SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 55


__ADS_3

Saat ini alea meminta pada bunga dan larasakti, untuk memperhatikan kedua puluh orang yang sekarang melayani alea.


Dia ingin melihat siapa diantaranya yang benar tulus mengabdi padanya dan siapa diantaranya yang tak bisa dipercaya, karena hidup dizaman ini manusia tak punya perasaan belas kasihan samasekali pada orang yang dinggap saingan atau penghalang.


Saat malam tiba pangeran datang menemui alea.


"Apa kau merasa nyaman disini?" tanya pangeran.


"Ya harus menyesuaikan diri, karena orang yang ku ikuti berada disini" jawab alea.


"Sayangku... aku akan berusaha membuatmu senang dan nyaman disini".


"Terimakasih suamiku".


"Kau adalah permaisuri ku, semua urusan diistana ini kau yang mengaturnya, untuk pemasukan dan pengeluaran selama ini diatur oleh kepala pelayan Feng dan bibi Li jadi nanti tanyakan untuk pengaturan kebijakanmu, juga untuk pembagian selir - selir" kata pangeran hati - hati tak ingin alea salah paham.


"Apa selama ini yayang mengatur jatah pengeluaran para selir juga?!".


"Tidak... tidak pernah, itu urusan bibi Li, aku samasekali tidak pernah perduli" kata sang suami buru - buru menjelaskan.


"Aku tidak melarangmu untuk menggauli mereka sebagai istri juga karena peraturan dan tekanan para mertuamu, tapi ku mohon sebelum kehamilan dan selama sepuluh tahun kedepan kalau bisa, aku ingin sendiri melayani lahir bathin mu" pinta alea.


"Aku tak pernah berkeinginan menggauli mereka, itu sudah sejak dua tahun lalu mereka disini, tak pernah ada yang kuinginkan".


"Benarkah... oh suamiku, aku akan melayaniku sebaik mungkin" ujar alea sambil memeluk suaminya dengan manja.


"Baiklah ingat itu itu janjimu melayaniku dengan baik" kata sang suami sambil mengendong alea ketempat tidur.


"Yang... sepanjang hari sibukkah?" tanya alea.


"Iya... kenapa... siang - siang ingin aku temanikah?".


"Enggak ko... cuma tanya".


"Aku rindu kamu sayang".


"Iya sama... padahal baru semalam gak jumpa hihihi".


"Kenapa tertawa?!".

__ADS_1


"Ufs... cuma ingin tertawa".


Pangeran langsung membungkam bibir mungil yang selalu ia sukai ini".


Dan suasana peraduan pun begitu bergelora serasa bunga lope - lope bermunculan mengambang diruangan yang wangi aroma cinta ini.


Saat terbangun hari masih gelap sang fajar belum menampakkan wujudnya, alea pergi kekamar kecil lalu balik ketempat tidur, melihat suaminya masih terlelap.


Ia membelai wajah tampan yang tampak tak pernah lelah walau bercinta berapa kali pun, ia ingat semalam sudah dua kali memadu cinta indahnya.


"Apa kau kagum dengan keperkasaanku sayang" ujar pria tampan itu tanpa membuka matanya.


"Ufs... dia mulai lagi deh" gumam alea sambil melihat jamur oyster suami sudah tumbuh tegak dengan subur.


"Sayang ku tidur sebentar lagi ya".


"Ah...emh..".


Dan mengawali pagi dengan yang hangat - hangat nikmat, hidup itu indah kalau dibuat indah.


Sinar matahari pagi terasa lembut menerangi pagi dan orang - orang terbangun dipagi hari akan memulai aktivitasnya dengan semangat.


"Sayangku istirahatlah, aku pergi dulu" ujarnya sambil merapatkan selimut ditubuh alea.


"Saat keluar dari kamar alea ia melihat beberapa orang pelayan wanita sudah bersiap untuk mengurus air mandi untuk istrinya itu.


"Jangan mengganggu tidur permaisuriku, biarkan hingga ia terbangun sendiri"titah pangeran dan pergi dari istana rembulan bersama pengawalnya yang sudah datang menjemputnya.


Dan para pelayan itu hanya bisa diam menunggu sang permaisuri pangeran untuk terbangun sendiri.


