
Sementara alea juga merasa heran bisa memiliki jurus hawa inti dingin es, ia masih heran melihat kearah pelayan membeku yang menyerangnya tadi.
Dan pelayan yang membeku itu sudah berhenti bernapas sepertinya, seluruh tubuhnya membeku ia benar - benar menjadi es batu manusia, siapapun yang melihatnya begitu ngeri, saat ini cuaca terasa hangat bahkan ia tak mencair sedikitpun.
Bunga dan Laras segera memeriksa kondisi putri alea, mereka berdua merasa kwatir dan rasa bersalah.
"Putri... apa anda terluka?" tanya bunga cemas.
"Putri... maafkan Laras tidak menjagamu dengan baik" ujar Laras merasa bersalah.
"Tidak ada serangannya yang sampai melukaiku, oh ya... siapa dia yang menginginkan nyawaku?!" tanya putri alea.
"Dia dayang, selir riana, dia juga bertugas rahasia untuk memata matai putri" jelas Laras yang lebih banyak mengetahui tentang orang - orang yang selalu mengintai istana rembulan.
"Bunga, Laras aku akan mengurung diri diistana rembulan, segera kosongkan orang - orang yang didalam, jika besok lewat sehari aku belum bisa ditemui, kalian berdua tau cara menemuiku" titah putri alea.
"Baik putri kami mengerti" jawab kedua orang kepercayaannya ini.
Segera setelah itu putri alea masuk keistananya dan mengingat ia bisa mengeluarkan tenaga dalam inti es dan berpikir sejak kapan ia menguasai jurus hebat ini.
Tapi ia segera teringat kata - kata orang yang berada di acara tadi kalau pangeran mahkota menerima pelayanan selir riana bahkan menempel mesra didepan para tamu bukannya bersama pengantinnya tapi tampil dengan selirnya.
Perasaannya menjadi sangat kecewa, malu dan menganggap pangeran Yun lie tidak bisa memberikan hari bahagianya sedikit lebih istimewa, setidaknya untuk hari penyambutan dan pengumuman pernikahan beberapa hari ini saja untuk bersama wanita lain didepan para tamu.
"Cih tak perlu kau pamer selirmu itu semua juga tau kalau kau banyak selir dan selir riana adalah putri dari perdana Mentri tinggi, merasa kau istimewa kan dihari perayaan penyambutan ku, sungguh kau pria yang tak bisa menolak wanita yang menggoda mu, ish!... aku merasa sakit hati cih!" omelnya sangat kesal.
__ADS_1
Karena merasa jengkel tingkat tinggi ia ingin membekukan seluruh dinding istana rembulan, dan ia memulai mengumpulkan energinya dan membekukan sekeliling dinding bangunan.
Karena ia sangat jengkel maka tenaga inti yang keluar juga sangat membekukan dalam sekejap istana rembulan dari luar hanya terlihat seperti gunung es yang menjulang.
Bunga dan Laras sangat takjub dengan kehebatan jurus inti es yang dimiliki putri junjungan mereka dan mereka tau berada didalam gunung es tidak sedingin dalam freezer.
Sementara putri alea didalam istana rembulan yang terlihat membeku dari luar, mematikan semua penerangan ruangan lalu mulai duduk bersemedi.
Ia benar - benar mulai tenggelam dalam semedinya dan tak ada lagi suara maupun gerakan, sangat hening.
Sementara diluar istana rembulan yang membeku, para dayang dan pelayan putri alea maupun pelayan dari istana selir lainnya mulai berdatangan melihat kejadian langka yang sangat menakjubkan juga mengerikan ini.
Mereka menduga putri mahkota sangat marah karena pangeran mahkota yang merusak perayaan pernikahan mereka dengan mengumbar kemesraan didepan para tamu.
Meraka pikir, tentu saja putri mahkota marah diperlakukan seperti itu, sedang para tamu saja pada marah, hingga pergi meninggalkan acara sebelum berakhir.
Para selir juga sudah berdatangan karena mendengar dari pelayan mereka masing - masing tentang situasi istana rembulan.
