SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 65


__ADS_3

Karena tak bisa menemui istrinya yang mengurung diri diistana rembulan beku, akhirnya pangeran Yun lie kembali untuk menyelesaikan banyak kekacauan.


Saat kegelapan semakin sepi, pangeran keluar dari istananya menuju taman istana rembulan, ia berdiri diatas atap pendopo yang berlantai dua, dari ketinggian ini ia memandang istana rembulan yang beku, terlihat seperti rumah kutub ditengah pepohonan yang menghijau.


Ia menghela napas berat lalu menghembuskannya dengan kuat untuk meringankan sesak di dadanya karena merasa bersalah pada istrinya, ia merasa begitu ingin memeluknya, memberitahunya apa yang terjadi diantara dia dan selir Riana tidak berhubungan dengan perasaannya.


Ia ingin memohon maaf karena sudah membuatnya kesal, malu dan kecewa dihari bahagianya, ia tak mengerti mengapa begitu lalai dengan dirinya yang diam saja saat selir Riana menempelinya, padahal saat itu ia merasa muak pada wanita tak tau malu itu, tapi ia biarkan saja mengacaukan pestanya, ia merasa kesal juga pada sikapnya sendiri saat itu.


"Sayangku... kau pasti marah padaku karena ketidak pedulian ku dengan sikapku pada saat itu, aku sendiri merasa marah pada diriku yang memuakkan argh.." sungut pangeran Yun lie sendiri.


"Apa kau disana baik - baik saja sayangku, aku rindu padamu, aku ingin bersamamu sekarang, jangan menghukum ku begini" bisiknya lagi.


Tapi tak ada yang bisa ia perbuat selain hanya memandangi istana rembulan yang membeku bisu itu.


Keesokan harinya raja dan ratu juga ibu suri mendatangi istana rembulan mereka mendengar apa yang dikatakan pengawal istana, dan ingin menyaksikannya sendiri.


Setibanya mereka didepan istana rembulan juga sudah ada para pangeran, putri - putri raja bahkan keluarga kerajaan semua berkumpul didepan istana rembulan menyaksikan kejadian langka, istana rembulan yang membeku disaat musim semi begini sungguh luar biasa kekuatan putri alea yang menakutkan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?!" tanya ibu suri.


"Ibunda, ananda juga tidak mengerti apa - apa" jawab sang raja.


"Mana pangeran mahkota?!" tanya ibu suri lagi.

__ADS_1


"Dia tak berada disini mungkin masih di istananya, karena semalam ia lama berada disekitar istana rembulan ini nenenda" menjawab pangeran Hao.


"Panggil pangeran mahkota kemari" titah raja.


"Ibunda... duduklah dulu" kata ratu, setelah meminta pelayan untuk menyediakan beberapa kursi untuk raja, ibu suri juga para kelurga kerajaan lainnya.


Tak lama terlihat pangeran mahkota menuju kearah tempat keberadaan raja, ratu dan ibu suri.


"Apa pangeran mahkota bisa menjelaskan kejadian ini?!" kata raja sambil menunjuk kearah bangunan es itu.


"Apa keadaan cucu menantuku baik - baik saja didalam, jangan sampai ia terluka apa lagi menderita didalam istana yang jadi es ini!" ujar ibu suri sebelum pangeran Yun lie berkata - kata.


"Ampun ayahnda dan nenenda, ananda juga tidak tau mengapa bisa terjadi seperti ini" jawab pangeran ragu - ragu.


"Seseorang pasti bisa menjelaskan, pengawal raja... apa kau bisa memberi tahu sesuatu yang lebih baik?!" kata raja pada pengawal andalannya.


"Kalau begitu panggil mereka berdua kemari!" titah raja.


"Baik yang mulia raja" jawab pengawal segera mencari kedua pengawal putri alea tersebut.


Tak berapa lama bunga dan Laras sudah dibawa menghadap pada raja, ratu dan ibu suri, disekitarnya keluarga kerajaan yang ingin mengetahui kenyataan ini juga.