Sementara diistana selir seorang pelayan memberitahu pada selir ria, kalau pagi ini ia melihat pengawal pangeran mahkota sedang menjemput pangeran diistana rembunlan.


"Hmm... berarti pangeran bermalam sampai pagi diistana rembulan dengan wanita asing itu cih, dasar wanita penggoda" sungutnya dengan rasa benci.


"Iya... selir dan hamba dengar dari pelayan yang kita suruh memata matai disana, pangeran melarang para pelayan mengganggu tidurnya" lapornya lagi.


"Heh... dasar perempuan pemalas tak tau diri" makinya selir ria.


Ia mendengar akan ada pesta penyambutan untuk putri dan pangeran mahkota yang akan dilaksanakan diawal bulan depan ini.

__ADS_1


Ia berencana akan meminta alea menunjukan keahliannya untuk bertanding dengannya diperayaan pesta penyambutan itu.


Alea terbangun dari tidurnya dan melihat kalau sang suami sudah pergi dari tempat tidurnya.


Kemudian pelayan bertanya dari luar kamar, apakah ia akan segera mandi, alea menjawab ia akan segera mandi.


Alea masuk ke bak mandi yang sudah disiapkan oleh pelayannya, ia berendam dan merelaksasi tubuhnya.


Sambil berendam ia berpikir akan melakukan apa hari ini, baru teringat ia akan menemui kepala pelayan pria dan bibi Li kepala pelayan wanita kediaman sang pangeran.


Setelah berdandan dan berpakaian yang disiapkan pelayannya ia sarapan dan berpikir seandainya saat bangun pagi tidak tidur lagi ia bisa mandi dan sarapan bersama suami untuk menumbuhkan rasa kebersamaan mereka, bukan hanya ditempat tidur.


Setelah bertemu dengan dua kepala pelayan dan mengetahui semua pengeluaran dan pemasukan untuk kebutuhan dapur dan untuk para selir, alea memanggil bunga dan Laras.


Ia dapat info dari bunga dan Laras tentang pelayan yang bisa dipercaya dan yang menjadi mata - mata selir lainnya.


Ia tak bisa memindahkan pelayan itu seenaknya, harus ada waktu yang pas untuk mengajarkan disiplin pada musuh dalam selimut.


Pelayan melaporkan kedatangan para selir untuk memberi salam hormat dan perkenalan kepadanya.


Sebagai wanita modern yang pernah mengenyam bangku sekolah, alea akan dengan mudah bermain politik pada para selir pemburu kasih sayang suaminya ini


Alea memakai dress panjang putih yang berbahan satin velvet yang lembut, bagian atas dada berbahan brokat hingga kebawah bahu, lalu menyanggul simple rambutnya tanpa ornamen apapun.


Memakai giwang model modern yang memanjang setengah bagian telinganya dan kalung emas putih dengan bandul permata air mata duyung yang terlihat mengagumkan itu.


Cincin kawin berlian dan cincin kawin belah rotan polos menghias dikedua jari manisnya lalu memakai high heels model semi sepatu sandal tinggi.


kalau dikota asalnya ia sudah seperti model yang akan fashion show saja, lalu membawa album pernikahan dan foto - foto perjalanan honeymoon nya yang bermain paralayang, jet sky, di kereta salju, di kereta gantung, gondola, di mobil, pesawat, saat bermain ski dan papan seluncur.


Di hotel, di water vila, di restoran bawah laut dan semua tempat yang bagus ia kunjungi.


Alea juga sudah menyuruh bunga mengajari koki untuk membuat cake sponge yang lembut dengan vla yang lumer, juga membuat minuman coklat late dengan hiasan gambar diatas nya.


Lalu menerima kesepuluh selir - selir itu dan mempersilahkan mereka duduk dimeja kursi yang telah disiapkan.


Saat alea datang dengan anggunnya menuju ketempat duduknya, para selir itu mengagumi pakaian yang dipakai alea, juga sanggul yang polos tanpa hiasan membuatnya tampak anggun.


Lalu sepatu yang alea pakai terlihat cantik dan elegan, perhiasan yang alea pakai juga tak berlebihan tapi sangat berkelas.

__ADS_1


Tidak seperti mereka ini, sanggul saja dengan hiasan yang sudah memenuhi kepala dan perhiasan yang mereka pakai, sudah seperti toko perhiasan berjalan saja.


__ADS_2