Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
55. Mencari Masalah.


__ADS_3

Badar Geni masih tenang yang pagi pagi sudah mencari masalah denganya,


"Minggirlahhhhhh,,,,, apa kau tidak dengar aku berteriak begini, dasar murid baru tak tau diri kau," teriak pemuda itu dengan mengepalkan tanganya.


"Maaf senior, saya tak mau mencari masalah di padepokan ini, kalau begitu maaf lebih baik saya yang pergi saya sekali lagi maaf senior senior semuanya," ucap Badar Geni yang melangkah meninggalkan para pembuat masalah.


"Hhhhaaaa,,,,, apa dengan minta maaf dan pergi akan selesai masalahnya anak baru, tak semudah itu, kalau kamu berani melangkah lagi kau akan terima akibatnya, kalau kau belum berlutut di kakiku jangan beeharap kamu bisa pergi anak baru," ucap pemuda arogan itu dengan tawa bangganya.


"Aaaaihhhh,,,,, saya tak mau mencari masalah senior, kalau senior memaksa jangan membuat keributan di tempat ini, hhhheeee,,,, junior tak mau tempat ini jadi sasarannya, carilah tempat yang menurut senior lebih lapang," ucap Badar Geni yang sudah berjalan beberapa langkah.


"Hhhhaaaa,,,, cuuiiihhhh,,,, berani sekali kau mengaturku, nyalimu sungguh besar anak baru, akan ku perlihatkan kekuatanku padamu kau hanya sampah dimataku, hhhhaaaa,"teriak pemuda yang arogan dan sombong itu dengan tawanya.


"Saudara Sapto, biar aku saja yang memberi pelajaran pada anak baru itu, akan ku buat anak baru itu terkencing kencing di celana, hhhhhaaaaa," ucap salah satu pemuda yang berada di sebelah yang bernama sapto pemuda yang arogan.


"Baiklah,,,, aku akan menonton saja, kau hajar anak baru itu sampai murid murid di sini tahu seperti apa kelompok kita,biar tak ada yang berani melawan kelompok kita," ucap Sapto pada pemuda yang sudah berjalan mendekati Badar Geni.


"Terimalah jurusku ini anak baru, akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapan kami semua," ucap pemuda yang sudah berada di dekat Badar Geni.


Hiattttttt,,,,,,


Mati kau,,,,,,,


"Hhhheeee,,,,, tidak kena, tidak kena,,,, aaahhh,,,, pagi pagi begini malah ada yang mau mengajak olah raga, baiklah kalau begitu, setidaknya biar otot ototku lemas,hhhheee," ucap Badar Geni yang menghindar dari jurus yang di kerahkan oleh pemuda itu.


"Kaaaauuu,,,, bedebah,,,,, punya kemampuan juga kau rupanya, kalau begitu aku akan serius menghadapimu anak baru, jangan cuma menghindar dari setiap seranganku, dasar sampah," teriak pemuda itu yang masih menyerang dengan semakin beringas.


"Aku sudah minta maaf pada kalian, tapi kaluan yang memaksaku, kalau terjadi pada kalian semua jangan pernah menyesalinya, kalau kau ingin aku tak menghindari seranganmu baiklah, aku ingin lihat seperti apa kekuatan kalian," jawab Badar Geni dengan tersenyum kecut.

__ADS_1


Pemuda itu terus melancarkan seranganya, tapi itu belum membuat Badar Geni tersentuh sedikitpun ia hanya menghindar, entah pemuda itu sudah melancarkan berapa puluh jurus ke arah Badar Geni.


"Aaahhh,,,, apa ini kemampuan dari kelompok yang kalian banggakan, benar benar tak sesuai dengan cara omong besarmu senior, hhhheeee,,,, apa masih ada jurus kalian yang lebih dari ini, dasar kelompok payah,hhhhaaaa," ucap Badar Geni yang masih santai menghindari ataupun menangkis jurus dari pemuda itu.


"Bangsatttt,,,,,jangan menghina kelompok dari aula yang pempelajari semua jurus, kau membuat aku semakin emosi saja anak baru, akan ku perlihatkan kekuatanku yang sebenarnya, sekarang aku takan segan segan untuk menahan kekuatanku,"teriak pemuda yang terlihat geram.


"Jangan banyak bacot saja, apa kau tak sadar dari tadi jurus payahmu itu tak dapat melukaiku, hhhheeee,,,, memang payah,,, perlihatkan dan keluarkan semua kemampuanmu senior, aku ingin lihat seberapa besar kekuatanmu itu," ucap Badar Geni yang hanya terus menghindari jurus dari pemuda itu.


