Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
26. Elemen Air


__ADS_3

Badar Geni masih duduk bersila dengan memejamkan matanya, kini ia sudah mulai bisa mengontrol hawa dingin yang menerpa tubuhnya.


Tanpa ia sadari ia sudah mulai masuk dalam dimensi pedang Elemen Air, terlihat pedang elemen air itu juga menancap di sebuah batu, tapi yang di lihat pedang itu seperti di selimuti kristal putih yang sangat menyilaukan, tapi sebenarnya itu adalah kristal es.


Ia memicingkan matanya dengan melotot seperti seorang kesurupan, karena di belakangnya berdiri seekor Rajawali yang sangat besar di selimuti Es.


Hawa dinginpun seketika berubah menjadi sangat dingin, Badar Genipun sempat merasa sangat kedinginan, tubuhnya seakan membeku di alam dimensi Pedang elemen Air itu, kini elemen Air berubah menjadi elemen Es,


"Pedang Elemen Api,,,,, keluarlah kau menipuku lagi apa ha, katanya cuma Elemen Air ternyata malah malah bertambah parah, ini bukan Air lagi tapi Air yang membeku bodoh, sontoloyo kau pedang Elemen Api," teriak Badar Geni yang masih kedinginan.


"Hhhhheeeee,,,,,, Aaaiihhhhh,,,,, aku jadi lupa menjelaskanya tuan gemblung,,, sebenarnya tuanku sudah berada di tingkat keempat, ternyata dalam waktu singkat tuanku sudah menguasai elemen Api, elemen Petir, dan Elemen Udara,,, hamba juga sedikit kaget ketika tuanku tiba tiba sudah naik ke tingkat empat ini, hamba mengira tuanku akan memakan sepuluh hari setiap naik ketingkatan, itu sebuah anugrah dari sang hiayang widi tuanku, inilah elemen terakhir yang harus tuanku lewati," jawab Roh pedang Elemen Api pada tuan barunya itu


Karena hawa udara sangat dingin, Badar Geni menambah kekuatan jiwanya, Api dalam tubuhnya di salurkan ke seluruh tubuhnya, kini iapun benar benar di selimuti api biru,


"Apa katamu, aku baru saja memejamkan mata mana munkin aku langsung ke tingkatan terakhir, apa kau ingin membunuh tuanmu ini ha, dasar sontoloyo kau pedang karatan," jawab Badar Geni yang sudah di selimuti api biru untuk menekan hawa dingin di tempat itu.

__ADS_1


"Hamba juga tak mengerti tuanku, yang hamba rasakan di tubuh tuanku sudah mengalir elemen api, elemen petir, dan elemen udara, maka dari itu tuanku langsung ke tingkat terakir, itu yang hamba rasakan di tubuh tuanku, munkinkah Eyang Resi Guntur Saketi tanpa sadar sudah memberikan tuan Elemen elemen itu sewaktu menyentuh kening tuanku," ucap Pedang Elemen Api.


"Kalau memang Eyang Resi yang memberikannya, mengapa tak bilang dulu, pantas saja kekuatanku malah semakin bertambah sewaktu Eyang Resi menyentuh keningku dan saat menyentuhnya rasanya sangat begitu menyakitkan, apa,munkin karena waktu itu Eyang Resi sudah tak ada waktu untuk mengatakanya padaku,"jawab Badar Geni pada Pedang Elemen Api,


"Munkin saja itu tuanku, sepertinya Eyang Resi memang tak sempat mengatakanya, munkin ia lagi kebelet mau buang hajat, hhhhiiiii, karena tuanku sudah langsung ke tingkat akhir, tuanku harus bisa menaklukan Rajawali Es itu juga, karena dulu Rajawali Es itu adalah tunggangan Eyang Resi, setelah keluar dari dimensi ini, Rajawali itu akan seperti Rajawali biasa, tapi ia akan bertambah berpuluh puluh kali lipat dengan bentuknya yang sekarang ini tuan gemblung," ucap Pedang Elemen Api menjelaskanya.


"Kalau begitu sepertinya aku akan bekerja keras untuk menaklukan Roh pedang elemen Air juga Rajawali Es, ini akan benar benar sangat merepotkan pedang elemen api, baiklah sebaiknya sekarang aku akan bersiap siap, sebaiknya sementara ini kau jangan ikut campur dulu pedang karatan, akan ku taklukan mereka berdua dengan kemampuanku.


Badar Genipun langsung melesat menuju pedang elemen air dan Rajawali Es, tubuhnya yang sudah di penuhi api biru yang berkobar kobar mulai mencoba mengambil pedang elemen air.


Butiran butiran es langsung meluncur menyerang Badar geni, butiran butiran itu begitu banyaknya tak terhitung jumlahnya,


Badar Genipun dengan siap siaga mengeluarkan jurus Perisai Api Abadi dengan perisai Api Abadi tubuhnya yang di selimuti api biru nembentuk sebuah pelindung, butiran es yang meluncur e arah Badar Geni tak dapat menembusnya, melihat itu Rajawali Es menambah kepakanya, kini bukan butiran es yang meluncur menyerang badar geni tapi bongkahan es yang seperti pisau yang runcing terus meluncur ke arah Badar Geni.


Wuuussss,,,,

__ADS_1


wwwuuusss,,,,


wwwuuusss,,,,


jedummm,,,,


jedummm,,,,


jeeduummmm,,,,


Dengan Perisai Api Abadi Badar Geni masih mampu untuk bertahan,


Sudah ratusan jurus yang mereka keluarkan, tapi keduanya masih sama sama berimbang, hingga ruang dimensi menjadi bergetar.


Jangan lupa vote atau like, itu sudah merupakan dukungan buat aithor, semoga tetap terhibur,

__ADS_1


__ADS_2