
Roh Pedang Elemen Apipun sudah berada di tangan Badar Geni, sementara Roh Pedang Elemen Es berada di sisi Rajawali Es,
"Manusia, sekarang Roh Pedang Elemen Es ini menjadi milikmu, dan untuk itu, akan ku berikan inti dari Es Abadiku semua ke Roh Pedang Elemen Es ini, dan sekarang kau akan menjadi tuanku manusia," ucap Rajawali Es kepada Badar Geni.
"Sekarang sebaiknya kita keluar dari dimensimu ini, kalau begitu kau harus jadi tungganku sekarang, karena Roh pedang elemen api sudah menjelaskan padaku, kalau kau keluar dari dimensimu kau bisa berubah menjadi Rajawali biasa, dan kau bisa merubah tubuhmu semaumu, apa memang benar apa yang telah di katakan oleh Roh pedang elemen api Rajawali," balas Badar Geni pada Rajawali yang masih tak berdaya di kubangan es yang besar itu.
"Benar apa yang telah dikatakan oleh Roh Pedang Elemenn Api manusia, tapi sekarang keadaanku sudah tak berdaya seperti ini, kau sudah menaklukanku, untuk dapat keluar dari dimensi ini aku harus mengeluarkan tenaga dalam yang begitu besar manusia," ucap Rajawali Es menjelaskanya.
"Kalau begitu untuk bisa keluar apa yang harus kau lakukan, kau yang membuat aku menjadi serius untuk menaklukanmu, apa dengan menyalurkan tenagaku dan kedua pedang kembar ini kita bisa keluar dari dimensi es mu ini Rajawali," jawab Badar Geni yang masih berada di depan Rajawali Es.
"Munkin saja manusia, karena kekuatan Es abadiku sudah berada di Roh pedang Elemen es, kalau kita tak cepat keluar dari diminsi es ini, selamanya kita akan terjebak di ruang ini, gunakan kedua pedang kembar agar bisa terbuka ruang dimensi es ini," ucap rajawali es.
Bandar genipun langsung memerintahkan kedua pedang kembarnya untuk mengabungkan kekuatan bersama sama agar dapat membuka pintu alam dimensi es.
Setelah itu pintu gerbangpun terbuka walau tak sempurna, merekapun lekas keluar bersama sama.
Rajawali Espun dengan sisa tenaganya di papah keluar oleh badar geni, merekapun akhirnya keluar dari alam dimensi,
Sementara Badar geni sudah berada di tempatnya semula, ia tetap bersemedi hanya di sebuah batu, sukmanya telah kembali, karena sebenarnya sukmanya yang berada di alam dimensi, seperti kedua pedang kembar, di alam dimensi ia hanya Roh sementara pedang kembar masih berada di pundak badar geni tanpa terlihat.
Hanya Rajawali Es saja yang masih seperti semula cuma bedanya ia kini seperti Rajawali biasa, dengan bulu yang begitu indah, iapun semakin bertambah besar, ia keluar dari alamnya agak jauh dari pertapaan badar geni, tubuhnyapun masih kekar.
Setelah mengetahui keberadaan Badar Geni tuanya iapun terbang menghampirinya, kepakan kedua sayapnyapun waktu mendarat dekat air terjun grojokan sewu seperti di terpa angin yang begitu besar.
__ADS_1
Bandar Geni tetap melakukan tapa brata tak terasa ia sudah sangat lama melakukan semedinya di air terjun grojokan sewu itu,
Sementara di dalam gua sudah ada seorang pemuda yang mengamati badar Geni dengan senyuman, pemuda itu sedikit terpana melihat badar geni yang begitu tampan, tubuhnya yang kekar dan berotot di terpa air tetjun yang begitu derasnya semakin membuat ia terkagum.
Pemuda itu juga sedikit kaget melihat ada hewan yang begitu besar sudah berada di dekat Badar Geni, tak lain hewan itu Rajawali Es yang sudah menjadi Rajawali biasa,
Kekuatan Rajawali itu kini semakin menipis, karena ia masih terluka dalam, akibat pertempuranya dengan badar geni.
Ia masih menunggu Badar Geni yang tak jauh dari semedinya, ia berharap pemuda itu lekas mrnyudahi tapa bratanya, tapi di sisi lain ia tak bisa mengganggu tuanya itu, ia juga mengerti akan semedi tuanya itu untuk kepentingan umat manusia.
