
Dalam kegelam terjadi serbuan anjing hutan semakin tak terkendali,pangeran yun lie dengan tenang memukul mundur hancur setiap penyerang.
Lolongan seperti pemberitahuan peperangan hidup mati untuk kemenangan dan lolongan menyayat menusuk asa dari mahluk hewan sekitar begitu nyata dikeremangan lebatnya hutan angker.
Putri alea naik kepuncak bangunan dan menyaksikan kawana anjing hutan semakin bertambah banyak seakan mereka datang dari alam yang tak terlihat.
"Dari mana datangnya kawanan hewan ini... mengapa seperti tidak berkurang sedikitpun?!" tanya putri alea heran.
"Putri... sepertinya ada yang aneh disini" sahut Dewi yang entah sejak kapan juga sudah berada didekat alea.
"Sebaiknya kita melihat langsung keluar" ujar alea segera bergegas kelantai bawah.
Terlihat pangeran Yun lie mengawasi pintu masuk yang tak berdaun pintu itu, dan beberapa saat tak ada pergerakan lagi dari luar.
"Yayank mulia... sebaiknya kita keluar menangkap pimpinan dari kelompok ini agar bisa selesai dengan cepat".
"Mereka kawanan binatang yang pintar dengan pimpinan yang bisa mengarahkan ketujuan perburuannya!" sahut pangeran.
"Ya... kita harus bisa menguasai pertarungan tanpa banyak membinasakan kelompok binatang liar ini,segera tangkap pimpinannya yang tak bersahabat itu!" tegas putri alea.
"Tidak semudah itu, pimpinannya sudah bertapa dua ratus tahun dan sudah mencapai tahap siluman dapat merubah wujud seperti ia inginkan walau tak akan bertahan lama, karena ia akan mencapai tahap keberhasilan bila bertapa seratus tahun lagi".
"Ck... hanya sebegitu ingin melawan yayank mulia tentu saja bukan tandingannya".
"Dia memang bukan tandingan ku tapi ia akan memanfaatkan semua mahluk hidup disini menyerang kita,karena terpaksa maka kita akan melawan dan membinasakan hewan - hewan itu dan jika semua binasa itu tak baik untuk kita".
"Tidak masalah, aku punya jurus ampuh untuk melumpuhkan semua mahluk hidup dihutan ini tanpa membuat mereka mati, walau itu dilakukan dengan cepat karena bila terlambat juga akan membinasakan mereka".
__ADS_1
"Baiklah mari kita coba".
"Laras, bunga... aku akan mendekati pimpinan mereka, usahakan untuk menghambat kawanan itu dengan sebisa mungkin, jika terdesak aku akan menjadikan mereka daging beku!".
"Baik putri... kami paham".
Pangeran dan putri alea melesat kearah puncak batu yang berada disebrang tempat ini, disanalah pimpinan kawanan itu sekarang memimpin dengan kekuatan yang ia miliki.
Mengetahui keberadaannya terancam pimpinan kawanan anjing hutan mengerahkan kekuatannya untuk membuat kawanan liat itu menggila, menerjang tanpa menunggu bergantian lagi, kawanan ini bisa menerjang melompat setinggi dua meter dengan moncong yang menampakan gigi yang runcing dan air liur yang menetes siap mencabik - cabik.
"Siluman sialan apa tujuanmu, mengganggu ketentraman hutan ini!" teriak putri alea tak sabar lagi.
"Sepertinya tuan putrilah yang sudah datang mengganggu ketentraman hutan tempat tinggal kami ini" balas pimpinan kawanan itu dengan sosoknya yang tak berubah wujud.
"Cih... kau lebih baik menjadi hewan yang baik dari pada menjadi siluman yang serakah dan jahat, karena itu akan membinasakan pertapaanmu yang sudah ditahap pertengahan pencapaian,kau tak dapat menahan ujian ketamakan pikiran atas harta pusaka yang berharga".
"Tuan putri sangat tahu untuk wilayah pusaka yang kaya tanaman langka adalah wilayah yang pastinya bertuan binatang roh tinggkat tinggi dan tak mudah dicapai".
