
Alea ingin menanyakan prihal yang ia rasakan dan ingin menguji Adrian apa dia sekarang masih tak penting buatnya karena sudah jadi istrinya.
"Oh iya... dipulau ini ada camp pelatihan ya?" tanya alea.
"Dari mana kamu tau ada camp pelatihan disini" Adrian balik tanya,dia merasa heran bila wanita ini bisa tau dari siapa,karena hampir tak pernah bertemu siapa siapa selain pengawalnya,hanya orang orang tertentu yang tau.
"Ditanya malah bertanya".
"Kan aku perlu tau juga kamu bisa tau,emang kamu bisa melihat dengan Indra keenam ya".
"Jawab ya atau tidak saja,tidak usah berbelit belit".
"Iya disini ada camp pelatihan khusus keahlian bela diri dari dua ratus pria dan dua puluh orang wanita dengan guru intruktur pelatihan khusus" jawab Adrian tak ingin merahasiakannya dari alea.
Alea tak ingin tau lebih jauh lagi,baginya tak tahu apa apa tentang kegiatan Adrian lebih baik karena ia pernah mendengar kalau Adrian adalah bos mafia dunia pasar gelap yang sangat disegani kawan maupun lawan, entah ada rahasia apa lagi yang tidak diketahuinya.
"Apa ada lagi yang nyonya Adrian Alfaro ketahui,tanyakan saja".
"Apa aku akan jadi orang penting atau hanya mainan bagimu?!".
"Nyonya Adrian tentu saja orang penting kesayangan tak ada orang yang lebih berharga dari dirimu,bila ada hal yang mengganggu nyonya Adrian katakan saja tak usah sungkan,semua milik ku adalah milik nyonya Adrian juga".
"Yang benar saja,ular ular besar milikmu itu siapa yang mau pelihara coba".
"Hahaha... apa itu yang mengganggumu?".
"Tentu saja bukan".
"Lalu apa?".
"Itu kau yang sesuka hati memaksa kehendak sendiri".
"Nyonya bila aku sesuka hatiku memaksa kehendak ku pasti bulan depan nyonya akan hamil".
__ADS_1
"Uhuk... uhukkk... enghhh" alea tersedak hampir jatuh.
Adrian segera memeluk dan mengusap ngusap punggungnya "Tenanglah tak ada yang akan memaksamu" kata Adrian dengan bibir melengkung keatas.
'Orang ini benar benar tak bisa ditebak' pikir alea dengan wajah menggelap, "Jadi mau sampai kapan kita begini?" tanya alea.
"Sampai sayangku pikir sudah waktunya makan"
"Hei maksudku sampai kapan baru pergi dari pulau ini!!!".
"Oh... bila sudah tak berkabut tebal,angin tak kencang lagi".
"piuhh...".
"Sudahlah tak usah dipikirkan,disinikan tempat tinggal nyonya juga,apa sayangku ingin pindah ke kamarku, ayo sayang kita kesana" Adrian segera menggendong alea dan berdiri,jalan kearah dalam.
"Aku tidak ingin kekamarmu!".
"Ayolah nyonyaku harus sekamar denganku".
Adrian membuka dinding yang ternyata ada ruang kecil dibalik dinding ini dan mengeluarkan kotak yang cukup besar lalu ia tutup kembali dinding itu dan ia duduk disofa dan membuka kotak itu mengeluarkan kantongan dari dalamnya, ada kalung,anting,cincin dan sepasang gelang mutiara yang putih berkilat memancarkan seperti warna pelangi.
"Ini untuk sayangku, mutiara dasar laut biru yang tak sebanding dengan mutiara mutiara kelas satu itu, juga mutiara empedu monster laut yang bewarna hijau gelap memancar warna hijau bila dipakai aura yang keluar sangat menakjubkan,sama dengan mutiara dasar laut biru akan memberi aura yang kuat" jelas Adrian.
"Itu barang beharga milikmu aku tidak berhak menerimanya".
"Dan ini permata air mata duyung yang langka dan sudah tak ada lagi yang bisa menemukannya,tidak hanya sebagai perhiasan unik dan langka tapi juga berkhasiat sebagai obat pada penyakit tertentu" kata Adrian memperlihatkan buah kalung atau bandulan yang berbentuk air mata bewarna bening tapi berbayangan seperti air dileher bila dipakai.
