
Saat bersantai diruang vviv bar kapal mewah ini hanya ada alea dan pangeran.
"alea untuk kenyamanan dan akrab panggil aku Ali saja dan aku panggil kamu Al" kata pangeran Halid.
Alea hampir tersedak dengan minumannya mendengar pangeran tampan ini ingin so akrab dengannya.
"Terserah pang... eh Ali saja" jawab alea kaku.
"Itu lebih baik Al..." pangeran tersenyum penuh kemenangan.
'Wewww...' batin alea,sembari tersenyum pada pangeran,saat alea tersenyum wajahnya terlihat sangat manis,pangeran terpanah.
'Dia sungguh manis,aku jatuh hati' diam diam pangeran membatin.
Bagi alea tak ada perasaan istimewa untuk kebersamaan ini malah ia ingin cepat cepat semua ini berlalu ia capek dengan sikap so sosialita dan berkelas.
Setelah keluar dari ruang vviv alea segera berpamitan untuk kembali ke kamarnya.
"Kenapa buru buru al... kita masih banyak waktu dan melihat lihat suasana pemandangan laut lepas yang indah".
"Pang... eh ali aku mau kekamar kecil dulu" alea memberi alasan dan segera berlalu,saat keluar dan melalui bar mini yang diduduki Adrian Alfaro dan Devan Ronald keduanya melihat alea yang bagaikan putri salju yang begitu cantik tapi dingin,sedang berjalan tanpa menoleh sedikitpun kearah mereka.
Adrian yang melihatnya hanya terlihat acuh walau ia merasa terpesona dengan gadis muda yang terlihat luar biasa itu,lain halnya dengan Devan ia segera memanggil asistennya dan bertanya," Danu... siapa gadis cantik yang lewat barusan?!".
"Tuan... namanya alea dia salah satu pengusaha muda sukses dan dia berada dikapal ini bersama pangeran Halid karena mendapat ticket tour hadiah utama dari penyelenggara acara sebagai nona dan tuan terbaik terpopuler pilihan audiens" jawab Danu yang sudah mencari tahu tentang wanita tercantik yang pernah ia temui ini.
Sementara Adrian hanya terlihat cuek dengan pembicaraan Devan dan asistennya tapi diam diam ia berkata dalam hati 'Jadi dia pengusaha muda sukses dan mawar berdiri'.
"Akhirnya aku menemukan mempelai wanitaku" kata Devan dengan percaya diri,ia berdiri dan bergegas pergi menyusul alea sambil berlalu ia berkata "Tuan Adrian aku pergi dulu".
Adrian tak menjawab tapi ia juga segera bergerak kearah bagian atas kapal untuk menonton pertunjukan yang akan Devan lakukan.
Sebentar saja Devan sudah tepat dibelakang alea yang berjalan menuju lantai atas dimana kamarnya berada.
"Nona bisa aku berbicara denganmu". kata Devan.
__ADS_1
Tanpa menoleh alea menjawab "Maaf saya terburu buru ingin kekamar kecil"berlalu dengan cepat.
Devan tak bisa berkata kata lagi karena alea akan kekamar kecil ia tak akan menahannya.
"Sial..." gumamnya kesal.
Sementara ditempat lain dibagian atas kapal Adrian melengkungkan sudut bibirnya meremehkan Devan.
Suasana sore dikapal pesiar alea keluar dari kamar menuju anjungan kapal untuk melihat pemandangan laut saat bersantai ia hanya ingin sendiri,bunga mengawalnya dari jarak cukup berapa meter ia tak terlihat sedang mengawasi keamanan alea.
Devan bergegas keluar mencari keberadaan alea setelah asistenya menelpon memberi info tentang alea, Devan telah menyuruh asistennya menyuruh orang mengawasi alea.
"Nona kita berjumpa lagi" seolah olah ia tak sengaja berjumpa dengan alea.
Alea sama sekali tak berpaling hanya bergumam "hmhh..."
"Nona kenalkan namaku Devan... siapa namamu?" karena alea tak berpaling Devan tak perduli dan tetap memperkenalkan diri.
"Alea...".menjawab dingin karena ia sudah tau dari bunga kalau Devan sudah mengetahui siapa dirinya.
Devan merasa kesal dicuekin alea 'Gadis ini beraninya mengabaikanku'katanya dalam hati tapi ia berusaha sesabar mungkin untuk mendapat simpati alea.
