
Setelah semua orang pergi dari halaman istana rembulan beku, pangeran Yun lie coba mencairkan es bangunan ini dengan jurus tapak sinar mentari miliknya.
Ia sudah mengerahkan seluruh tenaganya hingga pakaiannya terlihat basah oleh keringatnya, tapi es yang mencair dalam sekejap kembali membeku putih bersalju tidak bening lagi pada es tersebut.
Pangeran Yun lie melotot setelah melihat kerja kerasnya tak berhasil, malah membuatnya cemas dengan keadaan istrinya itu.
"Kakak pertama, sungguh sial, pangeran Andromeda sudah menandai putri alea dengan kekuatannya yang ia berikan secara misterius" ejek pangeran Hao yang masih berada disekitar area istana rembulan.
"Dan kau berhentilah mengacau atau aku akan membuatmu telah menyesal karena berani mendekati istriku, apa kau pikir aku tidak tau dengan perbuatanmu atas penyergapan orang - orang bayaran itu!" kata pangeran Yun lie.
"Kakak pertama... aku tidak mengerti dengan perkataanmu barusan!" bantah pangeran Hao.
"Jangan sampai aku, menyeret orang - orang bayaran itu kedepan ayahnda" ancam pangeran Yun lie dengan gusar.
Begitu mendengar ucapan kakaknya kali ini, membuat nyali pangeran Hao cukup ciut, karena itu ia tak berani beradu argumentasi lagi dan segera angkat kaki dari sana.
Ia ternyata telah berani menganggap kakak pertamanya tak akan terlalu fokus pada penyergapan itu dan ia telah memandang tinggi dirinya, ia sudah akan menuai hasil kerja keras konyolnya.
"Huh... dasar pecundang ingusan yang ingin bermain main api!" dengus pangeran Yun lie.
Karena belum menemukan cara untuk menemui istri tercintanya, maka ia kembali lagi untuk pekerjaan hari ini.
Setelah melewati sehari dua malam, dan keesokan paginya Laras memberitahu bunga kalau mereka berdua akan bersiap - siap hari ini menemui putri junjungan mereka, Laras sudah menemuinya semalam, keadaan putri mereka baik sekali karena ia melakukan semedi pengumpulan hawa murni meningkatkan level kekuatan bathin dan pisik untuk ilmu kedikdayaannya.
Setelah ia terbangun dari tapa mengumpulkan energi murni ia merasa lebih fokus dalam pemusatan pikiran dan tubuhnya terasa lebih berenergi dan aura kewibawaannya bertambah kuat.
Ia kembali konsentrasi untuk pemisahan raga dan roh nya, ia berencana keluar dari istana dengan kondisi pisik halus saja agar mudah menembus apapun itu.
Dan bunga juga Laras sudah berpesan kepada para dayang istana rembulan untuk memperhatikan tubuh mereka berdua saat sedang melakukan semedi ketenangan jiwa, mereka menempatkan diri dikamar tempat tinggal mereka yang berada dibelakang istana rembulan, bangsal kediaman para dayang dan pelayan istana rembulan.
__ADS_1
Setelah fokus dalam ketenangan tingkat tinggi mereka berdua keluar raganya masing - masing dengan bentuk pisik roh lalu menemui putri alea yang ternyata juga sudah berbentuk roh yang menunggu kedatangan kedua orang kepercayaannya ini.
Mereka bertiga segera keluar dari istana rembulan, lalu keluar dari lingkungan istana pangeran mahkota.
Sesampai diluar lingkungan istana mereka menuju keramaian kota, sungguh terasa suasana yang begitu ramai, banyak pedagang barang pernak pernik dan aksesoris yang sudah langka ada disini.
Ketiga orang halus tak kasat mata ini memperhatikan keadaan lingkungan sekitar dan mereka dikagetkan dengan seorang wanita yang sudah cukup dewasa menangis memohon bantuan orang - orang sekitar agar menolong anaknya yang dibawa paksa oleh sekelompok orang.
