
Sekarang berseluncur dengan papan duduk diturunkan papan seluncur laju harus bisa ngendalikan,sang suami dengan santainya meluncur,sementara sang kemeramen berseluncur sambil merekam,ia berseluncur dengan laju kearah bawah dengan cepat lalu stop nungguin untuk mereka pasangan ini.
Setelah merekam dari depan ia mengambil dari posisi belakang,berapa kali hampir ditabrak alea,karena turunan sangat licin walau salju seperti es serut berhamburan.
Alea sudah sekali terperosok dikedalaman salju,tapi ia tetap semangat bermain seluncuran.
Kurang lebih tiga jam hiking dan berseluncur setelah mengitari pengunungan,akhirnya pergi kerestauran karena sudah haus dan lapar.
Mereka lanjut ke wengen naik kereta gantung untuk perjalanan ketempat yang lebih tinggi,dari sini pemandangan hanya hamparan salju.
Setelah sampai terlihat para wisatawan lokal dan asing bermain ski,alea juga ingin main ski, setelah menyewa perlengkapan ski ia dan suami siap memulai permainan dan juru kamera selalu kamera action.
Alea terlihat sangat lumayan piawai main ski,karena waktu sekolah sering bersepatu roda juga bermain ski dan skating dikota J.
Ia juga melakukan berapa atraksi melompat tinggi berputar putar lalu berski, sekarang ia melaju diatas permukaan jalan es ini.
Sudah hampir dua jam melaju melewati lembah pegunungan,suaminya dengan setia mengikuti, juga sang kameramen yang dikontrak Dewi ini memang bisa diandalkan disegala Medan.
"Sayang sudah cukup,kau sudah begitu jauh dan sudah dua jam,kau harus istirahat dulu".
"Baik kita segera kembali".
Semua perasaan yang mengganjal dihatinya ia lepas disaat menjelajah jalan es ini,begitu bebas,begitu lepas.
Hari ini karena mereka masih berada dipuncak pegunungan dan masih ingin mencoba sled dog,mereka disarankan nginap di pos kamar yang berbentuk iglo.
Sebelum kembali mereka dapat informasi sebaiknya makan direstauran sebelum kembali ke pos iglo.
Karena bila memesan makanan dari kamar iglo ini,untuk ongkir saja dalam rupiah sekitar setengah jutaan belum harga makanan mencapai dua jutaan.
Bukan masalah bagi alea untuk biaya dari makanan tapi selama hunting sekalian makan diluar aja baru kembali istirahat.
Tour room seperti biasa,alea melihat ruangan yang bentuknya bulat ini,pintunya seperti pintu kemah yang berlesting,dengan tempat tidur besar lengkap,ada pemanas ruangan,Karel setrum lengkap dengan gula,teh,ada meja kursi dengan taplak bulu, kamar mandi lumayan besar dengan perabot lengkap,tempat tidur ada dibagian atas juga dengan dua kasur besar,sepertinya bila liburan dengan keluarga atau ada anak - anak.
__ADS_1
Diberi tambahan ransel untuk hiking yang didalamnya ada peralatan untuk ditempel di sepatu agar saat berjalan diatas salju yang beku tidak terpeleset.
Akhirnya istirahat,sepertinya salju turun dengan lebatnya diluar sana,saatnya meringkuk dalam selimut.
Semua badan lumayan terasa pegal karena lama tak pernah hiking,kalau pun keluar rumah selalu berkendaraan,nah begitu jalan lumayan jauh mendaki pula,sudah pasti terasa pegal - pegal.
"Sayang kamu kedinginan ya".
"Cuma sedikit,aku pegal sekali".
"Aku pijat ya tubuh dan kakimu".
"Tidak usah,ayang juga lagi lelahkan".
Tapi sang suami sudah duduk memijat minat kakinya,lalu membalikan tubuh alea agar tengkurap dan memijat punggungnya, terasa begitu nyaman memang, bagian betis juga dipijat hingga membuat alea tertidur.
Setelah alea pulas,suaminya membetulkan posisi tidurnya memeluknya lalu menutup seluruh tubuh mereka dengan selimut tebal.
