
Kembali kevila,jalan yang dilalui cukup mengerikan bagi alea apa lagi ditengah cuaca tak bersahabat ini,walaupun agak gelap alea melihat ular yang besar dan ada beberapa seperti titik cahaya kuning dan dihijau dikegelapan hutan.
"Apa itu ada dalam gelap" tunjuk alea kearah titik titik seperti cahaya kecil.
"Itu bola mata beberapa jenis hewan yang ada didalam hutan" jawab Adrian santai.
"Wadidaw..." alea memeluk erat leher Adrian dari punggung,ya turun dari helikopter untuk kemobil ia berjalan kaki dulu diarea yang banyak ularnya.
"Sayang kau mencekik leherku" ucap adrean agak sesak napas karena alea memeluk erat erat leher Adrian.
"e...eh... maaf" alea segera mengendurkan pelukannya.
Sementara pilot dan asistennya hanya diam mengikuti.
Setibanya divila hujan semakin deras disertai kilat dan petir menyambar nyambar diudara,alea sungguh merasa agak takut "siapkan makan malam" perintah Adrian.
Setelah beberapa saat dikamar nya alea mulai merebahkan diri terlihat dari balik tirai jendela kaca seperti potret alam yang sekilas kilat terang,Adrian datang.
"Mau apa kemari ini sudah malam!" tanya alea.
"Tentu saja ingin menemani istriku tidur".
"Tidak perlu temani,aku bukan anak kecil lagi".
"Tapi ini kewajiban ku" kata Adrian duduk ditepi tempat tidur.
Teekkk... terdengar suara kilat lalu disertai Guntur menggelegar dan tiba tiba lampu penerangan mati.
__ADS_1
"waaaa... kenapa lampunya mati?!"
"Ini hal biasa saat ada badai cuaca buruk petir menyambar gardu diesel maka akan mengalami konslet listrik dengan daya kecil ditambah daya kilat yang besar muatan listrik akan menjadi besar penyebab ledakan digardu" jelas Adrian.
"Wah sampai kapan penerangannya akan padam nih"
"Tergantung kerusakannya bisa beberapa jam diperbaiki kalau cuaca mendukung atau bisa menunggu besok baru bisa diperbaiki".
"E.. eh... apa tidak ada lampu cadangan?... biasa ada lampu kecemasan untuk sementara".
"Tapi aku tidak menyiapkannya"kata Adrian.
"Piuhh..." desah alea.
"Tenanglah akan kunyalakan lilin" Adrian segera menyalakan ponselnya dan menyalakan lilin yang sudah tersedia diruang ini lengkap dengan tempat Kuningan nya.
"Tidak ada... hanya memang setiap kamar disediakan penganti penerangan bila kamar terpakai dan lampu tiba tiba mati".
Adrian ikut baring sambil memeluk alea yang memunggunginya,alea segera melepaskan pelukan itu dan bergeser menjauh,tapi Adrian begitu kuat tenaganya hingga tak lepas saat ia coba menarik diri, alea sudah mencoba mengusirnya keluar tapi Adrian tidak bergeming.
Ruangan mulai terasa gerah karena listrik mati maka AC dikamar inipun mati dan ruangan ini sangat tertutup rapat,alea tak sengaja membuka selimut tebal lembut yang menutupinya dan ia merasa agak nyaman, tapi masih terasa gerah,adria segera bangkit membuka tirai jendelanya dan membuka sedikit jendela biar udara segar berhembus masuk.
Alea melihat kearah jendela dan begitu gelap diluar sesekali kilat membelah kegelapan malam membuatnya merasa ngeri.
"Mengapa kau membuka tirai dan jendelanya?!" tanya alea agak takut.
"Biar angin masuk agar tidak gerah" jawab Adrian.
__ADS_1
"Tutup saja,tidak panas ko, ini ruangan begitu besar jadi tidak panas" kata alea.
"Terserah kamu saja" Adrian menutup kembali jendela lalu naik kembali merebahkan diri dan memeluk alea.
"Kamu memang luar biasa membuatku jadi wanita pesakitan,bagai mana tidak sekarang aku seperti poliandri.