"Kalian berdua adalah orang yang selalu bersama putri mahkota... pasti kalian mengetahui apa yang terjadi disini, tolong jelaskan" perintah raja.

__ADS_1


"Mohon ampun yang mulia, kami berdua memang orang dekat putri mahkota, Laras akan memberi tahu sebatas yang ia ketahui, tapi tidak yang terjadi dengan putri dan pangeran mahkota, kami berdua tidak tau apa - apa" ujar bunga sambil besimpuh begitu juga dengan Laras.


"Cepat katakan!" pinta raja tak sabar sambil melirik kesal pada pangeran Yun Lie.


"Mohon ampun yang mulia... mohon ijin mengatakan hal yang hamba hanya alami saja... kemaren sore, saat putri alea bersiap untuk pergi keperayaan tiba - tiba selir yesika bertamu, putri sejenak menerima dan menjamunya lalu pergi menuju balai tamu, tapi ditengah bertemu pangeran Hao yang ingin pergi bersama, tak lama ada penyergapan dari prajurit bayaran mereka sangat tangguh dan lihai, kami sangat kewalahan, tapi seseorang datang membantu yang belakangan hamba ketahui dari pangeran mahkota, dia adalah pangeran Andromeda, ia hanya terlihat menyapa untuk mengetahui keadaan putri alea, lalu pergi, saat itu pangeran mahkota sudah berada ditempat kejadian, lalu pergi keperayaan dan hamba menemani hingga putri alea kembali lagi, saat hamba pergi sebentar dan kembali seorang pelayan dari selir Riana sudah membeku dengan ditancapi oleh senjatanya sendiri, lalu putri alea berkata ingin menenangkan diri dulu sendiri, ia masuk keistananya dan terjadilah istananya seperti yang sekarang" jelas Laras pada raja.


"Pasti putri alea marah dengan kejadian dibalai tamu karena selir Riana dan kakak pertama bermesraan didepan para tamu padahal saat merayakan penyambutan dan pengumuman pernikahannya, tapi pemeran utama wanitanya malam kemaren bukan dia tapi selir Riana"ujar pangeran Hao.


"Kau... argh!" geram pangeran Yun lie.


"Kakak apa aku salah bicara... semua tamu juga memarahimu kan malam kemaren, apa kau pikir kakak ipar tak akan sakit hati juga?!" ujar pangeran Hao dengan cueknya.


"Pangeran mahkota... tidak perduli bagaimana pun caranya segera cari cara untuk menyenangkan hati putri alea, dia adalah orang penting kerajaan dan negara kita, tak ada yang salah padanya, kalianlah yang salah bila ia tak menyukai kalian, dengarkan baik - baik, putri alea adalah permata berharga kerajaan ini, siapapun yang menyinggungnya berarti akan berhadapan dengan raja!" raja sudah mengumumkan hak istimewa putri alea.


Setelah berkata, raja pergi meninggalkan halaman istana rembulan, diikuti ratu yang berpamitan pada ibu suri.


Sementara ibu suri masih tinggal sambil menatap istana es itu, dia berjalan mendekat lalu memegang es yang menutupi permukaan dinding istana, dan ia terkaget dengan pegangannya yang ia rasa es itu begitu kuat melekat ditelapak tangannya seperti disedot, menandakan es ini adalah inti es yang membahayakan bagi orang - orang biasa yang menyentuhnya.


"Sebegitu dahsyatnya kah jurus tapak inti es milik cucu menantu hingga membuat jantung hampir ikut membeku" ujar ibu suri terkagum kagum dan galau.


"Nenek... apa nenek kesakitan karena dinding es ini?" tanya pangeran Yun lie cemas, karena ia juga bisa merasakan kedahsyatan inti dingin yang ada pada es ini.


"Nenek punya sedikit ilmu yang bisa menahan rasa dari jurus inti es ini!" jawab nenek dengan sungguh - sungguh.

__ADS_1


"Nenenda... segeralah kembali keistana ibu suri" kata pangeran mahkota.


"Ingatlah secepatnya menemukan cara bertemu dengan cucu menantu, aku menunggu berita baik itu" ujar ibu suri.


__ADS_2