"Yang kami tau dulu ada tuan majikan kami yang sudah wafat tidak tergantikan, dan sampai saat ini kami semua dihutan larangan masih setia padanya".
"Kau hanya setia pada nafsu tamakmu untuk hidup abadi dan menjadi manusia, itu tak mudah, lebih baik kau mati lalu bereinkarnasi mungkin bisa menjadi manusia seutuhnya!".
"Bila menjadi manusia yang tak berguna juga untuk apa, menghilangkan hasil pertapaan yang sudah hampir sempurna".
"Baiklah sepertinya aku akan membiarkanmu menjadi manusia seutuhnya dan mulai dari 0 lagi".
Putri alea lalu melihat kearah pangeran, tanda negosiasi gagal dan harus melakukan tindakan tegas, karena situasi yang dialami bunga dan Laras sudah akan memakan korban atau tubuh mereka kelelahan dan terluka, karena para kawanan liat tidak ada lelahnya menerjang dan sangat kuat dibawah kendali pimpinan mereka.
__ADS_1
Tanpa ingin berlama - lama lagi pangeran segera memulai penyerangan untuk melumpuhkan pimpinan kawanan liar ini, tapi ternyata siluman ini sudah menguasai teknik bela diri yang tak bisa dianggap remeh.
Setelah pertarungan dua jam dengan mengeluarkan senjata yang selama ini menyatu ditubuh pangeran, berupa belati taring naga, akhirnya siluman roboh dan segera hawa murni hasil pertapaannya keluar meninggalkan tubuhnya, pangeran tidak menginginkannya dan membiarkannya bebas kealam selanjutnya.
"Inilah tempat yang kukatakan padamu, tempat yang penuh dengan harta benda yang bagus dan tanaman langka, tapi tempat ini banyak sekali, hal yang tak mudah dilalui, bahkan orang ditahap pertama sudah tak bisa menembus setengah dari hutan ini" ujar pangeran.
"Memangnya dulu ada siapa disini dan mengapa menjadi hutan larangan?" tanya putri alea.
"Dahulu ada seorang gadis cantik putri dari pertapa sakti, yang telah menjalin cinta dengan seorang pangeran kerajaan, dia kakek buyut ku, mereka saling mencintai, tapi sang pertapa tak merestui karena sangat menyayangi putrinya, ia tau kehidupan istana sangat membahayakan putrinya yang polos,akan membuatnya gampang dijadikan sasaran kekejaman dan keserakahan para orang - orang yang berkepentingan dengan tujuan kesenangan pribadi" jelas pangeran.
"Lalu percintaan mereka tak berlanjut lah?!".
"Walau dilarang berhubungan, tapi diam - diam, putri Hedis selalu menemui pangeran yang selalu menunggunya dilembah putus cinta".
"Oh ... disini ada lembah putus cinta ya".
"Ya... karena lembah itu sepi hanya tempat orang mengheningkan cipta, menjauhi kesenangan dunia untuk tapakur duduk bertapa, tapi disanah tempat yang aman bagi pertemuan mereka, sampai akhirnya, ayah pangeran yaitu sang raja, menentukan pernikahannya dengan putri dari negara tetangga dan membuat pangeran beralasan belum siap menikah,tapi apapun alasannya tidak merubah pernikahan tetap berlangsung dan Hedis yang mengetahui ini merasa kecewa dan sakit hati, baru merasa apa yang dikatakan ayahnya adalah benar, tapi ia tetap saja menunggu pangeran dilembah putus cinta, hingga setahun ia sendiri setiap hari menunggu sendiri tapi pangeran tak datang karena ia terlalu sibuk dengan urusan negara yang ia tangani, sejak Baginda raja jatuh sakit, karena sibuk ia jadi lupa dengan Hedis".
"Ck... ada orang yang bisa melupakan cintanya... itu tentu bukan cinta sejati kan?!".
"Cinta sejati... tapi karena keadaan yang membuatnya tak berkesempatan bertemu, menemui atau ditemui".
"Aku akan melupakan cinta seperti itu!".
"Tapi aku takkan membiarkanmu melupakan ku, karena cintaku padamu mengalahkan rasa cintaku untuk hal lainnya".
"Ye... ke...".
__ADS_1
"Jangan meragukan ku!...".
"...".