Si Sinting Pewaris Pedang Kembar

Si Sinting Pewaris Pedang Kembar
23. Pedang Kembar 4


__ADS_3

Kini situasi kedua Pedang makin terlihat terdesak saat Badar Geni mengeluarkan jurus Pecah Raga menjadi tiga bersama dengan dirinya yang asli.


"Apa sekarang kau masih bisa ngocah pedang karatan, hhhheeee,,,, kalau kau memang hebat sekarang gantian taklukan pecah ragaku itu, hhhhiiii,,,, kalau kau tak sanggup ngomong saja, aku akan memberikan diskon biar kau mengakui aku sebagai tuanmu, sebelum kekuatanmu itu habis pedang karatan," teriak badar geni pada pedang yang sedeng pertarung pada pecah raganya.


Pertempuran kedua pedang dan pecah raga badar geni semakin sengit, walaupun badar geni hanya menggunakan pecah raganya masih bisa nenekan kedua pedang itu, sudah ratusan jurus yang mereka lakukan hanya beberapa menit saja,


"Walaupun hanya pecah raga tapi kekuatanya tidak berkurang sama sekali seperti aslinya, ternyata inilah kekuatanya aslinya, walaupun aku masih bisa merasakan kalau bocah gemblung itu masih menyimpan kekuatan aslinya," bhatin pedang itu yang sedikit terdesak.


"Sepertinya kau sudah mulai terdesak pedang karatan menyerahlah sebelum kekuatanmu habis, sepertinya batas kekuatanmu tinggal sedikit, hhhheeee,,,, " ucap badar geni tersenyum yang hanya melihat pertempuran itu di belakang pecah raganya.


"Walaupun kekuatanku sudah di batasnya jangan berharap aku menyerah, kalau sudah kau taklukan kami baru aku akan mengakui kau sebagai tuanku yang baru, bocah gemblung," jawab pedang itu yang semakin terdesak karena jurus jurus badar geni yang ia lancarkan sudah di tahap sempurna.

__ADS_1


"Masih sok jagoan kau pedang karatan, lebih baik kau menyerah saja, jangan terlalu memaksakan, tinggal beberapa jurus lagi tenaganu akan habis huh, masih keras kepala juga kau pedang karatan," ucap Badar Geni sambil duduk menikmati pertarungan pecah raganya.


Pedang itupun merasakan batas kekyatanya tinggal beberapa jurus saja, Badar Geni yang mampu untuk merasakan batas kekuatan kedua pedang itu menambah sedikit kekuatanya membuat kedua pecah raganya juga bisa merasakan kekuatan dari Badar Geni yang asli.


Serangan dari kedua pedang itupun semakin melemah karena kekuatanya hampir habis, kedua pecah raga Badar Genipun tak menyia nyiakanya, saat serangan kedua pedang itu melemah, kedua pecah raganya langsung mencoba untuk memegang kedua pedang itu.


Walaupun pedang itu kekuatanya menipis tetap bersikeras untuk tak tersentuh ataupun terpegang oleh pecah raga Badar Geni, semakin bersikeras tenaga pedang itu semakin melemah dan akhirnya pecah raga badar geni dapat menegang satu satu pedang itu


Di alam bawah sadarnya kini kedua pecah raga dari badar geni sudah menyatu kembali, terlihat kedua tangan badar geni sudah memegang kedua pedang pusaka yang sudah hilang ratusan tahun yang lalu.


Bunyi petir serasa menyambut kedua pedang itu yang sudah memiliki tuan tang baru, begitu juga angin yang menderu seakan menyaksikan seorang pemuda dengan pedang pusakanya, badar geni karena merasa senang bisa menegang jedua pedang itu, ia mengangkat kedua pedang itu tinggi tinggi,

__ADS_1


"Hhhhhaaaaa,,,,, akhirnya kau kehabisan tenaga juga pedang karatan, mulai sekarang kau harus mengakuiku sebagai tuanmu, karena kini sudah dapat aku kendalikan, jangan kuatir pelan pelan kekuatanmu akan kembali, sekarang kau harus mematuhi tuanmu ini, dan jangan pernah congkak ataupun keras kepala kepadaku pedang karatan,


"Hhhhheeee,,,,, memang inilah sebenarnya yang ku tunggu tuan sinting,,,, sudah beratus ratus tahun yang lalu aku menunggu untuk saat seperti ini, mendapat tuan baru yang sangat kuat, hhhhhiiii,,,,, jangan kuatir, aku walaupun kami hanya pedang pusaka tapi pantang bagi kami untuk berkata dusta, sekarang ku akui kau memang layak jadi tuanku tuan gemblung, dan apapun itu aku akan menuruti perintahmu," balas salah satu pedang itu dengan gembira dan senang.


"Sekarang aku harus kembali ke tubuhku yang masih melakukan tapa brata, untuk itu sekarang kau tinggal di ranah jiwaku, dan setelah di dunia nyata kau harus menjelaskan siapa kau sebenarnya, karena aku juga sudah terlalu lama meninggalkan tubuhku di ranah jiwaku ini aku harus cepat kembali kalau tidak tenagaku juga akan terus berkurang karena kau serap pedang karatan," ucap Badar Geni yang sudah menurunkan kedua pedang itu di tanganya.


"Hhhheeee,,,, terima kasih tuan, dan ada satu hal lagi, di ranah jiwa tuanku sebenarnya hamba hanya roh saja, tapi jangan kuatir karena sekarang kedua pedang ini sudah berada di depan tuan di dunia nyata, kami sangat senang sekarang, karena di tempat ini kami sudah bosan mununggu tuan gemblung, hhhheeee," jawab pedang yang masih di pegang oleh Badar Geni.


"Kalau begitu aku akan kembali, dan terima kasih kau sudah mengakui kalau aku adalah tuanmu yang baru," ucap Badar geni dengan masih melihat kedua pedang itu di tanganya.


Setelah itu Badar Geni mulai duduk bersila dan memejamkan matanya, dalam beberapa detik saja sukma badar geni sudah je tubuh aslinya.

__ADS_1


*Semoga tetap bisa terhibur dengan cerita ini, maaf kalau agak lama updatenya, jangan lupa vote atau like, ataupun memberikan hadiah kecil, semoga dukungan kalian semua cerita ini bisa di tetima para pembaca*


__ADS_2