Sementara pemuda yang berada di gua mencoba untuk mengukur tingkatan badar geni sedikit tak percaya karena ia tak bisa membaca tingkatanya.
"Hhhheeee,,,,, kau sudah bisa menyembunyikan kekuatanmu, baguslah kalau begitu, teruslah bersemedi sampai kau dapat mengendalikan kekuatanmu, aku yakin kau akan melebihi kekuatan gurumu, aku akan menunggumu di sini sampai kau selesai melakukan tapa bratamu itu, nanti aku akan nenjajal kemampuanmu, tunggu saja kau hhhhiiii," bhatin pemuda itu sambil membakar ayam hutan.
Pagi itu udara begitu sejuk, suara angin mendesir membuat suasana menjadi damai,
Badar Genipun akhirnya membuka matanya, terlihat tubuhnya yang kekar di terpa air terjun menambah pesona sendiri yang melihatnya.
"Akhirnya,,,, selesai juga aku melakukan tapa brata ini, kini sudah aku kuasai jurus jurus pedang kembar dengan sempurna, sebaiknya aku kembali ke gua dan menunggu Eyang," ucap badar geni lirih.
Iapun kemudian mulai meninggalkan tempat pertapaanya itu, ia menggunakan ilmu meringankan tubuhnya ke tepi, baru beberapa langkah ia berjalan, Rajawali langsung menghampirinya.
"Manusia,,,, akhirnya kau berhasil melakukan tapa brata ini, aku sudah menunggumu berhari hari di sini," ucap Rajawali itu yang menghadangnya.
__ADS_1
"Kauuuu,,,,, apa kau Rajawali Es, aaaihhh,,,, ternyata tubuhmu bisa sebesar ini, mengapa kau menungguku di sini," balas Badar Geni yang memicingkan matanya mendongak ke atas ke arah Rajawali Es.
"Maafkan aku manusia, karena dengan tubuh sebesar ini aku tak begitu nyaman, karena akan menguras tenagaku, sekarang tenagaku semakin melemah, karena hanya tuan yang bisa mengembalikan tenagaku biar hamba bisa menjadi yang tuan inginkan, hamba tak bisa berubah menjadi lebih kecil karena inti es abadi sudah ku berikan pada Roh Pedang Elemen Es tuan," ucap Rajawali Es pada Badar Geni menjelaskanya.
"Aaahhh,,,, tak di alam dimensimu tak di sini kau itu selalu merepotkan saja Rajawali Es lilin, kalau begitu baiklah bersiaplah, tapi setelah ini aku ingin kau merubah menjadi Rajawali biasa saja, sampai aku perintahkan pada saatnya nanti jangan perlihatkan wujud besarmu itu, bersiaplah Rajawali," teriak Badar Geni yang mulai mengeluarkan tenaganya ke arah Rajawali Es.
Bandar Genipun memejamkan mata dari tanganya keluar kekuatan cahaya biru yang mulai diarahkan ke tubuh Rajawali Es,cahaya biru itu mulai masuk ke dalam tubuh Rajawali,
Rajawali Es sedikit meraung kesakitan saat cahaya biru dari Badar Geni mulai menyelimuti ataupun masuk ke dalam tubuhnya.
Setelah di rasa cukup Badar Genipun menyudahinya, terlihat Rajawali Es masih meraung kesakitan, setelah cahaya yang menyelimuti tubuhnya menghilang iapun sudah tak merasa kesakitan lagi,
Kini ia merasakan tubuhnya sudah seperti berada di alam dimensinya, malahan kini kekuatan yang di berikan tuanya itu semakin besar.
Iapun langsung merubah tubuhnya menjadi seukuran Rajawali biasa, dan langsung menghampiri Badar Geni hinggap di pundaknya.
"Tuan,,,, terima kasih sudah memberikan kekuatan pada hamba, hamba akan setia kepada tuanku, sekali lagi terima kasih tuanku," ucap Rajawali yang sudah berada di pundaknya.
"Sekarang lebih baik kita kembali ke gua aku ingin beristirahat sebentar, semoga perkataanmu itu benar, jangan pernah kau menghianatiku Rajawali," balas Badar Geni yang berjalan ke arah gua.
Semoga tetap terhibur, maaf kalau updatenya agak lama, jangan lupa like atau vote itu sudah buat author bikin semangat untuk melanjutkan cerita ini
Thanks untuk dukunganya, tetap semangat untuk kalian semua
__ADS_1
Thanks