Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
44. Sepasang Manusia Harimau 2


__ADS_3

Para penduduk masih ragu, walaupun Badar Geni sudah mengatakan untuk menyelesaikan masalah di desa itu, karena mereka tak tau siapa Badar Geni dan Kinasih.


"Kisanak kami benar benar takut kalau nantinya kami yang jadi korban selanjutnya, maafkan kami kisanak, kami tidak bisa berbuat apa apa," ucap salah satu penduduk berjalan dan berhenti di sebelah laki laki setengah baya yang masih gemetar tubuhnya.


"Apa kalian tetap diam saja dan membiarkan para penduduk ataupun sanak saudara kalian nanti yang akan menjadi korban, kalau tidak dihentikan akan banyak nyawa yang akan melayang, bukanya aku sudah bilang untuk menyelesaikan masalah siluman harimau di kampung ini, apa kalian tak mempercayai orang asing seperti kami kisanak," teriak badar geni di depan para penduduk desa itu.


Para penduduk desa hanya diam membisu sambil tertunduk, mereka masih ragu untuk menolong dan membawa penduduk yang terluka di tempat yang lebih layak, bukan di tengah tengah tanah lapang.


"Kalau kalian tak bisa mempercayai kami, tersrah,,, kami tetap akan mengobati mereka di tempat ini, dan sebaiknya kalian semua bubar, dan aku dan adiku tetap akan membereskan masalah ini, kalian semua memang tak punya hati dan perasaan, dasar pengecut," teriak Badar Geni dengan sedikit geram pada para penduduk.


Merekapun membubarkan diri satu persatu seperti membawa kembimbangan, tak beberapa tempat itu sudah terlihat sepi, Badar Geni dan Kinasihpun mulai mengobati para penduduk yang terluka parah, ia mengeluarkan api abadinya untuk meracik obat obatan yang sudah di bawanya,


Kinasihpun sedikit kaget kakaknya bisa meracik obat dengan api yang keluar dari tanganya, ia tak berani berani bertanya karena situasinya yang tidak memungkinkan, karena nyawa mereka lebih penting.


Beberapa menit kemudian ramuannyapun telah jadi ia membuat dua ramuan, yang pertama ramuan untuk menutup luka, dan yang kedua ramuan yang membuat stamina dan fisik akan kembali seperti semula.

__ADS_1


"Kinasih,,, berikan ini kepada luka lukanya dan ini untuk diminum walaupun seteguk saja mereka akan berangsur angsur pulih kembali," ucap Badar Geni pada adiknya yang memberikan ramuan yang berada di mangkuk kecil.


"Baiklah kakang, semoga saja mereka cepat sembuh, dan setelah mereka sembuh apa kita lakukan kakang," balas kinasih yang sudah mulai menempelkan ramuan ke tubuh yang terluka dan meminumkan seteguk ramuan untuk mengembalikan kesadaran dan fisiknya.


Kini kesadaran para penduduk yang terluka mulai sadar, luka lukanya juga sudah mulai mengering ataupun menutup kembali seperti tak ada bekas luka sayatan lagi.


Merasakan kesadaranya pulih dan lukanya sudah tak ada membuat para penduduk yang terluka tadinya begitu bahagia, mereka tak menyangka kalau masih bisa tertolong karena setiap tujuh hari yang kena luka dari siluman harimau akan meregang nyawa.


Kini senyuman terlihat dari wajah wajah mereka semua, dan mereka mengamati tubuhnya yang sudah tak terasa luka dan tak sakit lagi, mereka belasan para penduduk bisa tahu kalau orang asing yang yang mengobati mereka semua, mereka langsung menundukan kepalanya untuk mengucapkan terima kasih untuk menolongnya.


"Jangan sungkan seperti itu para penduduk, sudah kewajiban kami menolong yang membutuhkan, kebetulan saja kami sedang lewat, oh ya perkenalkan aku Badar dan ini adiku Kinasih, tapi apakah benar kalau ada siluman harimau yang membuat teror di desa ini, kalian semua tenang saja kami berdua sementara akan tinggal di sini sampai masalah siluman harimau itu selesai," balas Badar Geni dengan santainya.


"Apa tuan Badar dan nona Kinasih tak takut akan siluman siluman harimau itu, kesembuhan kami ini sudah lebih dari cukup tuan Badar, kami tidak mau menyusahkan tuan dan nona sekalian,kalau memang tuan memaksa mau membantu kami penduduk desa ini kami sangat berterima kasih, sebaiknya tuan dan nona penginap saja di tempat kami," ucap salah satu warga dengan menjelaskanya.


Badar Geni dan Kinasih cuma mengangguk saja dengan senyum, merekapun akhirnya berjalan ke tempat tinggalnya masing masing.

__ADS_1


Sementara Badar Geni dengan beberapa warga yang sudah sembuh dari lukanya menguburkan warga yang sudah meninggal, setelah selesai Badar Geni di ajak ke salah satu tempat tinggal yang sudah ada kinasih lebih dulu.


Tak terasa hari sudah mulai senja matahari berlahan tegelam, Kini Badar Geni dan Kinasih berserta warga yang sudah sembuh tadi berjaga jaga, menurut salah satu warga yang sudah sembuh biasanya siluman harimau itu akan mencari mangsa saat matahari mulai tenggelam.


Saat sedang membicarakan masalah siluman harimau, Rajawali Es memberitahuakan lewat telepati, bahwa ada gerekan yang mencurigakan di sisi barat dua sosok berkepala harimau sedang mencari mangsa.


Mendengar itu Badar Geni dan Kinasih langsung berkelebat menuju arah yang di tunjukan Rajawali Es, dalam waktu sekejam mereka sudah berada di dekat Rajawali Es yang hinggap di sebuah pohon,


Badar Geni tidak ingin gegabah langsung menyerangnya, ia mengamati tingkah kedua siluman Harimau yang mengendap endap ke salah satu rumah warga.


Saat akan melakukan aksinya Badar Geni langsung melesat ke arah kedua siluman Harimau itu.


"Hhhheeee,,,, ternyata ada sepasang siluman kucing besar yang sedang mengintip, hhhheeee,,,, jangan harap kalian bisa lepas dari sini kucing kucing bandot, kalian sudah banyak mencari korban, takan kubiarkan kalian menghirup nafas sampai esok pagi," ucap Badar Geni pada kedua Siluman Harimau yang kaget tiba tiba ada manusia yang mengantarkan nyawanya.


"Kinasih,,, kamu harus hati hati, sepertinya mereka bukan siluman, tapi manusia yang sedang melakukan ilmu sesat," ucap badar geni pada kinisih adiknya.

__ADS_1


**Maaf kalau ceritanya bertele tele, semoga saja masih ada yang terhibur dengan cersil ini, jangan lupa like, vote, atau sedikit memberikan hadiah.Author baru pemula dan masih belajar untuk berimajenasi agar cersil ini bisa di nikmati para reader semua maaf kalau ceritanya kurang menarik, tapi author berusaha yang terbaik, thanks**


__ADS_2