Pemuda yang bernama Sapto dan teman temanya yang sedang menonton di buat sedikit terkejut, orang yang di sebut sampah dan di kira anak baru belum terkena jurus yang sudah di lancarkan dengan tenaga dalam pada anak buahnya yang ia percayai.


"Bagaimana munkin anak baru itu bisa menghindari dengan mudahnya dari setiap jurus yang sudah di lapisi tenaga dalam, sepertinya ia hanya bermain main saja, dari tadi anak itu tak memberikan serangan, kalau begitu aku harus turun tangan, sepertinya bocah itu tak bisa di anggap remeh," bhatin Sapto yang memicingkan matanya mengamati pertarungan keduanya.


"Apa kau belum lelah, mana jurusmu dan kekuatanmu yang kau banggakan, huh,,, dasar cuma omong kosong saja, kalau begitu sekarang terimalah seranganku ya senior, hhhhheeee,,,," ucap Badar Geni yang mundur beberapa langkah membentuk kuda kuda tarungnya.


Hiaaattttt,,,,,,


"Terima pukulanku ini seniorrrrr,,,,, hhhheee,"


"Aaaaarrrrkkkkk,,,,"


"Bruuuukkkk,,,,


"Uuuhhhuuukkkk,"


Dengan hanya dua pukulan yang sangat cepat pemuda itupun tak bisa menghindar dari pukulan Badar Geni, padahal Badar Geni hanya menggunakan tenaga fisiknya tanpa tenaga dalam, ia hanya menggabungkannya dengan jurus langkah dewanya yang hanya kurang lebih 5 persen saja.


Uuuhhhuuukkk,,,,,

__ADS_1


"Masih bisa seseumbar kau, aku sudah memperingatkan kau dan kalian, tapi kalian memaksaku untuk melakukan ini apalagi di pagi hari,hhhheeee," ucap Badar Geni yang sudah berdiri di depan pemuda yang sudah tetkena pukulan di dadanya.


"Ammpuuunnnn,,,, ampuuunnn,,,, "isak pemuda itu yang berlutut memeganv dadanya.


"Dasar anak buah bodoh, mengurus satu orang saja tak becus, dasar lemah, Anak baru tengik, kau sudah membuat orang kepercayaanku terluka,


Serangggg,,,,,," teriak Sapto pada anak buahnya yang kurang lebih ada 8 orang.


"Addduuhhhh,,,,, mau main kroyokan ya, kalian memang harus di kasih pelajaran, dasar pengecut,huh," ucap Badar Geni dengan waspada.


Semua anak buah dari Sapto langsung menyerang dengan berbagai senjata masing masing,


Badar Geni hanya santai saja dan ia menghindari tebasan dari senjata yang mereka gunakan, ia memang tak melalukan penyerangan ingin mengamati dan mencari celah, setelah hanya menghindar kini Badar Geni sudah mengetahui celah ke delapan orang yang mengkroyoknya itu.


Bandar Geni langsung menggunakan jurusnya, satu persatu pemuda yang menyerangnya langsung tergeletak dengan darah yang keluar dari mulutnya, ada pula yang sudah pingsan,


"Apa akan di teruskan pertarungan ini, sekarang teman temanmu sudah tak berdaya, sekarang tinggal kau saja, aku ingin lihat omong besarmu sekarang, dan perlu kau ketahui, aku bukan murid baru padepokan ini, aku kesini ada sesuatu kepentingan, sekarang buktikan kekuatanmu jangan hanya bacot saja, dasar, huhhh,, ayo hadapi aku," teriak Badar Geni dengan lantang pada Sapto murid yang arogan dan suka menindas murid lain.


"Hhhhaaaa,,,,, walaupun kau dengan mudah dapat mengalahkan anak buahku, aku takan mundur sedikitpun, aku tak perduli siapa kau, aku ingin kau mampus di tempat ini, hhhhaaaa," ucap Sapto dengan tawanya.


"Hhhhheeeee,,,,,, masih omong besar kau, memang kau harus di kasih pelajaran, jangan pernah menyesal dan jangan berharap aku akan mengamapunimu, omonganmu sedikit tapi bikin kupingku sakit," jawab Badar Geni yang mengepalkan tanganya.


Mereka kini saling berhadapan dengan kuda kuda tarungnya masing masing.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, VOTE ATAU SEKEDAR COMEN, SEMOGA TETAP TERHIBUR,

__ADS_1


DUKUNGAN KALIAN SUNGGUH BERARTI BUAT AUTHOR, KALIAN YANG TERBAIK.


THANKS


__ADS_2