Kalau dilihat dan diperhatikan sepertinya ia berhutang pada seseorang rentenir dan tak bisa membayar hutang lalu anak gadisnya yang dibawa pergi.
Mereka bertiga mengikuti orang - orang yang dikejar oleh wanita ini tapi mereka lebih cepat karena menaiki kereta kuda.
Wanita itu terlihat sudah kelelahan dan terjatuh ditepi jalan untuk meratapi nasib putrinya, tidak ada orang disekitar yang bersimpati padanya sama sekali.
"Bunga, laras mari kita ikuti kereta didepan itu!" ujar putri alea.
"Baik tuan putri, mari..." kata keduanya.
Lalu terlihat seorang pria paruh baya dan seorang pria muda berbicara untuk gadis muda ini.
"Antar gadis ini kerumah bordil angsa cantik ditengah kota, dia masih perawan, harga tak kurang dari yang telah dibicarakan" ujar pria paruh baya itu pada pemuda yang disampingnya.
"Tapi kak... tuan Feng sudah meminta kita untuk mengurung gadis ini untuk rekan bisnisnya" ujar pria muda itu mengingatkan.
"Dia hanya bicara tanpa memberi imbalan, hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri, sebaiknya tak usah pedulikan ucapannya itu" ujar pria paruh baya itu.
Putri alea segera menarik jenggot pria paruh baya itu dengan tak sabaran lagi.
"Aduh... kenapa jenggotku tiba - tiba seperti ditarik" ujarnya heran.
__ADS_1
Bunga juga sudah menampar wajah pria muda itu, sementara Laras mengambil uang yang ada didalam kantong kain yang terikat dipinggang pria paruh baya itu.
"Kak... kenapa menamparku?!" tanya pria muda itu kesal
"Kau yang menarik jenggotku, dasar anak tak tahu aturan!" bentak pria paruh itu marah.
"Kak jangan asal bicara" ujar pemuda itu tak merasa takut sedikitpun.
Sementara bunga sudah merasa kesal setengah mati dan mulai menampari kedua orang ini dengan keras hingga keduanya mulai bertengkar mulut lalu saling memukul satu sama lainnya hingga babak belur.
Setelah mereka berdua tak sadarkan diri, Laras segera memasuki raga pria tua itu dan memerintah kusir kuda untuk berbalik menuju suatu tempat yang sepi ditepi hutan.
Gadis yang sedari tadi melihat ulah kedua orang ini merasa senang kalau kedua orang ini akhirnya roboh.
"Hai gadis muda... dengarkan, kami akan membantumu, dengan membuat kedua pria ini pingsan maka kita akan kehutan tempat tinggal para orang yang menderita didaerah ini, kami akan membantu mereka untuk bisa hidup lebih baik.
Walau ketakutan gadis itu, tetap mendengarkan permintaan suara wanita dari tubuh pria paruh baya yang menyuruh orang menyeretnya itu.
Mereka bertiga, menjalankan apa yang menjadi rencana ketigannya, setelah sampai ditepi hutan ketiga orang itu membuat kedua orang yang menculik gadis - gadis dibawah umur itu tak bisa bergerak lagi, mematahkan kaki tangannya lalu membuang mereka dipinggir jalan.
Lalu meminta gadis itu untuk mengambil uang yang mereka bawa itu untuk, dibagikan pada orang - orang miskin yang benar - benar membutuhkannya, dan meminta gadis itu pergi keluar kota ini.
Gadis ini juga merasa tak aman setelah ini, pasti akan ada orang yang mencari kedua orang ini, karena itu ia mengikuti saran ketiga orang ini.
"Gadis ini mengucapkan apa adanya yang akan ia lakukan ingin bertemu dengan ibunya dahulu.
Dan itu memang begitu mudah karena ibunya sudah berada dipinggir jalan sejak tadi.
Kusir kereta itupun sudah dibuat tak berdaya oleh Laras yang bekerja secara profesional itu.
__ADS_1
Gadis itu kembali dengan tanpa kurang satu apapun karena itu ia sangat bersyukur