Devan diam tak berkata kata lagi dan masih disana menunggu alea sementara alea memandang lautan biru dengan ombak yang seperti berkejaran diatas air lautan dan burung camar beterbangan diatas air untuk menyambar ikan ikan bahkan ada yang menceburkan diri kedalam laut untuk menangkap ikan.
Alea sangat kagum dengan pemandangan laut dan takjub melihat burung yang masuk ke air laut menyelam dan mendapatkan ikan tak ia sangka ada burung ya biasanya hanya terbang tapi bisa menyelam diair laut untuk berburu ikan.
"Wauuw amazing" suara alea terdengar merdu dengan tatapan yang fokus pada burung burung yang beterbangan rendah diatas air.
Diatas dek kapal yang ditata menjadi tempat kursi bersantai yang berjejer rapi ada pangeran Halid yang terus menatap alea dengan santainya ia tak ingin mengganggu kesenangannya.
Disisi lain tempat kapal ini diatas lantai tempat alea berdiri Adrian juga menikmati pemandangan laut dan sambil memandangi belakang gadis cantik itu berdiri dengan celana kulot putih dan kemeja putih dengan lengan 3/4 yang model melebar bagian bawahnya rambut dikepang seribu kearah samping dan sepatu sandal bertali putih juga membuat alea terlihat bersinar digeladak berpagar.
Sudah hampir dua jam alea menikmati pemandangan laut terlihat drone memutar dengan kamera yang merekam video dan memotret itu milik pangeran Halid.
Devan terlihat kesal membuang pandangannya dari drone itu,Alea yang tersadar dari konsentrasinya dengan pemandangan laut menatap kearah drone kemudian cepat memutar tubuhnya.
__ADS_1
Saat memutar balik tubuhnya langsung bertatapan dengan Devan,alea baru sadar kalau Devan masih berdiri dibelakangnya, pria itu tersenyum tebar pesona alea tak perduli dia berniat pergi dari sini.
Tapi Devan langsung menghadangnya "Alea aku sudah menunggumu jangan mengabaikanku atau aku akan membawamu kediamanku untuk seumur hidupmu tak melepaskanmu".
"Apa maumu?!" tanya alea.
"Aku ingin berteman denganmu mengobrol denganmu"tegas Devan.
"Tapi aku ingin sendirian saja" jawab alea.
"Kau ingin sendiri?... sudah cukup kau tidur sendiri tapi saat kau diluar kamar seperti ini aku akan menemanimu bahkan saat kau tak ingin bicara sekalipun". kata Devan mendominasi.
"Cih... siapa dirimu aku tak mengenalmu ada urusan apa anda denganku!". kata alea terdengar datar.
"Mulai detik ini aku orang yang akan bersamamu kedepannya dan selanjutnya".
"Kenapa anda percaya diri sekali' kata alea menatap dingin kearah Devan.
Devan semakin terpesona melihat wajah dan tatapan alea yang dingin bahkan memusuhinya tapi wajah cantik dengan tak biasa ini benar benar membuat orang yang melihatnya akan tergila gila.
"Wajah membawa petaka ini... taukah kau siapapun yang bertatapan langsung seperti ini pasti akan membuat orang gila"ucap Devan langsung mengerakkan tangannya untuk melepas kepang rambutnya. Tapi tangannya langsung ditepis seseorang.
"Jangan coba coba menyentuhnya seujung rambut pun!!! dia wanitaku".bentak pangeran Halid.
"Hehehe pangeran anda hanya mendapat tiket perjalanan gratis dan alea juga,bagai mana bisa itu dibilang anda punya hak mengakuinya wanita mu".
"Kalau begitu bersikap sopan lah pada alea karena anda baru bertemu dengannya dan aku sudah bersamanya dan dia jelas tahu jati diriku" ucap pangeran bangga.
"Aku tak perduli... setauku alea masih lajang dan siapapun berhak mengejarnya" kata Devan dengan lantang.
" Dasar orang gila" kata pangeran Halid seraya menarik tangan alea "yuk pergi.
Devan ingin memakan orang rasa rasanya.
_____________
__ADS_1
Mohon dukungannya ya pembaca yang kece sekalian beri like,vote dan komennya terima kasih dan salam kenal