"Itu tidak benar,kau hanya menikah sah denganku,dan tak ada bukti poliandri dicatatan sipil hanya satu akta nikahmu".
"Sudahlah apa yang terjadi terjadilah" ujar alea lelah pisik,lelah jiwa,lelah pikiran, memejamkan mata tapi ia merasa hembusan napas hangat yang membuat bulu kuduknya meremang kemudian bibir adrian menempel dibahunya tangannya mulai pindah kedada,alea menepis tangan itu tapi tetap menempel disana "Enghh".
Alea merasa bibir menempel dipunggungnya lalu ketengkuknya ia merasa geleyar geleyar ditubuhnya tak tahan ia balikan tubuh menghadap arah langit langit kamar tapi Adrian tiba tiba bangkit menindihnya.
"Kau mau apa?!... jangan coba co.. umhh" suaranya terhenti karena bibirnya telah dikulum hingga berapa saat hampir kehabisan napas terengah engah dan tak berhenti disitu setiap inci tubuhnya tak terlewat dari bibir Adrian.
Gaun tidur yang alea pakai sudah melorot terlepas hanya tersisa cd-nya dan ia sudah tak berdaya dengan respon tubuhnya,Adrian menarik segi tiga pengaman satu satunya yang tersisa ditubuhnya alea segera menahan tangannya "Jangan... aku belum siap".
Adrian menghentikan kegiatannya lalu baring kembali kesisinya memeluk erat tubuh wanita itu dan alea sudah tertidur tanpa selimut menutupi tubuh polosnya.
Adrian tidak bisa tidur ia memeluk nyata tubuh wanita yang ia inginkan dengan sepenuh jiwanya tapi tak bisa memilikinya seutuhnya,ia juga merasa tak percaya bisa tidur berdampingan memeluk mencium,meraba,membelainya alea tak menolaknya tapi tak sekujur tubuh wanita ini ia miliki,ia tau alea tak merasakan cinta Adrian ia tak percaya padanya,Adrian juga tak tau apakah ia telah jatuh cinta pada wanita cantik yang diincar banyak pria hebat hebat itu,ia merasa akan banyak masalah yang menghadang kedepannya,ia merasa akankah mampu mempertahankan alea selamanya disisinya.
Lampu akhirnya menyala,ia bangkit untuk memadamkan lilinnya.
Saat kembali ia melihat tubuh polos mempesona diatas pembaringan ia takjub dengan pemandangan indah ini,ia menatap wajah yang begitu cantik memejamkan mata dan napasnya teratur wajah ini begitu indah bagai bulan purnama yang bercahaya dimalam yang damai,memandang sekujur tubuhnya membuat napasnya memburu tak beraturan ia menelan liurnya dan menghembuskan napas,segera menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu kamar naik ketempat tidur dan menyelimuti tubuh alea,karena bila ia terbangun dan sadar tubuhnya telah ia jelajahi dengan matanya pasti gawat urusanya,lebih baik cepat cepat tidur atau ditendang keluar,menghela napas dan memeluk tubuh yang terasa kenyal lembut hangat dan menggairahkan,ia merasa sangat beruntung saat ini,mati pun rela demi wanita yang berkepribadian unik ini.
Adrian tak pernah tidur sebahagia ini dalam hidupnya bagai mimpi tidur bersama wanita yang ia sukai,ia tersenyum dalam tidurnya.
Sementara ditempat lain pangeran yunlie sudah tau keberadaan alea dipulau yang berada jauh dilepas pantai bersama pria yang juga menginginkannya,ia merasa geram,ia sudah merasa bebas memiliki wanita itu tapi nyatanya ia bersama pria lain, ia dengan kemampuan yang tak dimiliki manusia biasa sudah merasa kecolongan dengan prihal ini.
__ADS_1
Saat ini cuaca buruk dan akan ada badai ia tak bisa menembus pulau itu,kalau saja hanya daratan yang menghubung ia masih bisa mencapainya dan akan merebut wanita itu,ia benar benar tertarik dengan alea walau ia belum yakin apa ia cinta pada wanita itu,tapi ia yakin wanita ini adalah pilihan yang sudah ditentukan langit untuknya.