Alea melihat kagum terhadap perhiasan laut itu betapa tidak ia pernah melihat mutiara dan permata tapi tak sehidup benda benda yang ada didepannya terlihat semua becahaya seolah ada rohnya.
"Benda benda ini bukan benda mati biasa aku tak berani menerimanya".
"Sayangku semua ini untukmu,sebagai nyonyaku kau berhak memilikinya dan ini hanya untukmu untuk apa aku memegangnya tak berguna padaku,aku menyimpannya untuk nyonyaku dan itu kau".
__ADS_1
"Tapi aku merasa tak pantas dan aku takut memegangnya takut hilang".
Adrian mengetek jari telunjuknya didahi alea "Sayangku bukan anak kecil lagi, terserah ingin dipakai hari hari bisa ganti ganti dan ini masih ada puluhan perhiasan yang unik, dan ratusan perhiasan yang bagus lainnya".
"Tidak... tidak mau banyak cukup ini saja" kata alea buru buru menolak perhiasan lainnya.
"coba ya mutiaranya" kata Adrian mulai memakaikan mutiara putih dasar laut biru, saat memakai aura alea terlihat sangat berubah dan alea merasa tubuhnya nyaman saat ini cuaca dingin ia tak merasa dingin lagi, dan Adrian tau itu,lalu mengganti mutiara empedu lebih memberi kharisma yang lebih dan tubuhnya juga merasa dialiri semacam energi yang merelaksasi,dan alea takjub dengan perasaan ini,ia katakan sejujurnya pada Adrian dan Adrian mengerti.
"Tapi lebih baik memakai permata air mata duyung ini berkhasiat untuk tubuh,dan bila terluka akan cepat pulihnya" kata adrian sambil melepas mutiara empedu dan memakaikan permata air mata duyung ini dan saat memakai alea merasa kesejukan yang menyegarkan dan sepertinya emosi terendam bawaannya terasa menentramkan.
"Wah ini permata bisa menentramkan perasaan juga sejuk menyegarkan" alea memakainya dan seperti Air yang berguling guling dilehernya benar benar luar biasa keunikannya.
"Oh iya ini ada mutiara Neptunus jika dipakai bisa kebal ditembak tidak tembus peluru ditikam tidak akan mempan,baik untukmu".
"Tidak salah untukku yang tak punya musuh,untukmu saja buat jaga jaga" kata alea sambil melihat benda yang agak lonjong berwarna abu abu cerah bercahaya sekilas saja terlihatnya.
Alea benar benar mengagumi permata yang ada dilehernya sekarang dilihat benar benar hanya seperti air yang bergerak dalam bentuk tetes yang sebesar biji mente dan permata ini mengikuti gerakan yang membuatnya terlihat seperti air yang bergulir didaun talas tak terlihat seperti benda keras.
Alea tanpa sadar menggerak gerakan kepalanya hingga lehernya pun bergerak dan permata itu bergerak seolah air bergulir kekiri kekanan dan alea cekikikan dengan mainan barunya itu, didepan kaca cermin membuat Adrian yang melihatnya geleng geleng kepala.
"Wanita ini memang menggemaskan" gumamnya tak terdengar oleh alea dan ia membiarkan alea sampai puas bermain main dengan permata nya itu.
"Masih belum cukup bermain mainnya,aku akan menunjukan padamu lagi sesuatu yang lebih seru".
Alea tersadar dan merasa malu sendiri,untuk menutupi malunya ia pura pura cuek "Tentu ini barang yang sangat mahal ya ?" tanya alea sambil memegang permata nya.
"Itu kubeli dari penyelam berkemampuan khusus dulu tak semahal sekarang semua benda benda itu pernah ditawar seratus miliar peraitem nya,karena nilai mistisnya".
"Hah... ditubuhku ada benda berharga ratusan miliar,bisa gawat kalau rampok tau, berbahaya sekali" gumam alea.
"Tenang takkan ada yang tahu dengan benda benda itu kecuali para ahli tertentu".
"Huh... membuat kaget saja" gumamnya lagi sambil kembali melihat kecermin untuk memainkan bandulan kalungnya.
__ADS_1
Dan Adrian cuma bisa menarik napas panjang dan menepuk jidatnya yang tidak dihinggapi nyamuk.