Ia sangat menyayangi alea, memperlakukan nya dengan baik dan penuh kasih sayang dan berharap alea menerimanya seperti dirinya yang sangat mencintai alea.
Saat pagi kembali menyapa,alea terbangun dari tidurnya masih sangat pagi,ia merasa hangat dan melihat sang suami memeluk erat dirinya.
"Selamat pagi suamiku sayang,terima kasih semalam sudah memijatku, hingga pegal - pegalku hilang" bisik alea sambil mencium lembut bibir suaminya.
"Iya... istriku sayang,sekarang giliran ku ambil jatah,karena jamur king oyster ku tumbuh tegak dipagi hari" ujar sang suami mulai bergerilya didiri alea.
"..."
Dan suasana kamar pun bertaburan bentuk lope - lope yang keluar hanya didiri mereka senam ranjang yang membuat hidup pasangan ini lebih berwarna.
Setelah mandi,berpakaian,siap siap keluar dan melakukan kesenangan yang mengesankan selama berada disini di belahan dunia yang musim dingin ini.
Saat pasangan ini keluar,kamera sudah merekam gerakan mereka.
__ADS_1
"Wah sudah siap aja nih bang kameramen, bagaimana tidurnya semalam,aman?".
"Cukup aman mem... pagi pak bos" sapanya pada pangeran.
"Pagi juga Jery" balas pangeran.
Mereka berjalan menuju restauran,jalan cukup dalam tertimbun salju dan begitu licin untung sudah memakai karet sepatu anti licin,tapi masih terperosok - terperosok didalam salju.
Masuk restauran suasana terasa nyaman hangat,lalu menyantap hidangan pagi ala - ala luar negri ini dengan segelas kopi panas.
Setelah membawa air minum,mereka tidak membawa peralatan khusus dan berangkat menemui orang yang akan menyewakan kereta salju Husky Siberia dan malamute Alaska yang dulu melengenda itu.
Dan ini memang lokasi yang sering dipergunakan untuk keperluan syuting pembuatan film,seperti James Bond dan lord of the ring juga manusia Hobbit yang terkenal itu.
Lumayan lebat salju yang turun.
"Sayang apa kau yakin mau naik sled dog saat salju tebal begini".
"Iya... Kitakan sudah janjian".
Tempat orang yang menyewakan kereta salju Husky Siberia ini lumayan jauh juga, sebenarnya kalau tidak salju yang tebal dijalan ini,maka perjalanan ini tidak akan membuat ngosh - ngoshan juga.
Akhirnya ketemu juga dengan orang yang menyewakan kereta salju dan dia yang membawa sendiri dan memandu jalan.
Mereka membawa dua kereta,untuk yang dinaiki alea dan suami itu menggunakan 12 ekor Husky Siberia dan pemandu.
Untuk Jery hanya ada 8 ekor Husky Siberia, Jery terlihat berdiskusi untuk sang pemandu untuk mengambil sport yang ia lakukan untuk pengambilan video dan foto saat perjalanan.
Kereta sudah meluncur membelah salju yang tebal, hujan salju juga semakin lebat, kulit wajah yang diterpa karena kecepatan lari kereta ini terasa menusuk pedih,dan memerihkan mata, tidak menggunakan kaca mata sangat berbahaya dengan benturan hujan salju yang agak membeku seperti disertai hujan es yang mengkristal.
Dalam hujan salju kereta yang ditumpangi Jery terlihat memimpin,dengan duduk posisi menghadap kebelakang untuk pengambilan video,lumayan,membuatnya kewalahan setiap menit membersihkan kameranya yang berkabut.
Sementara alea sudah tak bisa merasakan tangan dan kakinya sudah mulai mari rasa, ia menggerak - gerakan tangan dan kakinya agar masih tidak beku,karena ini perjalanan dan pengalaman pertamanya berada didalam lumpur es serut yang sangat dingin.
__ADS_1
Sementara suami karena memang dengan ilmu yang ia miliki,dingin begini tak jadi masalah baginya.
Karena suara alea terkadang sering terdengar ia tak tahu kondisi alea karena ia tak melihatnya dengan posisi dibelakangnya.