"Hah... istana rembulan yang begitu megah dan hangat menjadi istana beku... mungkinkah putri alea berubah warna rambutnya menjadi putih atau bewarna perak seperti pangeran Andromeda yang dikabar tampan luar biasa itu?!" ujar selir Danila yang memang banyak mengetahui tentang sejarah keturunan pangeran Andromeda.
Pangeran mahkota yang mendengar kata - kata selir Danila menjadi mengerti ternyata istrinya telah diberi ilmu inti es oleh pangeran misterius itu.
Dia segera datang kemari saat pengawalnya memberi tahu kejadian tentang berubahnya istana rembulan yang indah itu menjadi beku.
Ia menjadi gelisah dan kuatir dengan keadaan istrinya itu, apa mungkin kata - kata selir Danila terjadi pada istrinya.
__ADS_1
Dan jika ia melihat situasi istana rembulan yang membeku ini, pasti istrinya itu sedang kecewa padanya, karena tadi ia sudah melihat raut wajah cantik itu cemberut saat menanyakan padanya apa ia bersama dengan selir Riana saat dia belum datang keacara.
Lalu ia melihat dayang selir Riana yang sudah menjadi patung es itu, dan menyuruh pengawal untuk segera menguburnya.
Ia melirik kearah selir yesika yang berada disekitarnya, karena ia mendapat kabar putri alea terlambat datang ke acara karena kedatangan selir yesika.
Selir yesika yang memang bekerja sama dengan selir Riana untuk mencelakai putri alea, merasa was - was saat dilirik tajam oleh pangeran mahkota, ketika ia akan pergi meninggalkan area istana rembulan terdengar namanya dipanggil.
"Selir yesika!... mengapa kau mendatangi permaisuri ku saat kau tau ia harus segera bersiap ke acara perjamuan?!" tanya pangeran mahkota menggelegar.
Selir yesika seakan tersambar petir, ia hampir terjatuh karena gugup dengan pertanyaan yang menyelidik itu, bukan hanya dirinya bahkan semua yang berada disini ikut merasa takut dengan suara pangeran mahkota yang seperti petir menyambar itu.
"Ampun kan hamba yang mulia pangeran mahkota, hamba hanya ingin melihat penampilan kakak putri mahkota saja" jawab selir yesika sambil bersujud didepan pangeran Yun lie.
"Katakan dengan jujur, apa tujuanmu yang sebenarnya!... jangan coba membohongiku, kau tau permaisuri ku, sibuk bersiap untuk perjamuan tapi kau bertamu untuk mengulur waktunya, cepat katakan niat yang tersembunyi dari kedatanganku itu?!" bentak pangeran mahkota.
"Ampun kan hamba yang mulia pangeran mahkota, hamba sudah mengatakan yang sebenarnya" jawab selir yesika sambil gemetaran dan masih bersujud.
"Baiklah karena kau sudah berbohong padaku dan mencoba membantu untuk mencelakai permaisuri ku, maka percuma kau punya lidah tak bisa berkata yang benar!" ujar pangeran mahkota dengan gusar.
"Yang mulia pangeran mahkota ampuni hamba tidak akan berani mengacaukan Acara kakak putri alea lagi kedepannya" ujar selir yesika.
"Pengawal segera potong lidah selir yesika, untuk menjadi contoh kepada semua yang berada di istana ini untuk tidak berbuat sesuatu yang tidak baik" titah pangeran mahkota.
"Yang mulia... ampuni hamba, yang mulia hamba mohon yang mulia hamba tidak berani lagi" ujar selir yesika sembari menuju pangeran mahkota dan memeluk kedua kakinya lalu mencium kakinya.
__ADS_1
"Beraninya kau menyentuhku setelah apa yang kau lakukan, apa kau pikir kau bisa lolos dari perbuatan dan dusta mu padaku, enyah lah dari hadapanku!" bentak pangeran sambil menendang tubuh selir yesika hingga mencelat jatuh berguling di tanah.
Semua yang melihat kejadian ini tak berani bersuara mereka sempat melihat wajah murka pangeran yun lie sesaat setelah itu hanya berani menundukkan kepala.