huh," balas eyang raga runting yang terus bisa menghindari golok iblis yang terus menambah kecepatanya.


Melihat seranganya tak bisa mengenai eyang raga runting orang bertopeng itu semakin marah.

__ADS_1


"Apa kalian cuma menonton pertarunganku, benar benar pengecut, cepat serang bocah itu, benar benar anak buah tak bisa di andalkan," ucap orang bertopeng itu kepada kedua bawahanya yang cuma melihat pertarungan itu.


Kedua bawahanya akhirnya menyerang eyang raga runting bersama sama, dengan senjata celurit dan dengan pedang,


"Aaaiiihhhh,,,,, datang lagi topeng monyet, hhhhaaaa,,,, benar benar kau seorang pimpinan topeng monyet pengecut, hhhheee,,,, beraninya minta bantuan monyet monyet ini," teriak eyang raga runting dengan senyum sinis.


"Hhhhaaaa,,,,, sekarang apa masih bisa kau terus menghindari serangan kami bertiga, sekarang nyawamu berada di tanganku bocah gemblung.


"Apa kau yakin dengan omong besarmu monyet monyet bodoh, mententuh dan melukaiku saja tak mampu masih banyak bacot kau topeng monyet, itu takan mengubah apapun juga, kalau begitu baiklah aku akan sedikit serius, hhhheee,,,," teriak eyang raga runting dengan terus menghindari setiap tebasan dari senjata mereka bertiga.


Eyang Raga Runtingpun dengan mengindari setuap tebasan senjata mereka bertiga, menjetikan tanganya, dan keluarlah tongkat kuningnya dari cincin ruang, ia mulai menangkis setiap senjata yang selalu di lancarkan ketiga orang yang mengkroyoknya.


"Kini giliranku untuk membuat kalian para topeng monyet menari nari, hhhheeee,,,," ucap eyang raga runting dengan terkekeh.


"Hhhheeee,,,,, baiklah akan ku tambah seriusku lagi, dasar topeng monyet bodoh tetap bodoh., hhhhaaa," ucap eyang raga runting yang sedikit mengeluarkan auranya,


Seketika mereka bertiga sedikit melambat dalam seranganya, aura yang di keluarkan eyang raga runting membuat udara terasa berat, tapi untuk pimpinan bertopeng itu masih bisa sedikit leluasa,


Melihat kedua bawahan dari golok iblis yang sedikit tertekan, ia tak menyia nyiakan kesempatan, ia langsung memberikan serangan secara tak kasat mata, kedua bawan dari orang bertopeng itu, merasakan tubuhnya seperti di pukul dengan sangat keras tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Keduanya langsung mundur beberapa meter ke belakang dengan memegang dadanya yang sesak dan begitu sakit, mulut dan hidungnyapun mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


Aaaaccckkkk,,,,


Aaadduuuhhhh,,,,,


Uhhhuuukkkk,,,


Uuuhhuuukkkk,,,,


"A a a apa yang terjadi dengan dadaku ini, kenapa tiba tiba begitu sakit, uhhhuuukkk," ucap salah satu bawahan orang bertopeng itu dengan muntah darah lagi.


"Hhhhaaaa,,,, itu belum seberapa topeng monyet, baru segitu saja sudah mengeluarkan darah, hhhheeee,,,, sebentar lagi gilaranmu tooeng monyet" ucap eyang raga runting yang kini sedikit memberikan serangan pada golok iblis.


"Seranganya begitu cepat, sampai sampai mereka berdua tidak bisa melihat serangan yang di berikan bocah sialan ini, pantas saja dari tadi serangan tak bisa melukainya," bhatin orang bertopeng itu sedikit waspada.


"Apa ini julukanmu dari Golok iblis,hhhheee,,, ayo tunjukan kemampuanmu yang sesungguhnya topeng monyet, dimana kepercayaan dirimu tadi, cuma segitu saja kemampuanmu sudah congkak di hadapnku monyet dungu," teriak eyang raga runting dengan sedikit menyerang.


"Jangan kau sesumbar bocah sialan, jangan kau anggap aku seperti anak buahku yang dapat kau lukai dengan mudah,"balas orang bertopeng itu sambil menangkis dari tongkat eyang raga runting.


"Apa kau ingin bukti, baiklah kalau begitu, jangan menyesal kalau julukanmu tinggal nama saja," teriak eyang raga runting yang menambah aura tarungnya yang di tingkatkan lagi.


"Aura ini sungguh sangat menekanku, aku kira bocah itu sudah mengeluarkan semua ilmu kanuraganya, sial,,, ternyata ia masih menyimpan tenaga dalam, kini tubuhku tak bisa di gerakan, aura apa yang di muliki bocah itu, dan siapa sebenarnya dia, mengapa aku tak pernah tau kalau ada pemuda yang begitu besar kekuatanya," bhatin orang bertopeng itu.

__ADS_1


"Kalau kau tak mau bertanggung jawab di padepokan harimau suci akan ku binasakan kau disini, apa yang kau lakukan di padepokan itu, katakan,,,, atau kau akan ku buat seperti patung di tenpat ini, dan akan ku tulis di bawah patungmu, raja topeng monyet, hhhhhaaaa,,,, ucap eyang raga runting dengan lantang.


__ADS_2