Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
58.Kondisi Sanjaya


__ADS_3

Badar Geni pun langsung menghampiri Bagus Sajiwo dan Sanjaya, di sebelahnya sudah ada Tetua dan beberpa tetua yang sempat melihat pertarungan dengan Sapto murid arogan dari Kelompok dari berbagai jurus senjata yang sudah sedikit di beri pelajaran.


Di belakang para ketua dan tetua berdiri Kinasih dan Arum Sari.


"Maaf kalau kedatanganku sedikit terlambat saudara Bagus, bagaimana sekarang keadaan kakakmu, apa aku bisa mengecek sebentar," ucap Badar Geni yang sudah duduk di sebelah Sanjaya.


"Tidak apa apa saudara Badar, memang ada apa, aku tadi sempat mendengar pertarungan, padepokan ini tadi sedikit bergetar, apa karena kamu menyempatkan diri melihat pertarungan itu dulu saudara Badar," balas Bagus Sajiwo pada Badar Geni dengan menyepitksn dahinya.


"Bukan melihat lagi Sajiwo, tapi pemuda ini yang sedang bertarung dengan kelompok berbagai jurus senjata, kamu tentu tau watak dari murid kesayangan tetua Dirjo bukan, dikiranya dia itu murid baru, tapi hanya beberapa jurus saja ia sudah tak berdaya, biar kapok bocah itu, tetua Dirjo selalu memanjakan ia, tapi setelah ini mungkin bocah itu tak akan membuat onar lagi," ucap ketua Braja Musti menyahut duluan sebelum Badar Geni menjawabnya.


"Ketua,,, apa benar yang anda katakan, kalau memang benar ya kita ikut bersyukur karena Sapto memang harus di kasih pelajaran, karena ia selalu bertindak sesuka hatinya, dan tidak segan segan menindas para murid baru atau murid di bawah kekuatanya, sekarang apa yang terjadi dengan saudara Sapto Ketua," balas Bagus Sajiwo pada ketua Braja Musti dengan penasaran,

__ADS_1


"Entah apa yang dilakukan pemuda yang menolongmu itu Sajiwo, bocah arogan itu langsung tak berdaya, tapi melihat gelagat dari tetua Dirjo masalah ini akan jadi sedikit panjang, apa dayaku seorang ketua di padepokan ini tidak bisa mengajak bicara baik baik dengannya, dia selalu berselisih dengan ucapanku, karena mungkin ia merasa ilmu kanuragaanya di atasku, munkin dia merasa murid dari salah satu pendiri padepokan Singa Emas ratusan tahun yang lalu," ucap Ketua Braja Musti pada Bagus sajiwo yang di dengarkan oleh semua yang berada di ruangan itu.


"Hhhheeee,,,, maaf ketua, tetua dan yang berada di sini, tadi itu cuma kesalah pahaman saja, dan aku sudah minta maaf pada tetua Dirjo, sekarang Sanjaya sudah berasa baik dan semuanya sudah kembali normal, ini lebih cepat dari perkiraan saya, munkin besuk ia sudah dapat bicara, untuk saat ini munkin saudara Sanjaya harus tetap istirahat," ucap Badar Geni dengan senyum pada bagus sajiwo dan ketua maupun tetua.


"Sudahlah anak muda untuk urusan Dirjo nanti aku saja yang membicara, aku sangat senang melihat keadaan Sanjaya yang sudah lebih baik, aku bersyukur bisa bertemu di sini anak muda, kalau nanti ada apa apa langsung saja sampaikan padaku, sekarang sebaiknya Sanjaya beristirahat saja, semoga besuk Sanjaya sudah dapat pulih fisiknya, masih banyak sesuatu yang harus aku kerjakan aku akan akan kembali ke ruanganku," ucap Tetua Braja Musti pada Badar Geni dan yang lainya.


Tetua Braja Musti dan kedua tetuapun setelah berpamitan langsung melangkah meninggalkan ruangan Sanjaya di rawat, mereka terlihat senang karena salah satu muridnya sudah akan kembali normal lagi,


Di sebelahnya lagi seorang kakek tua yang sudah selesai mengecek keadaan pemuda yang sedang terbaring lemah belum sadarkan diri.


"Bagaimana menurutmu tabib Yudho, apa murid kesayanganku akan cacat seumur hidup, aku juga sudah berusaha untuk mengobati wadah tenaga dalamnya, tapi sedikitpun tak merespon, kalau terjadi sesuatu pada muridku ini aku akan membuat perhitungan dengan bocah bau kencur itu," ucap Tetua Dirjo pada Tabib Yudho dengan mengrpslkan tanganya.

__ADS_1


"Maaf Tetua Dirjo, wadah tenaga dalam muridmu ini sudah terluka parah, dan kamu tentu tahu sendiri, akan sangat sulit untuk menyembuhkanya, walaupun bisa sembuh muridmu nanti akan sulit naik tingkat ke jenjang ilmu kanuragan yang lebih tinggi," jawab Tabib Yudho yang menjelaskanya.


"Kalau begitu memang bocah itu harus di beri pelajaran yang setimpal biar merasakan apa yang telah di rasakan oleh muridku ini, kalau Braja Musti ikut campur aku juga tak akan mundur walaupun ia ketua padepokan ini, sebaiknya kau rawat saja muridku tabib Yudho, aku akan membuat perhitungan pada bocah itu," ucap tetua Dirjo pada tabib Yudho yang sedang habis meracik ramuan obat untuk memulihkan fisiknya.


Setelah berkata pada tabib Yudho tetua Dirjopun terbang ke arah alun alun padepokan Singa Emas, memang jarak kelompok masing masing sredikit jauh dari pusat padepokan Singa Emas sendiri,


**untuk updatenya insaallah setiap hari sekitar jam 6 sore lebih sedikit**


TETAP BERI DUKUNGAN YA, SEMOGA SEMAKIN TERHIBUR DENGAN CERSIL INI, JANGAN LUPA LIKE, VOTE, ATAUPUN COMEN, DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR,


KALIAN YANG TERBAIK

__ADS_1


THANKS


__ADS_2